BREAKING NEWS
light_mode
Trending Tags
Beranda » PENDIDIKAN » Jeritan Emak-Emak Pasaman Barat: Sekolah Swasta Mahal, Zonasi Negeri Malah Amburadul

Jeritan Emak-Emak Pasaman Barat: Sekolah Swasta Mahal, Zonasi Negeri Malah Amburadul

  • account_circle Endri Caniago
  • calendar_month Senin, 22 Jun 2026
  • print Cetak

PASAMAN BARAT — Niat mulia kementerian dalam memeratakan kualitas pendidikan lewat sistem zonasi tampaknya kembali membentur dinding realitas yang keras di Kabupaten Pasaman Barat, Sumatra Barat. Sebanyak 30 calon siswa di Kecamatan Pasaman dipaksa menyandang gelar “calon siswa cadangan” di SMPN 6 Pasaman. Ironisnya, rumah mereka berdiri tegak di dalam wilayah zonasi sekolah tersebut.

​Kondisi ini seketika memicu kepanikan massal di kalangan emak-emak setempat. Mereka mulai dihantui bayang-bayang biaya sekolah swasta yang selangit jika anak-anak mereka gagal menembus benteng pertahanan kuota sekolah negeri. Harapan agar anak bisa berjalan kaki ke sekolah terdekat kini berubah menjadi mimpi buruk administratif.

​Antara Niat Suci dan Realitas Amburadul

​Secara teori di atas kertas, sistem zonasi adalah malaikat penolong. Kebijakan ini menjanjikan akses pendidikan yang adil tanpa diskriminasi, efisiensi biaya transportasi bagi orang tua, hingga hilangnya kasta “sekolah favorit” dan “sekolah buangan”.

Namun, ketika diterapkan di lapangan tanpa kalkulasi matang mengenai rasio jumlah penduduk dan daya tampung kelas, sistem ini justru melahirkan berbagai anomali sosial yang menggelitik nalar sehat.

​Siasat “Numpang” Kartu Keluarga: Demi meloloskan anak ke sekolah incaran, mendadak banyak warga yang hobi memanipulasi domisili secara ajaib.

​Matinya Motivasi Belajar: Kompetisi nilai akademik mendadak tidak seksi lagi. Mengapa harus belajar siang malam jika penentu kelulusan utama adalah koordinat garis lintang dan garis bujur rumah?

​Ketimpangan Fasilitas: Sekolah yang dahulu dicap favorit kini kebanjiran murid hingga sarana prasarana kewalahan, sementara sekolah non-favorit tetap sepi peminat.

​Guru pun dipaksa bekerja ekstra keras bak pahlawan super tanpa jubah untuk menyamaratakan kemampuan akademis siswa baru yang rentangnya terlampau timpang akibat hilangnya saringan prestasi.

​Solusi Dinas Pendidikan: Efisiensi Jarak yang Kontradiktif

​Merespons jeritan para orang tua murid, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pasaman Barat, Imter Pedri, memberikan penjelasan sekaligus solusi alternatif yang tidak kalah menarik untuk dicermati.

​”Bagi siswa yang tidak diterima di satu sekolah karena penetapan daya tampung, kita arahkan ke sekolah terdekat. Untuk Simpang Empat sekitarnya, kita arahkan ke SMP 4 Pasaman di Batang Lingkin. Untuk Kecamatan Luhak Nan Duo, kita arahkan ke SMP 2 di Kapar. Insyaallah, dua sekolah tersebut masih memungkinkan untuk daya tampung,” ujar Imter Pedri saat dikonfirmasi, Senin (22/6/2026).

​Di sinilah letak humor getirnya. Esensi utama dari jalur zonasi adalah menghemat pengeluaran transportasi dan mengurangi kelelahan siswa karena jarak tempuh rumah ke sekolah yang dekat.

Namun, ketika siswa yang rumahnya sudah berada di zona SMPN 6 Pasaman terdepak karena kuota penuh, mereka justru disarankan melempar sauh ke sekolah lain yang jaraknya tentu tidak lagi bisa ditempuh dengan sekadar berjalan kaki santai.

Solusi ini seolah menegaskan bahwa esensi “dekat” dalam sistem zonasi bisa melar secara elastis sesuai ketersediaan kursi kosong.

​Catatan Saran dan Kritik

​Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat tidak boleh terus-menerus menggunakan pola “pemadam kebakaran” yang hanya sibuk mencari solusi instan saat kisruh PPDB tahunan meledak di masyarakat.

Dinas Pendidikan Pasaman Barat wajib segera melakukan audit menyeluruh terhadap validitas data kependudukan (KK) yang masuk dalam PPDB untuk menyisir potensi manipulasi domisili.

