BREAKING NEWS
light_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » Abai Layani Warga, Netizen Kuliti Rekam Jejak Buruk Puskesmas Ujung Gading

Abai Layani Warga, Netizen Kuliti Rekam Jejak Buruk Puskesmas Ujung Gading

  • account_circle Irfansyah P
  • calendar_month 3 jam yang lalu
  • print Cetak

PASAMAN BARAT – Jagat maya kembali dihebohkan oleh gelombang kritik masyarakat terhadap kualitas pelayanan di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Ujung Gading, Kecamatan Lembah Melintang, Kabupaten Pasaman Barat.

Sorotan tajam ini mencuat ke publik menyusul viralnya unggahan akun media sosial atas nama Inces Lubis yang mengeluhkan perlakuan tidak menyenangkan oknum petugas medis terhadap anaknya saat mengurus surat keterangan tes buta warna.

Dalam unggahan kronologi tersebut, anak dari pemilik akun dilaporkan pulang dalam kondisi menangis terisak setelah diduga dibentak secara berulang kali, diusir secara halus, dan diminta mencari pelayanan di tempat lain oleh oknum bidan atau petugas yang berjaga.

Viralnya kasus tersebut seketika menjadi pemantik bagi netizen lainnya untuk menyuarakan pengalaman negatif yang mereka alami selama mengakses layanan kesehatan di fasilitas milik pemerintah daerah tersebut. Walakin, di tengah derasnya kritik, terdapat pula sebagian kecil masyarakat yang memberikan pembelaan.

Rincian dan Uraian Keluhan Pengguna Jasa Puskesmas

Berdasarkan penelusuran di media sosial, keluhan masyarakat mengerucut pada beberapa poin krusial terkait manajemen, etika kerja, dan profesionalisme pelayanan medis. Berikut adalah rincian detail dari aspirasi dan keluhan akun-akun netizen:

Penyalahgunaan Prosedur Rujukan dan Masalah Fasilitas Oksigen

Akun Eva JW memaparkan pengalaman pahit saat orang tuanya menjalani rawat inap. Dokter telah menginstruksikan pemberian oksigen darurat karena pasien mengalami sesak napas.

Namun, selama 24 jam penuh (dari pukul 11.00 siang hingga pukul 11.00 siang hari berikutnya), oksigen tidak kunjung diberikan dengan dalih regulator mengalami kerusakan.

Anehnya, tabung oksigen baru diberikan saat pihak keluarga meminta rujukan. Akibat trauma atas buruknya fasilitas ambulans dan kewajiban membeli obat secara mandiri saat rawat inap, keluarga akhirnya memilih melakukan rujukan mandiri.

Dugaan Penahanan Rujukan Demi Anggaran BPJS

Akun Afwan Lubis Al-Mandili dan Agustina Wati menyoroti sulitnya mendapatkan surat rujukan ke rumah sakit yang lebih besar. Akun Afwan mengisahkan ibunya dipaksa menjalani rawat inap dengan diagnosis asam lambung dan baru diberikan rujukan setelah kehilangan kesadaran (pingsan) sebanyak dua kali.

Fenomena ini dianalisis oleh akun Agustina Wati sebagai indikasi adanya upaya penahanan pasien agar anggaran dana BPJS Mandiri tidak beralih ke rumah sakit rujukan, yang berujung pada keputusan warga untuk lebih memilih berobat ke klinik swasta atau langsung ke UGD RS Yarsi demi keselamatan nyawa.

Kelalaian Penanganan Medis Fatall

Akun Zainal Arifin Lubis menyampaikan keluhan paling fatal terkait ketidakmampuan puskesmas dalam menangani persalinan kritis. Pasien yang tidak sanggup ditangani langsung dirujuk ke wilayah Simpang 4/Jambak dalam kondisi darurat, yang disayangkan berujung pada meninggalnya sang bayi.

Etika Komunikasi dan Sikap Diskriminatif Petugas

Akun Nefri Adi dan Najwa Nahla menggarisbawahi buruknya perilaku oknum perawat yang dinilai sombong dan tebang pilih. Pelayanan cepat ditengarai hanya diberikan kepada kerabat atau kenalan petugas (nepotisme pelayanan), sementara masyarakat umum kerap diabaikan.

