Dua Sekolah Bertaraf Nasional Segera Dibangun di Kabupaten Pasaman Barat
- account_circle Irfansyah P
- calendar_month 4 jam yang lalu
- print Cetak

Bupati Pasaman Barat Yulianto bersama anggota DRPD Provinsi Sumatera Barat Ade Putra saat meninjau lokasi pembangunan SNT akan berdiri di atas lahan seluas 20 hektare yang berlokasi di Muara Kiawai, Kecamatan Gunung Tuleh, Senin (15/6). (Dok - Diskominfo Pasaman Barat)
PASAMAN BARAT – Kabupaten Pasaman Barat tengah bersiap mengukir sejarah baru dalam dunia pendidikan di Provinsi Sumatra Barat. Melalui momentum tahun anggaran 2026, pemerintah pusat secara resmi memercayakan pembangunan dua institusi pendidikan berskala besar dan bertaraf nasional di Bumi Mekar Tuah Basamo ini. Kedua proyek strategis nasional tersebut meliputi program Sekolah Rakyat dan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT).
Penetapan ini mengukuhkan posisi Kabupaten Pasaman Barat sebagai satu-satunya daerah di Sumatra Barat yang berhasil masuk dalam daftar lokasi prioritas pelaksanaan program pendidikan unggulan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Republik Indonesia.
Prestasi ini menjadi angin segar sekaligus bukti kepercayaan tinggi pemerintah pusat terhadap komitmen pembangunan sumber daya manusia di tingkat daerah.
Komitmen Pemerataan dan Akses Pendidikan Gratis
Bupati Pasaman Barat, Yulianto, menegaskan bahwa kehadiran infrastruktur pendidikan mutakhir ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan bagian integral dari komitmen jangka panjang pemerintah untuk menghadirkan akses pendidikan yang berkualitas, berkeadilan, dan merata bagi seluruh anak bangsa, khususnya yang berada di wilayah daerah.
”Dua sekolah bertaraf nasional akan segera berdiri tegak di Pasaman Barat. Visi besar saya adalah ingin menjadikan Pasaman Barat sebagai pusat pertumbuhan dan kiblat pendidikan di Sumatra Barat untuk masa depan,” kata Yulianto dengan nada optimistis di kediamannya, Selasa malam (16/6/2026).
Untuk merealisasikan visi tersebut, proyek pertama yakni Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) akan dialokasikan di kawasan Muara Kiawai, Kecamatan Gunung Tuleh. Pembangunan ini memanfaatkan lahan seluas 20 hektare.
Yulianto memastikan bahwa status hukum lahan tersebut sudah sangat klir (clean and clear). Karena merupakan aset resmi milik Pemerintah Daerah (Pemda), proses birokrasi dapat dipangkas dan percepatan pembangunan fisik di lapangan dapat segera dilaksanakan tanpa kendala sengketa lahan.
Dari segi operasional, SNT di Muara Kiawai akan mengusung konsep nonsrama. Fasilitas ini akan mengintegrasikan empat jenjang pendidikan sekaligus secara berkesinambungan, mulai dari Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), hingga Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
Menariknya, seluruh akses pendidikan di kompleks terintegrasi ini akan diberikan secara gratis kepada masyarakat.
Sekolah Rakyat: Jaminan Pendidikan Bagi Keluarga Kurang Mampu
Berbeda dengan konsep SNT, proyek besar kedua yang diusung adalah Sekolah Rakyat. Sekolah ini dirancang khusus dengan sistem berasrama (boarding school). Lokasi pembangunannya direncanakan berada di kawasan strategis Jalur 32, Kecamatan Pasaman, dengan memanfaatkan lahan seluas 5 hingga 8 hektare.
Sasaran utama dari Sekolah Rakyat ini adalah anak-anak berprestasi dari latar belakang keluarga kurang mampu secara ekonomi. Kehadiran sekolah berasrama ini diharapkan mampu memutus rantai kemiskinan melalui jalur pendidikan formal yang berkualitas, di mana seluruh kebutuhan logistik, asrama, dan biaya pendidikan siswa akan ditanggung penuh oleh program pemerintah.
Kendati membawa angin segar bagi indeks pembangunan manusia (IPM) di daerah, Bupati Yulianto memberikan catatan penting terkait dinamika seleksi masuk kelak. Mengingat status sekolah ini merupakan proyek nasional dengan mutu pengajaran yang tinggi, persaingan untuk memperebutkan kursi di kedua sekolah ini diprediksi akan sangat ketat.
Berdasarkan proyeksi ke depan, peminat sekolah ini tidak hanya akan datang dari lokal Pasaman Barat saja, melainkan juga akan diserbu oleh calon peserta didik berbakat dari berbagai kabupaten/kota lain di Sumatra Barat, bahkan hingga luar provinsi.***
- Penulis: Irfansyah P