Selain itu, penambahan ruang kelas baru (RKB) atau pembangunan unit sekolah baru di wilayah padat penduduk harus menjadi prioritas utama pada anggaran perubahan, bukan sekadar mengalihkan beban psikologis dan biaya transportasi tambahan ke pundak orang tua murid.***

  • Penulis: Endri Caniago
  • Editor: Khairil

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pelajar SMA Asal Bukittinggi Nekat Jadi Kurir Puluhan Paket Ganja

    Pelajar SMA Asal Bukittinggi Nekat Jadi Kurir Puluhan Paket Ganja

    • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
    • account_circle Yelki
    • visibility 34
    • 0Komentar

    PASAMAN – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Kepolisian Resor (Polres) Pasaman berhasil menggagalkan peredaran gelap narkotika golongan I jenis ganja siap edar dalam jumlah besar. Dua pemuda yang bertindak sebagai kurir lintas provinsi diringkus petugas saat melintas di Jalan Jenderal Sudirman, depan SD Negeri 05 Pauh, Nagari Pauah, Kecamatan Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman, Sabtu (6/6/2026) sekira […]

  • Bisa Dipecat! Ini Aturan Tegas Bagi Anggota DPRD yang Absen Rapat 6 Kali Berturut-turut

    Bisa Dipecat! Ini Aturan Tegas Bagi Anggota DPRD yang Absen Rapat 6 Kali Berturut-turut

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • account_circle Irfansyah P
    • visibility 48
    • 0Komentar

    PARLEMEN — Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) sejatinya adalah rumah bagi aspirasi rakyat. Tempat di mana kebijakan dirumuskan, anggaran diketok, dan pengawasan terhadap eksekutif dijalankan. Namun, pemandangan kursi-kursi kosong dalam rapat paripurna, agenda reses, hingga kunjungan kerja (kunker) tampaknya masih menjadi “penyakit menahun” yang sulit disembuhkan. Fenomena oknum anggota dewan yang jarang masuk kerja alias […]

  • Percepat Pemulihan Lahan Pertanian Pasca Bencana di Sumbar, Pemerintah Salurkan Anggarkan Rp32 Miliar

    Percepat Pemulihan Lahan Pertanian Pasca Bencana di Sumbar, Pemerintah Salurkan Anggarkan Rp32 Miliar

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • account_circle Endri Caniago
    • visibility 61
    • 0Komentar

    SUMBARBIZ – Proses pemulihan lahan pertanian pascabencana di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) terus berjalan secara bertahap. Penyaluran anggaran dari pemerintah pusat langsung diterima oleh kelompok tani dan dilakukan secara berjenjang bersama pemerintah kabupaten dan kota. Kepala Dinas Perkebunan, Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Sumbar, Afniwirman menyampaikan sejak bencana terjadi, pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten kota […]

  • Polres Solok Tahan Pegawai Samsat Karena Gelapkan Uang Pajak Warga

    Polres Solok Tahan Pegawai Samsat Karena Gelapkan Uang Pajak Warga

    • calendar_month Rabu, 8 Jul 2026
    • account_circle Endri Caniago
    • visibility 25
    • 0Komentar

    SOLOK — Slogan “Abdi Negara Melayani Masyarakat” tampaknya disalahartikan secara kreatif oleh seorang oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Sumatra Barat. Bukannya melayani dengan jujur, oknum berinisial HG alias Andi (48) yang sehari-hari berdinas di Kantor Samsat Solok ini justru nekat mencoreng seragamnya sendiri. Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Solok Kota resmi menetapkan pria paruh […]

  • Sempat Coba Kabur, Terduga Pengedar Sabu di Pantai Labu Diringkus Polisi

    Sempat Coba Kabur, Terduga Pengedar Sabu di Pantai Labu Diringkus Polisi

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
    • account_circle Endri Caniago
    • visibility 53
    • 0Komentar

    DELI SERDANG – Personel Polsek Pantai Labu Polresta Deli Serdang berhasil mengamankan seorang pria paruh baya yang diduga kuat terlibat dalam penyalahgunaan narkotika jenis sabu-sabu. Terduga pelaku berinisial D (45), warga Dusun III, Desa Paluh Sibaji, Kecamatan Pantai Labu, ditangkap di kawasan Desa Pantai Labu Pekan pada Kamis (21/5/2026). Penangkapan ini bermula dari adanya laporan […]

  • Sumbar Melejit Jadi Kiblat Ekonomi Syariah: Inklusi Keuangan Tembus 92% dan Rencana Terobosan Sukuk Daerah

    Sumbar Melejit Jadi Kiblat Ekonomi Syariah: Inklusi Keuangan Tembus 92% dan Rencana Terobosan Sukuk Daerah

    • calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
    • account_circle Yelki
    • visibility 35
    • 0Komentar

    PADANG – Provinsi Sumatera Barat semakin mengukuhkan posisinya sebagai lokomotif ekonomi syariah di Indonesia. Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, memaparkan sederet capaian gemilang sepanjang tahun 2025 yang membuktikan bahwa ekosistem halal bukan sekadar label, melainkan mesin penggerak kesejahteraan masyarakat. Dalam keterangannya di Kota Padang pada Senin, Mahyeldi menegaskan bahwa komitmen ini didasarkan pada regulasi yang kuat. […]

expand_less