Bantah Tuduhan Pelaku, Ibu Hamil Korban Penganiayaan di Tembung Ungkap Kronologi Sebenarnya
- account_circle Endri Caniago
- calendar_month Sabtu, 6 Jun 2026
- print Cetak

Dua pelaku penganiayaan terhadap pasangan suami istri di kawasan Terowongan Tembung, Zulyarham dan Zulfikar, saat diamankan di markas kepolisian, Kamis (4/6/2026). Selain menganiaya korban yang tengah hamil, pelaku juga sempat melontarkan ancaman menggunakan senjata api sebelum akhirnya berhasil diringkus oleh tim opsnal kepolisian di kediaman mereka di Kota Medan.
MEDAN — Mulana Kartika Nainggolan (31), ibu hamil yang menjadi korban penganiayaan brutal di kawasan Terowongan Tembung, akhirnya buka suara. Ditemui usai memberikan keterangan di Unit Resmob Polrestabes Medan pada Kamis (4/6/2026), Mulana secara tegas membantah klaim sepihak dari pelaku yang menuduh dirinya merekam aksi tawuran sebelum insiden kekerasan terjadi.
Mulana mengungkapkan rasa sedihnya atas narasi keliru yang telanjur viral di media sosial. Ia menegaskan bahwa keberadaan dirinya dan sang suami di lokasi tersebut murni karena situasi darurat demi melindungi janin di rahimnya.
Kronologi Kejadian: Menolak Menerobos Hujan Batu
Peristiwa mencekam ini bermula saat Mulana dijemput oleh suaminya sepulang kerja. Ketika melintas di bawah rel kereta api kawasan Terowongan Tembung, mereka mendapati aksi tawuran antarwarga tengah berkecamuk dengan saling lempar batu.
Mengingat kondisi dirinya yang sedang mengandung, mereka memutuskan berhenti di pinggir jalan karena tidak berani mengambil risiko menerobos lokasi konflik. Meski arus lalu lintas saat itu tidak mengalami kemacetan, dua pria yang belakangan diidentifikasi sebagai pelaku justru datang mendesak dan memaksa pasutri tersebut untuk tetap melintas.
“Saya bilang kami tidak berani lewat karena ada tawuran. Tetapi setelah itu suami saya langsung dipukul,” tutur Mulana mengingat kembali momen mencekam tersebut.
Melihat suaminya dianiaya secara membabi buta, Mulana berinisiatif mengambil telepon genggamnya untuk merekam kejadian sebagai bukti laporan ke polisi. Namun, upaya tersebut gagal lantaran ponselnya terjatuh di tengah keributan.
Kekerasan Fisik, Ancaman Senjata Api, dan Kondisi Janin
Situasi kian memburuk ketika seorang pelaku lainnya datang dan langsung melayangkan tendangan keras ke arah perut Mulana yang sedang hamil. Tidak sampai di situ, kedua pelaku juga sempat melontarkan ancaman mengerikan menggunakan senjata api kepada pasangan suami istri tersebut.
Di tengah tekanan psikologis dan rasa lelah yang mendalam akibat proses hukum dalam dua hari terakhir, Mulana membawa kabar baik mengenai kondisi kandungannya. Mengingat ia pernah mengalami keguguran pada akhir tahun lalu, kehamilan yang memasuki usia tujuh minggu (trimester pertama) ini sangatlah bernilai bagi dirinya dan suami.
“Puji Tuhan, hasil USG tadi menunjukkan kandungan saya sehat,” ucap Mulana dengan nada lega.
Pelaku Berhasil Diringkus Polisi
Respons cepat diperlihatkan oleh Unit Resmob Polrestabes Medan. Tidak butuh waktu lama setelah video penganiayaan tersebut viral, polisi berhasil meringkus kedua pelaku yang diketahui bernama Zulyarham dan Zulfikar. Keduanya ditangkap tanpa perlawanan di kediaman masing-masing yang berlokasi di Jalan Bersama, Gang Bantan, Kota Medan.
Menutup keterangannya, Mulana menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada masyarakat dan aparat penegak hukum.
“Saya berterima kasih kepada saksi yang merekam kejadian dan kepada pihak kepolisian yang sudah membantu menyelesaikan persoalan ini sampai pelakunya ditangkap,” pungkasnya. Saat ini, kedua pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatan mereka di balik jeruji besi Polrestabes Medan.
- Penulis: Endri Caniago
- Editor: Hanny
