BREAKING NEWS
light_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » NASIONAL » Nasib Pilu Petani Sawit, Harga TBS Sumatera-Kalimantan Rontok Akibat Ketidakpastian Regulasi

Nasib Pilu Petani Sawit, Harga TBS Sumatera-Kalimantan Rontok Akibat Ketidakpastian Regulasi

  • account_circle Endri Caniago
  • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
  • print Cetak

JAKARTA — Kebijakan pemerintah yang berencana membentuk PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) sebagai eksportir tunggal komoditas strategis memicu guncangan hebat di sektor perkebunan kelapa sawit. Harga Tandan Buah Segar (TBS) di tingkat petani dilaporkan ambruk akibat pelaku pasar yang memilih untuk menahan diri.

Ketua Perhimpunan Organisasi Petani Sawit Indonesia (POPSI), Mansuetus Darto, mengungkapkan bahwa pengumuman mengenai PT DSI telah menciptakan ketidakpastian yang berujung pada kepanikan pasar dan spekulasi. Aktivitas perdagangan Crude Palm Oil (CPO) pun mengalami penurunan drastis.

“Ketidakpastian ini memicu kepanikan pasar, spekulasi, dan penurunan aktivitas perdagangan yang akhirnya langsung menekan harga CPO dan harga TBS petani,” ujar Darto dalam keterangan resminya, Jumat (22/5/2026).

Menurut Darto, situasi di lapangan kian memprihatinkan karena banyak pelaku usaha sawit yang menghentikan operasional pembelian. Akibatnya, buah sawit milik petani independen tidak terserap, membusuk di kebun, dan kehilangan nilai jual.

POPSI mencatat, dalam hitungan hari, harga tender CPO merosot tajam dari Rp 15.300 per kilogram menjadi Rp 12.150 per kilogram. Penurunan ini berdampak langsung pada anjloknya harga TBS di berbagai provinsi sentral sawit.

Di Sumatera Selatan, harga TBS anjlok paling dalam dari Rp 3.577 menjadi Rp 2.722 per kilogram. Penurunan signifikan juga terjadi di Sumatera Utara dari Rp 3.299 menjadi Rp 2.899 per kilogram, diikuti Jambi yang turun dari Rp 3.266 menjadi Rp 2.944 per kilogram. Sementara itu, di Kalimantan Tengah, harga terpangkas dari Rp 3.483 menjadi Rp 3.163 per kilogram.

Darto menilai, akar permasalahan berada pada regulasi dan mekanisme pelaksanaan kebijakan yang belum jelas. Pelaku usaha saat ini buta terhadap mekanisme perdagangan, pembayaran, pembentukan harga, hingga mitigasi risiko bisnis pasca-beroperasinya PT DSI.

Untuk meminimalkan risiko, perusahaan pengolahan sawit kini cenderung memprioritaskan pembelian bahan baku dari kebun inti mereka sendiri. Akibatnya, petani swadaya yang tidak memiliki jaringan pabrik sendiri menjadi pihak yang paling dirugikan.

“Akhirnya kembali menekan harga TBS petani, bahkan petani tidak bisa panen kalau pabrik-pabrik itu tutup untuk mencegah kerugian mereka,” tambah Darto.

Menanggapi alasan pemerintah terkait pembentukan PT DSI untuk mengatasi under invoicing (manipulasi data nilai ekspor), POPSI memberikan catatan kritis. Darto menjelaskan bahwa perbedaan harga dalam penjualan ekspor sawit adalah hal yang lumrah dan diatur dalam mekanisme perdagangan internasional, seperti skema Free on Board (FOB) dan Cost, Insurance, and Freight (CIF).

Faktor eksternal seperti risiko pengiriman, klaim kualitas, perubahan kadar air, hingga komplain dari pembeli global sangat memengaruhi harga akhir transaksi.

“Karena itu, perbedaan harga ekspor tidak selalu dapat dianggap sebagai praktik transfer pricing atau under invoicing,” tegas Darto.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa jaringan logistik, bulking station, armada tanker, hingga reputasi pasar global yang ada saat ini merupakan hasil investasi sektor swasta selama puluhan tahun. Pembeli internasional tidak hanya mencari pasokan, melainkan juga kepastian pengiriman dan manajemen risiko yang kredibel.

Sebagai solusi, POPSI mendesak pemerintah agar PT DSI tidak diposisikan sebagai eksportir tunggal. BUMN baru tersebut disarankan untuk fokus pada fungsi pengawasan administratif, seperti pencatatan, monitoring, dokumentasi, dan transparansi data ekspor. Jika tidak, POPSI meminta rencana eksportir tunggal tersebut dibatalkan agar pembentukan harga tetap berjalan melalui pasar yang kompetitif dan terbuka.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mencanangkan pembentukan BUMN khusus eksportir tunggal ini demi menghentikan praktik under invoicing yang ditengarai merugikan negara hingga Rp 15.400 triliun selama 34 tahun terakhir.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, membenarkan nomenklatur badan usaha tersebut. “Pak Menteri Investasi/Kepala BKPM sudah membentuk yang namanya PT Danantara Sumber Daya Indonesia. Nanti dijelaskan lebih lanjut,” tutur Airlangga saat ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (20/5/2026).