Tuntutan Sanksi Administratif dan Hukum

Netizen lain seperti Soffian Hadi, Sardinas, M Lubis Lubis, Andre Saputra, dan Mufidah Faizal menyatakan bahwa buruknya pelayanan ini sudah menjadi rahasia umum, sehingga masyarakat Ujung Gading lebih memilih berobat ke Ranah Salido atau Sungai Aur.

Mereka menuntut tindakan tegas berupa pencopotan jabatan (non-job) Kepala Puskesmas, sanksi disiplin ASN dari Dinas Kesehatan, hingga tes urine bagi perawat demi efek jera agar “sandiwara permohonan maaf” tidak terus berulang.

Di sisi lain, respons berimbang ditunjukkan oleh akun Rizanna yang mengaku mendapatkan pelayanan baik selama beberapa kali berobat ke sana.

Sementara akun Umak Nayla dan Anna Kediker Nasution mengimbau agar kejadian ini menjadi momentum pembelajaran bersama untuk perbaikan kualitas, mengingat puskesmas adalah fasilitas vital yang sangat dibutuhkan masyarakat.

Bantahan dan Klarifikasi Kepala Puskesmas

Menanggapi riuhnya tudingan tersebut, Kepala UPT Puskesmas Ujung Gading, Emilia, memberikan bantahan resmi atas narasi pembentakan yang beredar luas di media sosial.

Menurut Emilia, tim dokter puskesmas telah bekerja sesuai prosedur klinis. Faktanya, anak yang bersangkutan memang telah menjalani pemeriksaan fisik berupa tes buta warna, namun hasil medis menyatakan yang bersangkutan tidak memenuhi syarat (tidak lolos).

“Tidak benar (ada pembentakan). Dokter puskesmas telah melakukan tes buta warna pada anak tersebut dan tidak lolos. Dokter kemudian menyarankan agar anak tersebut datang lagi pada hari Senin dan dianjurkan untuk makan terlebih dahulu agar hasil tesnya lebih maksimal,” ujar Emilia saat dikonfirmasi wartawan, Minggu (21/6/2026).

Emilia juga menambahkan, berdasarkan data administrasi, anak tersebut diketahui berdomisili di Parit, Kecamatan Koto Balingka. Mengingat wilayah tersebut memiliki fasilitas puskesmas tersendiri, petugas menyarankan agar pemeriksaan lanjutan dilakukan di puskesmas setempat sesuai wilayah domisili guna tertib administrasi rujukan.

Sebagai langkah konkret penyelesaian masalah, pihak manajemen Puskesmas Ujung Gading menjadwalkan agenda pertemuan resmi pada hari Senin untuk meluruskan duduk perkara secara objektif.

“Insya Allah pada hari Senin kami akan melakukan klarifikasi lintas instansi dan menyertakan orang tua dari anak tersebut,” pungkas Emilia.

Tanggapan Pemerintah Kecamatan

Senada dengan kepala puskesmas, Camat Lembah Melintang, Ikhsan Chairman, memberikan pembelaan terhadap kinerja jajaran medis di wilayahnya. Berdasarkan pemantauan internal, Ikhsan menilai manajemen dan tenaga kesehatan di Puskesmas Ujung Gading telah menjalankan tugas pokok dan fungsinya secara profesional.

“Pihak puskesmas bekerja sudah sesuai dengan SOP (Standar Operasional Prosedur) dan aturan kedokteran yang berlaku. Seluruh prosedur pemeriksaan dan tata laksana pelayanan telah dilakukan secara profesional,” tegas Ikhsan.

