Daftar Lengkap Harga TBS Sawit Pasaman Barat Update Kamis 25 Juni
- account_circle Irfansyah P
- calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
- print Cetak

Ilustrasi bongkar buah Kelapa Sawit di Pabrik Kelapa Sawit (gambar AI)
PASAMAN BARAT — Sebuah kabar penting bagi pemilik pohon berduri peloncat rezeki. Berdasarkan maklumat suci bin resmi yang dirilis Pemkab Pasaman Barat pada hari Kamis, 25 Juni 2026, peta kekuatan ekonomi dunia persawitan kembali diperbarui.
Hasil pantauan dari udara, darat, dan antrean truk menunjukkan bahwa harga Tandan Buah Segar (TBS) di wilayah ini sedang berada dalam kondisi “gagah perkasa” meski tetap memicu stratifikasi sosial di antara para petaninya.
Bupati Pasaman Barat, Yulianto, yang fotonya terpampang rapi dengan seragam putih bersih seolah siap menyambut kedatangan truk pengangkut buah, mengumumkan bahwa Harga Tertinggi TBS hari ini sukses bertengger di angka estetis Rp 3.754,06 per kilogram.
Angka cantik di kepala tiga ini disinyalir cukup kuat untuk membuat kalkulator di warung kopi mendadak nge-blank karena terlalu sering dipakai menghitung proyeksi cicilan mobil baru.
Namun, seperti halnya kehidupan, selalu ada hukum dualisme. Di sudut lain, tercatat Harga Terendah mendarat darurat di angka Rp 3.085 per kilogram. Sebuah kesenjangan yang cukup untuk membuat buah sawit yang berada di harga terendah merasa minder saat berpapasan dengan buah sawit premium di jalan lintas Sumatra.
Kisah Elit Global “Si Paling Mitra”
Bagi Anda yang beruntung menyandang status “Mitra Plasma” atau “Mitra Swadaya”, hari Kamis ini adalah hari penuh berkat. Berdasarkan dokumen rahasia umum rilis terbaru, gerombolan perusahaan elit seperti PT Bina Tani Nusantara (BTN), PT Agrowiratama, PT Gersindo, PT Andalas Agro Industri (AAI), dan PT Laras Internusa (LIN) kompak memasang angka maksimal Rp 3.754,06 pada jalur Mitra Plasma.
Tak mau kalah, PT Rimbo Panjang Sumber Makmur (RPSM) dan PT Gunung Sawit Abadi (GSA) juga ikut memanjakan kaum Mitra Swadaya dengan angka yang sama persis hingga dua angka di belakang koma. Kompaknya harga ini mengalahkan kekompakan bapak-bapak komplek saat ronda malam.
Nasib Pejuang Solo (Non-Mitra)
Sementara itu, bagi para pejuang mandiri alias “Non-Mitra” yang hobi hidup bebas tanpa ikatan kontrak komitmen, Anda harus rela menghadapi realita yang sedikit berliku. Di PT Bina Tani Nusantara (BTN), buah sawit non-mitra dihargai di titik nadir Rp 3.085 per kilogram.
Beruntung, jika truk Anda melipir sedikit ke PT PTPN IV Regional IV, harganya agak mendingan di angka Rp 3.400 per kilogram. Di sini kita belajar bahwa berkomitmen dengan pabrik ternyata jauh lebih menghasilkan ketimbang memilih jalur “jomblo” independen.
Kabar Gembira untuk Kaum Pecinta Brondolan
Jika Anda lelah mengangkut satu tandan penuh, jangan berkecil hati. Untuk kategori “Brondolan” alias buah sawit yang lepas dari genggaman keluarganya, PT Rimbo Panjang Sumber Makmur (RPSM) berani meminangnya dengan mahar yang sangat seksi, yaitu Rp 3.600 per kilogram.
Angka ini membuktikan bahwa yang terpisah dan tercecer pun terkadang punya nilai yang jauh lebih dihargai daripada mereka yang masih terikat dalam tandan tapi salah masuk pabrik.
Hingga berita ini diturunkan, dilaporkan belum ada tanda-tanda diler mobil setempat kehabisan stok, namun para sales diimbau untuk mulai menebar senyum paling manis kepada setiap orang yang pakaiannya ketempelan getah sawit.***
- Penulis: Irfansyah P
