Lewat Kejurwil Forki, Limapuluh Kota Perkenalkan Potensi Wisata dan Ekonomi Daerah
- account_circle Mahwel
- calendar_month Sabtu, 11 Jul 2026
- print Cetak

Forki Limapuluh Kota Gelar Kejurwil Sumatera: Geliatkan Ekonomi dan Sport Tourism di Tanjung Pati
LIMAPULUH KOTA – Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (Forki) Kabupaten Limapuluh Kota sukses mengintegrasikan agenda olahraga dengan pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi.
Melalui gelaran Kejuaraan Wilayah (Kejurwil) Forki se-Sumatera, daerah ini memanfaatkan momentum kompetisi untuk memperkenalkan kekayaan potensi wisata dan ekonomi daerah kepada khalayak luas.
Resmi dibuka pada Sabtu (11/7/2026), ajang bergengsi ini berpusat di Aula Politani Tanjung Pati. Pembukaan dihadiri langsung oleh Bupati Limapuluh Kota, Safni Sikumbang, beserta jajaran pengurus Forki tingkat provinsi, yang memberikan dukungan penuh terhadap sinergi antara prestasi olahraga dan kemajuan daerah.
Dorong Sport Tourism Melalui Sinergi Olahraga dan Wisata
Ketua Forki Limapuluh Kota, Nurkhalis Dt Bijo Dirajo, menegaskan bahwa esensi dari Kejurwil ini tidak sekadar menjadi ajang bertanding kemampuan bela diri di atas matras. Lebih dari itu, kompetisi regional ini diproyeksikan sebagai pintu gerbang promosi wilayah yang strategis.
”Jika digabungkan dengan atlet, ofisial, dan pendamping, ada lebih dari 1.000 tamu yang hadir di Limapuluh Kota selama tiga hari ke depan. Ini pasti mendongkrak ekonomi masyarakat sekaligus memperkenalkan tempat wisata kita,” ujar Nurkhalis Dt. Bijo saat memberikan sambutan.
Konsep yang diusung dalam agenda ini adalah Sport Tourism, sebuah skema di mana para pendatang tidak hanya fokus pada kompetisi, tetapi juga diajak untuk menikmati keindahan alam dan kebudayaan setempat.
Dengan kehadiran ribuan mata, sektor penginapan, kuliner, dan pusat oleh-oleh di sekitar Tanjung Pati dipastikan mengalami lonjakan perputaran modal secara signifikan.
Ratusan Karateka Sumatera Unjuk Gigi
Secara teknis, Kejurwil Sumatera kali ini menyajikan persaingan yang sangat ketat. Berdasarkan laporan panitia, ajang ini mempertandingkan sebanyak 60 kelas cabang karate.
Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan tak kurang dari 850 atlet yang berasal dari berbagai provinsi di pulau Sumatera, antara lain Sumatera Utara, Riau, Jambi, Bengkulu, hingga tuan rumah Sumatera Barat.
Ketua Panitia Pelaksana, Egon Febri, menambahkan bahwa selain memberikan stimulus bagi ekonomi daerah, sasaran utama dari kejuaraan ini adalah aspek pembinaan internal cabor karate. Kompetisi skala regional dinilai menjadi indikator yang valid untuk mengukur kesiapan fisik dan mental para praktisi karate.
”Kami ingin melihat hasil pembinaan yang telah dilakukan di masing-masing daerah, serta menemukan talenta baru yang siap bertanding di tingkat yang lebih tinggi,” kata Egon Febri.
Melalui pembinaan yang matang, diharapkan para atlet muda mampu bertransisi menuju sirkuit nasional maupun internasional secara kompetitif.***
- Penulis: Mahwel
- Editor: Hanny
