BREAKING NEWS
light_mode
Trending Tags
Beranda » PENDIDIKAN » Belum Selesai Urusan Guru Inggris Prabowo Sudah Kepincut Bahasa Prancis

Belum Selesai Urusan Guru Inggris Prabowo Sudah Kepincut Bahasa Prancis

  • account_circle Endri Caniago
  • calendar_month Minggu, 31 Mei 2026
  • print Cetak

JAKARTA — Ada oleh-oleh menarik yang dibawa pulang oleh Presiden Prabowo Subianto dari kunjungan kenegaraannya ke Paris. Bukan sekadar komitmen investasi atau kerja sama pertahanan, melainkan sebuah pekerjaan rumah baru yang siap membuat kepala para kepala sekolah dan guru di tanah air berdenyut kencang. Langsung dari menara Eiffel, sang Presiden menginstruksikan agar seluruh sekolah di Indonesia mulai belajar bahasa Prancis.

“Semua sekolah harus belajar bahasa Prancis,” begitu titah sang Presiden pada Kamis (28/05/2026). Sebuah instruksi yang terdengar sangat elegan, borjuis, dan tentu saja sangat Paris. Namun, bagi dunia pendidikan kita yang masih terseok-seok di jalur reguler, instruksi ini bak petir di siang bolong.

Kebijakan “kepincut bahasa asing” pasca-kunjungan luar negeri ini sebenarnya bukan barang baru bagi Prabowo. Kilas balik ke akhir tahun lalu, tepatnya pada 23 Oktober 2025, Presiden juga pernah melontarkan janji serupa: memprioritaskan pembelajaran bahasa Portugis dalam sistem pendidikan Indonesia.

Publik pun mulai berseloroh, kurikulum bahasa di Indonesia tampaknya sangat bergantung pada paspor perjalanan dinas sang kepala negara. Jika tahun lalu kita bersiap menyapa dunia dengan “Obrigado”, kini kita dipaksa fasih berucap “Merci beaucoup”.

Realita Pahit di Balik Ambisi Kosmopolitan

Di atas kertas, menguasai banyak bahasa asing akan membuat anak-anak bangsa terlihat keren di panggung global. Namun, mari kita turunkan kaki ke bumi dan melihat data dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Fakta mengejutkan menunjukkan bahwa saat ini, sekitar 90.000 sekolah di Indonesia ternyata belum memiliki guru bahasa Inggris.

Padahal, jika merujuk pada regulasi yang sudah diketok, bahasa Inggris resmi dimasukkan sebagai mata pelajaran wajib bagi anak kelas 3 SD mulai tahun ajaran 2026/2027 ini. Mengajarkan bahasa Inggris yang merupakan lingua franca dunia saja kita masih utang 90.000 guru, entah dari mana pemerintah akan menyulap puluhan ribu guru penutur bahasa Prancis dalam waktu semalam.

Apakah para guru honorer nantinya akan dipaksa belajar mandiri lewat aplikasi ponsel pintar demi memenuhi ambisi ini?

Pakar pendidikan, Itje Chodijah, sejak awal sudah mengernyitkan dahi dan mempertanyakan urgensi dari kebijakan-kebijakan instan seperti ini—terutama saat wacana bahasa Portugis mengemuka tahun lalu.

Itje menyoroti satu hal logis yang tampaknya luput dari ruang rapat istana: mengajarkan bahasa asing di sekolah membutuhkan guru yang memang lulusan linier dari bahasa tersebut.

“Kita tidak bisa menunjuk sembarang guru matematika atau guru olahraga untuk mendadak mengajarkan konjugasi kata kerja Prancis yang rumit itu”

Ulasan dari Berbagai Sisi: Ego Versus Kebutuhan Nyata

Dari sisi diplomasi dan citra global, langkah Prabowo mungkin dipuji oleh mitra luar negeri kita. Prancis tentu akan sangat senang jika jutaan anak Indonesia tiba-tiba bisa mengonsumsi produk budaya mereka.

Namun dari sisi manajemen pendidikan, kebijakan ini mencerminkan betapa rapuhnya perencanaan kurikulum kita yang kerap berubah hanya berdasarkan impresi personal sang pemimpin.

Ketika infrastruktur dasar sekolah di pelosok masih memprihatinkan, dan literasi membaca dasar siswa kita masih perlu digenjot, menambah beban bahasa Prancis terkesan seperti memasang lampu kristal mewah di rumah yang atapnya masih bocor.

Kini, bola panas ada di tangan Kemendikdasmen. Publik hanya bisa menunggu, apakah anggaran pendidikan ke depan akan habis digunakan untuk membiayai kursus kilat bahasa Prancis bagi para guru, ataukah instruksi dari Paris ini akan menguap begitu saja, sama seperti nasib bahasa Portugis tahun lalu, begitu Presiden berpindah jadwal kunjungan ke negara lain. Untuk saat ini, mari kita ucapkan: Bonne chance, pendidikan Indonesia!

