Laporan Terbaru BPS: Jumlah Penduduk Bekerja di Pasaman Barat Naik 2,56 Persen
- account_circle Endri Caniago
- calendar_month Sabtu, 30 Mei 2026
- print Cetak

Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pasaman Barat resmi menerbitkan laporan publikasi terbaru mengenai kondisi ketenagakerjaan daerah.
PASAMAN BARAT – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pasaman Barat resmi menerbitkan laporan publikasi terbaru mengenai kondisi ketenagakerjaan daerah. Laporan berkala yang dirilis pada 29 Agustus 2025 ini memotret berbagai indikator penting ketenagakerjaan secara mendalam hingga periode Agustus 2024.
Berdasarkan data terbaru tersebut, pasar kerja di Pasaman Barat menunjukkan tren yang positif. Hingga Agustus 2024, jumlah penduduk yang berhasil terserap dalam lapangan kerja atau Penduduk Bekerja mencapai 209.934 orang. Angka ini mengalami kenaikan sebesar 2,56 persen jika dibandingkan dengan capaian pada tahun 2023.
Menariknya, terjadi pergeseran struktural yang cukup signifikan pada sektor lapangan pekerjaan utama. Sektor pertanian, yang secara historis selalu menjadi penopang utama ekonomi dan mata pencaharian masyarakat Pasaman Barat, justru mengalami penurunan penyerapan tenaga kerja. Jumlah pekerja di sektor ini menyusut dari 92.880 orang pada tahun 2023 menjadi 88.591 orang pada tahun 2024.
Sebaliknya, Sektor Jasa melonjak tajam dan mengambil alih posisi sebagai penyerap tenaga kerja terbesar di Pasaman Barat pada tahun 2024, dengan total 99.755 pekerja. Sementara itu, sektor manufaktur atau industri cenderung stabil dan mencatatkan angka penyerapan sebesar 21.588 pekerja.
Dari sisi status pekerjaan, mayoritas penduduk di Pasaman Barat bekerja di sektor formal sebagai Buruh, Karyawan, atau Pegawai. Kategori ini menyumbang kontribusi terbesar dengan total 67.001 tenaga kerja (35,12 persen).
Namun, tantangan besar masih terlihat dari sisi kualitas sumber daya manusia (SDM). Dilihat dari latar belakang pendidikan, penyerapan tenaga kerja di Pasaman Barat masih sangat didominasi oleh lulusan SD ke bawah yang mencapai tingkat penyerapan 95,81 persen. Diikuti oleh lulusan SMP (95,74 persen), SMA (92,15 persen), dan tingkat lulusan Sarjana yang berada di angka 89,98 persen.
- Penulis: Endri Caniago
- Editor: Hanny
