Rezeki Nomplok dari Bekasi: 441 Warga Pasbar Diguyur Bantuan, dari Paket Dapur hingga Sunatan Massal Gratis
- account_circle Irfansyah P
- calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
- print Cetak

Kementerian Sosial RI menyalurkan bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) kepada 441 penerima manfaat di Kabupaten Pasaman Barat.
PASAMAN BARAT — Aula Rumah Dinas Bupati Pasaman Barat mendadak penuh dengan aura kebahagiaan yang hakiki pada Rabu (24/6/2026). Kementerian Sosial RI yang kali ini datang jauh-jauh dari Sentra Terpadu Pangudi Luhur Bekasi sukses menggelar hajatan bakti sosial skala besar dengan membagikan paket Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) kepada 441 warga beruntung.
Sebuah bukti nyata bahwa pemerintah pusat akhirnya “ingat” kalau di pelosok Sumatra Barat ada warga yang butuh modal masak sampai urusan potong burung.
Bupati Happy, Pemerintah Pusat Akhirnya “Nongol” di Pelosok
Bupati Pasaman Barat, Yulianto, yang hadir bersama Ketua LKKS Sifrowati Yulianto, tampak semringah dan tidak bisa menyembunyikan rasa bahagianya. Dalam sambutannya yang penuh haru biru, sang Bupati memuji habis-habisan Kemensos karena bantuan ini dianggap sebagai bukti otentik bahwa Jakarta tidak melupakan Pasbar.
“Saya berpesan agar penerima manfaat memanfaatkan bantuan ini sebaik-baiknya,” ujar Bupati Yulianto, yang tampaknya memberi kode keras agar paket dapur tidak mendadak dijual lagi di Facebook Marketplace.
Tak tanggung-tanggung, selain membawa seambreg barang gratisan, pemerintah juga melempar janji manis berupa pembangunan Sekolah Rakyat plus asrama di kawasan Jalur 32.
Sekolah ini konon didedikasikan untuk anak-anak kurang mampu demi menyokong visi mulia Presiden Prabowo Subianto dalam mencetak generasi Indonesia Emas. Sebuah cita-cita tinggi yang tentu saja hanya bisa tercapai kalau asramanya nanti tidak berubah fungsi menjadi tempat tidur siang massal.
Rincian Bantuan: Dari Urusan Nutrisi Sampai Sunatan Berjamaah
Kepala Sentra Terpadu Pangudi Luhur Bekasi, Budi Satrio, menjelaskan bahwa 441 penerima manfaat ini bukanlah warga sembarangan, melainkan mereka yang berada di klaster “Desil 1 dan Desil 2” alias warga yang dompetnya sedang dalam mode kritis.
Budi menyebut bantuan ini adalah hasil “prosedur jemput bola” setelah Bupati Pasbar rajin main dan bertamu ke kantor Kemensos beberapa waktu lalu.
Bagi Anda yang penasaran dengan apa saja isi logistik pemancing kebahagiaan tersebut, berikut adalah rincian daftarnya:
-
Nutrisi: 207 paket (siap memperbaiki gizi yang telanjur pudar)
-
Sarana Kamar: 290 paket (demi kualitas rebahan yang lebih estetik)
-
Sarana Dapur: 203 paket (supaya asap dapur ngebul tanpa perlu pinjol)
-
Kebersihan Diri: 282 paket (kampanye wangi gratis dari pemerintah)
-
Peralatan Sekolah: 32 paket
-
Alat Bantu Aksesibilitas: 61 unit
-
Kewirausahaan: 11 paket (modal awal jadi bos kecil-kecilan)
-
Khitanan: 117 anak (kuota potong gratis paling dinanti para orang tua)
Safari Sunatan dan Alat Bantu Dengar: Dari Klinik hingga ke Nagari
Setelah prosesi seremonial yang penuh jabat tangan dan senyum pepsodent selesai, Ketua LKKS Pasbar, Sifrowati Yulianto, langsung tancap gas memimpin rombongan untuk melakukan inspeksi mendadak ke Klinik Arisha.
Di sana, mereka meninjau langsung 117 anak yang sedang berjuang menahan tangis demi sebuah status “baru” melalui program khitanan gratis.
Petualangan sosial rombongan tidak berhenti di urusan potong-memotong. Rombongan melanjutkan safari ke Batang Biyu, Kecamatan Pasaman, untuk membagikan paket bagi para lansia dan penyandang disabilitas.
Perjalanan panjang hari itu ditutup dengan manis di Nagari Kapa, di mana petugas membagikan alat bantu dengar. Kini, warga Nagari Kapa akhirnya bisa mendengar dengan jelas gosip tetangga maupun janji-janji manis program pemerintah berikutnya.***
- Penulis: Irfansyah P