  • Penulis: Endri Caniago
  • Editor: Hanny

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rupiah Melemah Tajam ke Level Rp17.900-an, Pengamat Ungkap Segudang ‘PR’ Pemerintah

    Rupiah Melemah Tajam ke Level Rp17.900-an, Pengamat Ungkap Segudang ‘PR’ Pemerintah

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
    • account_circle Hanny
    • visibility 21
    • 0Komentar

    JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali menunjukkan tren pelemahan yang signifikan. Pada perdagangan Kamis (28/5), mata uang Garuda sempat menembus level Rp17.900-an per dolar AS, melanjutkan tren koreksi yang terjadi sejak April lalu. Berdasarkan data Investing, dolar AS sempat menyentuh level tertinggi hariannya di angka Rp17.949, dengan rentang pergerakan harian […]

  • Profesor Mas Mera Soroti Salah Kaprah Istilah Astronomi di Masyarakat

    Profesor Mas Mera Soroti Salah Kaprah Istilah Astronomi di Masyarakat

    • calendar_month Senin, 22 Jun 2026
    • account_circle Prof. Ir. Mas Mera, Ph.D
    • visibility 18
    • 0Komentar

    Oleh: Prof. Ir. Mas Mera, Ph.D. (Dosen Fakultas Teknik Universitas Andalas) Bahasa adalah jembatan bagi manusia untuk memahami alam. Namun, dalam dunia astronomi, jembatan ini sering kali justru menyesatkan. Terdapat sebuah ironi saat istilah-istilah yang kita gunakan sehari-hari justru bertolak belakang dengan realitas fisika yang terjadi di atas cakrawala. Sebagai seorang akademisi yang terbiasa bekerja […]

  • Nasib Tragis Pasaman Barat Dijepit Konflik Agraria Dan Gurita Emas Ilegal

    Nasib Tragis Pasaman Barat Dijepit Konflik Agraria Dan Gurita Emas Ilegal

    • calendar_month Minggu, 31 Mei 2026
    • account_circle Endri Caniago
    • visibility 36
    • 0Komentar

    PASAMAN BARAT — Kerusakan ekologis di berbagai daerah sering kali menempatkan dua aktor utama di hadapan hukum: korporasi besar berskala nasional dan aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI). Meski keduanya meninggalkan jejak kerusakan yang nyata terhadap alam, kedua model ini memiliki penetrasi sosial, distribusi ekonomi, dan dampak konflik hilir yang bertolak belakang. Realitas kontras ini […]

  • Satgas PRR Apresiasi Langkah Bupati Yulianto Tangani Akses Jalan Talamau

    Satgas PRR Apresiasi Langkah Bupati Yulianto Tangani Akses Jalan Talamau

    • calendar_month Kamis, 30 Jul 2026
    • account_circle Irfansyah P
    • visibility 14
    • 0Komentar

    PASAMAN BARAT — Penanganan infrastruktur rawan di wilayah Polong Anam (Polongan Anam), Kecamatan Talamau, mendadak jadi sorotan utama. Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat yang dipimpin langsung oleh Bupati Yulianto mendampingi Satgas Nasional PRR (Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi) Pascabencana Alam Sumatera dalam peninjauan lapangan pada Rabu (29/7/2026). Langkah monitoring dan evaluasi ini digelar demi memastikan urat nadi […]

  • Menteri PPN Minta Percepatan Pembangunan Pelabuhan Teluk Tapang Pasbar

    Menteri PPN Minta Percepatan Pembangunan Pelabuhan Teluk Tapang Pasbar

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • account_circle Hanny
    • visibility 61
    • 0Komentar

    SUMBARBIZ – Kementrian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) meminta agar percepatan pembangunan Pelabuhan Teluk Tapang. Pelabuhan tersebut merupakan langkah penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi baru. Menteri PPN Rachmat Pambudy mengatakan percepatan pembangunan infrastruktur strategis di Provinsi Sumatera Barat menjadi langkah penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi baru, terutama melalui pengembangan hilirisasi industri dan energi. Percepatan pembangunan pelabuhan […]

  • Polres Pasaman Barat Gelar Bakti Kesehatan Massal Sambut Hari Bhayangkara Ke-80

    Polres Pasaman Barat Gelar Bakti Kesehatan Massal Sambut Hari Bhayangkara Ke-80

    • calendar_month Kamis, 18 Jun 2026
    • account_circle Irfansyah P
    • visibility 17
    • 0Komentar

    PASAMAN BARAT – Kepolisian Resor (Polres) Pasaman Barat menggelar kegiatan bakti kesehatan massal dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026. Kegiatan sosial yang dipusatkan di Klinik Pratama Polres Pasaman Barat pada Kamis (18/6/2026) tersebut menjadi bagian dari upaya Polri dalam memperkuat kepedulian sosial dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kapolres […]

expand_less