Enam Atlet Pasaman Barat Boyong Medali Emas di Sawahlunto
- account_circle Irfansyah P
- calendar_month Minggu, 28 Jun 2026
- print Cetak

Kontingen Shorinji Kempo Pasaman Barat meraih peringkat 9 dari 29 daerah di Kejurnaswil Piala Ketua Umum Perkemi Sumbar 2026.
SAWAHLUNTO — Siapa bilang datang dengan rombongan kecil harus pulang dengan tangan hampa? Kontingen Shorinji Kempo Pasaman Barat membuktikan sebaliknya. Di ajang Kejuaraan Nasional Wilayah (Kejurnaswil) Piala Ketua Umum Perkemi Sumatera Barat 2026 yang digelar di Kota Sawahlunto, 22–27 Juni 2026, enam atlet asal Kabupaten Pasaman Barat sukses membawa pulang empat medali berkilau yakni dua emas, satu perak, dan satu perunggu.
Cukup untuk menempatkan Pasaman Barat peringkat 9 dari 29 Kabupaten/Kota se-Sumatera. Angka sembilan memang bukan satu, tapi kalau dihitung dari total peserta, ini seperti masuk top 10 dari battle royale olahraga bela diri.
Dua Emas dari Winda dan Wiratul: Konsisten Sejak Babak Penyisihan
Medali emas pertama disabet Winda Gusti Laila di kelas 55 kg dewasa putri. Di kelas 60 kg remaja putra, Wiratul Muslim menyusul dengan penampilan yang tak kalah memukau. Keduanya tampil konsisten sejak babak penyisihan hingga final, seolah-olah sudah memesan kursi paling depan di podium sebelum turnamen dimulai.
Tak berhenti di situ, Nichi Putri Salwa menambah koleksi medali dengan perak di kelas 54 kg remaja putri setelah berhasil lolos ke partai final. Sementara Khansa Hania Nafisa menyumbangkan medali perunggu di kelas 45 kg remaja putri.
Empat dari enam atlet naik podium? Rasio keberhasilan yang bisa membuat tim lain iri tanpa harus membuat story Instagram panjang lebar.
Komentar Ketua dan Pelatih: Bangga, Tapi Tetap Rendah Hati
Ketua Shorinji Kempo Pasaman Barat, AKP Zulfikar, tak menyembunyikan kebanggaannya. “Prestasi ini kebanggaan bagi Kabupaten Pasaman Barat. Terima kasih kepada atlet yang berjuang maksimal, pelatih yang bekerja keras, serta semua pihak yang mendukung. Semoga ini menjadi motivasi untuk meningkatkan prestasi di kejuaraan yang lebih tinggi,” ujarnya, Sabtu (27/6).
Sementara itu, pelatih Salmi menyebut hasil tersebut bukan sekadar keberuntungan. “Target kami bukan hanya medali, tetapi juga membentuk mental juara dan menambah pengalaman bertanding. Raihan ini menjadi modal penting untuk kejuaraan berikutnya,” kata Salmi.
Jadi, medali emas itu bonus, yang utama adalah mindset juara yang tidak bisa ditimbang di timbangan digital.
Perjalanan Kontingen: Dilepas dengan Harapan, Pulang dengan Bukti
Sebelum berangkat, kontingen dilepas Sekretaris Umum Shorinji Kempo Pasaman Barat, Yudhinal Reviola. Enam atlet yang didampingi pelatih Salmi ini berangkat dengan bekal latihan intensif dan doa dari keluarga besar Perkemi Pasbar.
Pulangnya, mereka tidak hanya membawa medali, tetapi juga bukti bahwa pembinaan atlet berkelanjutan di Kabupaten Pasaman Barat tidak sekadar wacana di rapat koordinasi.
Harapan ke Depan: Memperkuat Posisi Pasbar sebagai Lumbung Atlet
Keikutsertaan di Kejurnaswil Piala Ketua Umum Perkemi Sumbar 2026 menjadi bagian dari program pembinaan atlet jangka panjang. Prestasi ini diharapkan memotivasi generasi muda untuk menekuni olahraga bela diri, sekaligus memperkuat posisi Pasaman Barat sebagai penghasil atlet berprestasi di kancah regional maupun nasional.
Dengan modal empat medali dan pengalaman bertanding di Kota Sawahlunto, kontingen Shorinji Kempo Pasaman Barat kini punya PR baru yakni mempertahankan momentum dan menambah jumlah atlet untuk kejuaraan berikutnya. Karena di dunia olahraga, yang namanya podium tidak pernah cukup untuk sekali naik. ***
- Penulis: Irfansyah P
