Atlet O2SN Pasaman Barat Siap Tempur Rebut Tiket Menuju Tingkat Nasional
- account_circle Irfansyah P
- calendar_month 11 jam yang lalu
- print Cetak

Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat resmi melepas kontingen O2SN lintas jenjang (SD hingga MA) untuk bertarung di tingkat Provinsi Sumatera Barat dihalaman rumah dinas Bupati Pasaman Barat, Minggu (21/6/2026).
PASAMAN BARAT – Rumah Dinas Bupati Pasaman Barat mendadak ramai oleh energi muda yang membara pada Minggu (21/6). Bukan untuk unjuk rasa meminta dispensasi ujian, melainkan berkumpulnya para pelajar terpilih dalam acara pelepasan resmi kontingen Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) Kabupaten Pasaman Barat menuju pertempuran sengit di tingkat Provinsi Sumatera Barat.
Mewakili Bupati Pasaman Barat, Sekretaris Daerah (Sekda) Doddy San Ismail secara resmi melepas rombongan yang terdiri atas siswa-siswi jenjang SD, SMP, SMA/SMK, hingga MA. Para pelajar ini bukan sembarang murid yang hobi rebahan di kelas, melainkan para gladiator lapangan yang siap berlaga di enam cabang olahraga, meliputi atletik, renang, senam, pencak silat, bulu tangkis, dan panjat tebing.
Dalam wejangannya, Sekda Doddy San Ismail memberikan apresiasi setinggi langit kepada para atlet yang berhasil bertahan hidup dari seleksi berjenjang yang melelahkan.
Menurut Doddy, ajang O2SN ini bukan sekadar urusan adu otot atau ajang pamer piala di media sosial, melainkan sebuah kawah candradimuka untuk membentuk mental antipasrah, disiplin baja, dan sportivitas tinggi.
“Bertandinglah dengan penuh semangat dan percaya diri. Jadilah atlet yang sehat, berbakat, berprestasi, dan menjunjung tinggi sportivitas,” ujar Doddy memberikan asupan motivasi.
Menyadari bahwa mental juara tidak instan, ia juga meminta para siswa menikmati setiap cucuran keringat sebagai investasi masa depan mereka.
Tak lupa, Sekda juga memberikan “surat tugas khusus” bernada jenaka kepada para pelatih, official, wasit pendamping, dan orang tua. Ia secara simbolis menitipkan anak-anak tersebut agar dipantau ketat, terutama urusan asupan makanan dan waktu tidur, agar tidak ada atlet yang lesu di lapangan akibat begadang.
“Kami titipkan anak-anak kami kepada para official dan pelatih. Jaga kesehatan, keselamatan, serta kebutuhan mereka selama mengikuti pertandingan,” katanya, memberikan tanggung jawab berat yang membuat para pelatih mengangguk mantap.
Mirip Proses Survival Show, Kadisdik Targetkan Tiket Nasional
Di sisi lain, Kepala Dinas Pendidikan Pasaman Barat, Imter Pedri, memaparkan bahwa perjalanan para atlet ini sebetulnya cukup dramatis mirip acara pencarian bakat di televisi.
Proses seleksi ketat di tingkat sekolah dan kecamatan sudah dicicil sejak Maret hingga April 2026, lalu disaring kembali di tingkat kabupaten pada Mei lalu demi menyisakan bibit-bibit terbaik.
Targetnya pun jelas dan tidak main-main. Siapa saja yang berhasil menggondol medali emas di tingkat provinsi otomatis akan langsung dipesan untuk mewakili Sumatera Barat di O2SN tingkat nasional yang dijadwalkan berlangsung pada 17–22 Agustus mendatang.
Namun, Imter memberikan catatan kaki yang cukup tebal bagi seluruh kontingen. Prestasi memang penting untuk mengharumkan nama sekolah, tetapi menjaga adab dan nama baik daerah jauh lebih krusial.
“Prestasi penting, tetapi menjaga harkat dan martabat Pasaman Barat juga tidak kalah penting. Tunjukkan sikap disiplin, santun, dan sportif. Jadilah duta terbaik daerah di mana pun berada,” tegas Imter membumikan ekspektasi.
Acara pelepasan tersebut ditutup dengan foto bersama dan jabat tangan penuh takzim. Turut hadir dalam seremoni tersebut Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VI, para kepala sekolah yang bangga, serta barisan pelatih yang tampak sudah tidak sabar menyusun strategi di tepi lapangan.
Kini, publik Pasaman Barat tinggal menunggu pembuktian dari para duta olahraga ini: apakah mereka akan pulang membawa medali emas, atau minimal membawa cerita pengalaman yang tak terlupakan.
- Penulis: Irfansyah P