  • Penulis: Endri Caniago
  • Editor: Hanny

Rekomendasi Untuk Anda

  • ASN Pasaman Barat Diingatkan Jangan Sombong Dan Rajin Bayar Pajak

    ASN Pasaman Barat Diingatkan Jangan Sombong Dan Rajin Bayar Pajak

    • calendar_month Rabu, 8 Jul 2026
    • account_circle Hanny
    • visibility 21
    • 0Komentar

    PASAMAN BARAT — Menjadi seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan seragam rapi dan tanda jabatan mentereng di pundak memang kerap kali membuat dada sedikit membusung. Namun, dalam apel gabungan yang digelar di halaman Kantor Bupati pada Senin (6/7), atmosfer mendadak berubah menjadi sesi “kultum” penuh sindiran menohok. Dengan nada tegas namun sarat akan pesan mendalam, […]

  • Data BPS: Angkatan Kerja Pasaman Barat Tumbuh 2,92 Persen

    Data BPS: Angkatan Kerja Pasaman Barat Tumbuh 2,92 Persen

    • calendar_month Sabtu, 30 Mei 2026
    • account_circle Endri Caniago
    • visibility 33
    • 0Komentar

    PASAMAN BARAT – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pasaman Barat resmi menerbitkan laporan publikasi terbaru mengenai kondisi ketenagakerjaan daerah. Laporan berkala ini secara khusus memotret indikator-indikator penting ketenagakerjaan hingga periode Agustus 2024 dengan tahun rilis 29 Agustus 2025. Data yang dirilis ke publik ini dihimpun secara komprehensif melalui Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas). Melalui instrumen […]

  • Kisah Yulianto Meniti Karier Dari Bawah Hingga Menjadi Bupati Pasaman Barat

    Kisah Yulianto Meniti Karier Dari Bawah Hingga Menjadi Bupati Pasaman Barat

    • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
    • account_circle Bangun S
    • visibility 41
    • 0Komentar

    PASAMAN BARAT – Kepemimpinan yang kuat sering kali lahir dari proses panjang dan rekam jejak yang teruji langsung di tengah masyarakat. Hal inilah yang melekat pada sosok Yulianto, politikus senior yang kini kembali dipercaya mengemban amanah besar sebagai Bupati Pasaman Barat periode 2025–2030. Jabatan ini sekaligus menandai periode keduanya memimpin bumi Tuah Basamo setelah sebelumnya […]

  • Mabuk Tuak Berujung Pidana Penganiayaan Sadis di Wilayah Pasaman Barat

    Mabuk Tuak Berujung Pidana Penganiayaan Sadis di Wilayah Pasaman Barat

    • calendar_month Minggu, 5 Jul 2026
    • account_circle Endri Caniago
    • visibility 21
    • 0Komentar

    PASAMAN BARAT — Jangan pernah mencampuradukkan alkohol, perjalanan malam, dan senjata tajam di dalam satu kendaraan jika Anda tidak ingin berakhir mengenakan rompi oranye. Pelajaran berharga ini tampaknya gagal dipahami oleh AR (31). Pria asal Pasaman Barat ini terpaksa berurusan dengan pihak polisi akibat dugaan tindak pidana penganiayaan berat yang dilakukannya terhadap temannya sendiri menggunakan […]

  • Sebanyak 212 Calon Siswa Polda Sumbar Dinyatakan Lulus Menuju Pendidikan

    Sebanyak 212 Calon Siswa Polda Sumbar Dinyatakan Lulus Menuju Pendidikan

    • calendar_month Minggu, 5 Jul 2026
    • account_circle Hanny
    • visibility 65
    • 0Komentar

    PADANG — Hari penghakiman bagi para pemburu seragam cokelat di Sumatera Barat akhirnya tiba juga. Polda Sumbar secara resmi mengetuk palu sidang kelulusan tingkat Panitia Daerah (Panda) untuk penerimaan Bintara dan Tamtama Polri TA 2026. Acara yang penuh dengan tetesan air mata kebahagiaan dan tentu saja sedikit drama sport jantung ini digelar mewah di Ruang […]

  • Bupati Pasaman Barat Perjuangkan Revitalisasi 59 Sekolah ke Kemendikdasmen

    Bupati Pasaman Barat Perjuangkan Revitalisasi 59 Sekolah ke Kemendikdasmen

    • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
    • account_circle Hanny
    • visibility 33
    • 0Komentar

    Pasaman Barat, SUMBARBIZ – Bupati Pasaman Barat Yulianto memperjuangkan bantuan dana tambahan revitalisasi serta rencana pengembangan sekolah terintegrasi ke Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah(Kemendikdasmen), Jakarta Pusat. Selain itu, Bupati Yulianto juga memperjuangkan rencana pengembangan sekolah terintegrasi, pada Rabu (6/5). Dalam pertemuan tersebut, Bupati Yulianto didampingi Kepala Dinas Pendidikan Pasaman Barat, Imter Pedri. Audiensi diterima oleh […]

expand_less