Ditinggal di Teras Warung Pecel, Bayi Mungil Berbaju Panda Dievakuasi Polisi
- account_circle Endri Caniago
- calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
- print Cetak

Penemuan sesosok bayi perempuan yang ditinggalkan di dalam sebuah kardus di atas meja teras rumah warga pada Senin malam (25/5/2026) sekitar pukul 20.10 WIB.
JATENG – Suasana tenang di Dukuh Plasan RT 015, Desa Sidoharjo, Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Sragen mendadak gempar. Warga setempat dikagetkan dengan penemuan sesosok bayi perempuan yang ditinggalkan di dalam sebuah kardus di atas meja teras rumah warga pada Senin malam (25/5/2026) sekitar pukul 20.10 WIB.
Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh seorang warga yang baru saja pulang dari acara pengajian. Saat melintas, saksi mendengar suara tangisan bayi yang menyayat hati dari arah teras rumah milik seorang warga bernama Rohmat. Setelah didekati, saksi terkejut menemukan bayi mungil dalam kondisi hidup di dalam kardus.
Mendapat laporan dari masyarakat, pihak kepolisian langsung bergerak cepat. Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari, melalui Kasat Reskrim AKP Agus Catur Yudo Praseno, mengonfirmasi bahwa jajarannya langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan tindakan penyelamatan dan olah tempat kejadian perkara (TKP).
“Begitu menerima laporan, anggota Polsek Sidoharjo bersama Tim Inafis Satreskrim Polres Sragen dan tim medis langsung menuju lokasi untuk melakukan evakuasi, olah TKP, serta pemeriksaan awal terhadap kondisi bayi,” ujar AKP Agus Catur Yudo Praseno saat memberikan keterangan resmi.
Berdasarkan hasil olah TKP, bayi perempuan malang tersebut diletakkan di dalam kardus cokelat bertuliskan “Teh Rio” yang ditaruh di atas meja teras. Saat ditemukan, bayi dibungkus selembar kain merah dan mengenakan pakaian bayi bermotif panda dengan tulisan “Azmy Baby”. Petugas juga mengamankan barang bukti lain berupa celana motif panda dan penutup kepala bayi berwarna cokelat.
Untuk memastikan keselamatannya, bayi tersebut segera dilarikan ke RSUD Sragen. Hasil pemeriksaan medis yang dipimpin oleh dr. Linda Dini dari RSUD Sragen bersama tim kesehatan Puskesmas Sidoharjo menunjukkan hasil yang melegakan. Bayi tersebut dinyatakan dalam kondisi sehat dan stabil.
“Bayi memiliki berat badan 2.178 gram dengan panjang badan 45 centimeter. Diperkirakan berusia sekitar lima hari saat ditemukan. Pada saat dievakuasi, tali pusar bayi sudah mengering namun belum lepas. Kondisi umumnya baik dan saat ini masih menjalani perawatan intensif di RSUD Sragen,” jelas AKP Agus.
Polisi juga mengungkap fakta pilu di balik lokasi pembuangan. Rumah milik Rohmat yang menjadi tempat ditemukannya bayi tersebut ternyata dalam keadaan kosong. Sang pemilik rumah diketahui sedang berada di rumah sakit untuk menjaga istrinya yang sedang sakit. Rumah yang sehari-hari digunakan untuk berjualan nasi pecel itu pun sedang tidak ada aktivitas.
“Diduga pelaku sengaja memilih lokasi yang dianggap aman dan sepi agar bayi tidak langsung terlihat namun tetap cepat ditemukan oleh warga sekitar,” tambah Kasat Reskrim.
Hingga saat ini, Satreskrim Polres Sragen masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengusut tuntas kasus ini dan mengungkap identitas pelaku yang tega menelantarkan darah dagingnya sendiri. Polisi telah memeriksa sejumlah saksi di sekitar lokasi dan tengah menelusuri data persalinan di fasilitas kesehatan terdekat untuk melacak keberadaan orang tua bayi.
“Kami masih melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap siapa yang meninggalkan bayi tersebut. Semua kemungkinan masih didalami, termasuk menelusuri keberadaan ibu kandung maupun pihak-pihak lain yang terlibat,” tegas AKP Agus.
Peristiwa ini menyita simpati dan perhatian besar dari warga sekitar yang merasa iba dengan nasib sang bayi di malam hari yang dingin. Pihak Polres Sragen turut mengimbau kepada masyarakat luas yang memiliki informasi sekecil apa pun terkait peristiwa ini agar segera melapor ke kantor polisi terdekat guna membantu mempercepat proses hukum.
- Penulis: Endri Caniago
- Editor: Hanny
