FORKI se-Sumatera Sukses Digelar, Geliat ‘Sport Tourism’ Angkat UMKM dan Pariwisata Limapuluh Kota
- account_circle Sukrianto
- calendar_month Minggu, 12 Jul 2026
- print Cetak

FORKI Se-Sumatera Sukses Digelar: Dongkrak Ekonomi Wisata Limapuluh Kota dan INKADO Sumbar Juara Umum
LIMAPULUH KOTA – Penyelenggaraan Kejuaraan Wilayah Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) se-Sumatera resmi ditutup pada Minggu (12/7/2026). Sesuai dengan struktur piramida terbalik, esensi utama dari perhelatan akbar ini tidak sekadar melahirkan jawara di atas matras tatami, melainkan sukses memicu efek domino yang luar biasa bagi sektor perekonomian dan pariwisata di Kabupaten Limapuluh Kota. Kehadiran ratusan kontingen terbukti ampuh menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat pasca-kompetisi.
Ketua FORKI Limapuluh Kota, Nurkhalis Dt Bijo Dirajo, seusai menutup agenda resmi tersebut menyampaikan bahwa strategi mengawinkan olahraga dengan pariwisata (sport tourism) adalah kunci utama di balik kesuksesan multi-efek ini. Turnamen yang mempertemukan total 850 karateka berbakat dari lima provinsi di seluruh pulau Sumataera ini tak pelak mengubah wajah kabupaten menjadi pusat perhatian selama beberapa hari penuh.
Denyut Nadi Ekonomi Bergerak: Sektor UMKM dan Penginapan Ketiban Untung
Penyelenggaraan kejuaraan FORKI ini menorehkan catatan manis pada buku pendapatan para pelaku usaha lokal. Arus kedatangan 850 karateka yang belum termasuk tim pelatih, pelapis, official, dan keluarga atlet yang mendampingi, membuat perputaran uang di daerah tersebut meningkat tajam.
“Kami memang sengaja mengonsep acara ini dengan nafas Sport Tourism. Lewat kejuaraan karate, kami sekaligus membuka gerbang promosi untuk memperlihatkan keelokan alam kepada setiap pasang mata tamu yang datang,” ujar Nurkhalis Dt Bijo Dirajo.
Dampak nyata dari strategi tersebut langsung dirasakan di lapangan. Kamar-kamar penginapan dan homestay di sekitar lokasi acara dilaporkan habis dipesan, jasa angkutan umum kebanjiran penumpang, hingga sektor kuliner dan komoditas UMKM lokal laris manis diborong oleh para pelancong olahraga ini sebagai buah tangan.
Mempromosikan Wisata Lembah Harau hingga Kelok Sembilan
Selain fokus pada urusan medali, pihak panitia dan FORKI setempat juga mendorong para peserta untuk meluangkan waktu menikmati eksotisme alam ranah Minang. Tokoh adat sekaligus pemimpin olahraga itu berharap para karateka membawa pulang memori indah yang utuh, baik dari segi kompetisi maupun keindahan alam.
Sejumlah destinasi ikonik menjadi target kunjungan para peserta di sela-sela maupun setelah jadwal pertandingan usai. Pesona tebing granit vertikal di Wisata Lembah Harau, kesejukan pemandian alam Kapalo Banda, hingga kemegahan infrastruktur jalan layang Kelok Sembilan menjadi lokasi favorit para atlet untuk mengabadikan momen kunjungan mereka di Kabupaten Limapuluh Kota.
“Bukan cuma medali yang berharga, tapi pengalaman menikmati indahnya Lembah Harau dan Kelok Sembilan juga harus dibawa pulang ke provinsi masing-masing,” tambah Dt. Bijo sembari tersenyum.
INKADO Sumatera Barat Segel Gelar Juara Umum
Di arena pertempuran bela diri, tensi tinggi dan sportivitas tersaji sepanjang turnamen. Korps karateka INKADO Sumatera Barat tampil digdaya dan sukses menasbihkan diri sebagai Juara Umum kejuaraan FORKI se-Sumatera kali ini. Mereka mendominasi perolehan medali dengan membawa pulang total 14 medali emas, 7 perak, dan 23 perunggu.
Sementara itu, tim tuan rumah FORKI Kabupaten Limapuluh Kota harus puas mengamankan posisi runner-up atau peringkat kedua. Kendati bertindak sebagai penyelenggara, ketatnya persaingan memaksa mereka menyudahi kompetisi dengan raihan 11 medali emas, 22 perak, dan 29 perunggu. Di posisi ketiga, menyusul ketat perwakilan dari KKN Squad yang juga tampil impresif sepanjang laga.
Sebagai penutup, Nurkhalis Dt Bijo Dirajo memberikan pesan penyejuk sekaligus pembakar motivasi bagi seluruh peserta yang telah menuntaskan laga.
“Bagi para karateka yang menang, jadikan ini batu loncatan untuk terus berkarya di tingkat yang lebih tinggi. Bagi yang belum sukses hari ini, jangan pernah putus asa. Pulang, evaluasi teknik, perbaiki kemampuan, dan buktikan ketangguhan kalian di ajang berikutnya,” katanya dengan tegas.***
- Penulis: Sukrianto
- Editor: Khairil