Kasus ini kini berada di bawah pengawasan ketat masyarakat dan instansi pembina, menanti hasil dari mediasi lintas instansi yang akan digelar guna memastikan transparansi serta keadilan bagi kedua belah pihak.***

  • Penulis: Irfansyah P
  • Editor: Khairil

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati dan Ketua DPRD Pasaman Barat Terima Langsung Opini WTP LKPD 2025 di Padang

    Bupati dan Ketua DPRD Pasaman Barat Terima Langsung Opini WTP LKPD 2025 di Padang

    • calendar_month Sabtu, 30 Mei 2026
    • account_circle Irfansyah P
    • visibility 11
    • 0Komentar

    PADANG — Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat kembali menorehkan prestasi gemilang dalam bidang tata kelola keuangan. Pemkab Pasaman Barat sukses meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Sumatera Barat atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025. Istimewanya, capaian ini menandai keberhasilan Kabupaten Pasaman Barat dalam mempertahankan predikat WTP […]

  • Keji, Pasukan Israel Ubah Kuburan Warga Gaza Menjadi Barak Militer

    Keji, Pasukan Israel Ubah Kuburan Warga Gaza Menjadi Barak Militer

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
    • account_circle Said Khairil Ibad
    • visibility 10
    • 0Komentar

    GAZA – Citra satelit terbaru dari Google Earth mengungkap skala kehancuran sistematis yang masif di wilayah Gaza Selatan. Peta udara per 25 Februari 2026 memperlihatkan hilangnya kota-kota, lahan pertanian, hingga ratusan situs pemakaman yang kini beralih fungsi menjadi barak militer dan pos pertahanan Israel. Bagi warga Palestina, pembaruan data visual ini menjadi bukti konkret atas […]

  • Pelabuhan Teluk Tapang Bakal Jadi Gudang Ekspor Impor di Pesisir Pantai Barat Sumatera

    Pelabuhan Teluk Tapang Bakal Jadi Gudang Ekspor Impor di Pesisir Pantai Barat Sumatera

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • account_circle Toibin
    • visibility 104
    • 0Komentar

    SUMBARBIZ – Pelabuhan Teluk Tapang yang berada di Kecamatan Sungai Beremas, Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar), Provinsi Sumatera Barat bakal menjadi gudang ekspor impor di pesisir pantai barat Pulau Sumatera. Selain itu, kehadiran Pelabuhan Teluk Tapang sekaligus memperpendek jalur distribusi logistik dan meningkatkan daya saing ekonomi wilayah. Untuk itu, pemerintah pusat maupun daerah terus berupaya mempercepat […]

  • Peringatan Cuaca Sumatera Barat 13 Mei 2026: Waspada Potensi Hujan Lebat dan Petir di Sejumlah Wilayah

    Peringatan Cuaca Sumatera Barat 13 Mei 2026: Waspada Potensi Hujan Lebat dan Petir di Sejumlah Wilayah

    • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
    • account_circle Hanny
    • visibility 19
    • 0Komentar

    Padang, SUMBARBIZ – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas II Minangkabau merilis prakiraan cuaca untuk wilayah Sumatera Barat pada Rabu, 13 Mei 2026. Cuaca hari ini diprediksi akan didominasi oleh kondisi berawan hingga hujan dengan intensitas yang beragam di berbagai titik administratif. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi akumulasi curah hujan […]

  • Problem Pembangunan, Prabowo Dorong Kampus Jadi Mitra Strategis Pemda

    Problem Pembangunan, Prabowo Dorong Kampus Jadi Mitra Strategis Pemda

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • account_circle Hanny
    • visibility 19
    • 0Komentar

    Jakarta, SUMBARBIZ – Presiden Prabowo Subianto mendorong perguruan tinggi di seluruh Indonesia untuk berperan aktif membantu pemerintah daerah dalam menyelesaikan berbagai persoalan pembangunan, mulai dari pengelolaan sampah hingga penataan lingkungan. Hal tersebut disampaikan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto, usai diterima Presiden di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (04/05/2026). Menurut Brian, Presiden menanyakan […]

  • Buka Akses Sekolah Kedinasan Transportasi, Pasaman Barat MoU Dengan Kemenhub

    Buka Akses Sekolah Kedinasan Transportasi, Pasaman Barat MoU Dengan Kemenhub

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • account_circle Hanny
    • visibility 28
    • 0Komentar

    Pasaman Barat, SUMBARBIZ – Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat terus berupaya memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakatnya. Salah satu langkah cepat yang dilakukan tentang sekolah kedinasan transportasi, dengan menandatangani nota kesepahaman dengan Kementerian Perhubungan. Nota Kesepahaman itu dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Kementerian Perhubungan di Politeknik Pelayaran Sumatera Barat, Padang Pariaman, untuk membuka akses […]

expand_less