BREAKING NEWS
light_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Bisnis Adu Domba: Bagaimana Oknum Kreator Memanen Rupiah dari Sentimen Negatif Pemda

Bisnis Adu Domba: Bagaimana Oknum Kreator Memanen Rupiah dari Sentimen Negatif Pemda

  • account_circle Endri Caniago
  • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
  • print Cetak

JAKARTA — Di era transformasi digital yang kian masif, media sosial telah menjelma menjadi panggung terbuka tanpa sekat. Siapa saja kini memiliki kebebasan penuh untuk memproduksi informasi dan membangun narasi. Namun, kebebasan yang sejatinya menjadi pilar demokrasi ini kian hari kian ternoda. Hal ini dipicu oleh aksi segelintir oknum konten kreator yang diduga kuat sengaja memproduksi konten pemecah belah dan menyebarkan opini menyesatkan di tengah-tengah masyarakat.

Lebih memprihatinkan lagi, narasi-narasi provokatif tersebut disinyalir sengaja dipelihara bukan karena ketidaktahuan, melainkan demi sebuah tujuan yang sangat pragmatis. Oknum-oknum ini memanfaatkan polarisasi demi mendulang interaksi tinggi, memperbanyak pengikut, dan pada akhirnya meraup keuntungan finansial atau yang populer disebut dengan istilah ‘cuan’.

Menyudutkan Pemerintah Daerah Tanpa Fakta Objektif

Salah satu pola yang paling sering terbaca dari pergerakan oknum kreator ini adalah serangan yang secara konsisten diarahkan untuk menyudutkan Pemerintah Daerah (Pemda). Kritik terhadap kinerja birokrasi dan jalannya pemerintahan pada dasarnya sah-sah saja, bahkan sangat diperlukan sebagai kontrol sosial. Kendati demikian, apa yang dipertontonkan oleh para kreator ini telah bergeser jauh dari esensi kritik membangun menjadi upaya pembunuhan karakter yang sistematis.

Mereka memanfaatkan isu-isu sensitif yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat daerah—mulai dari pembangunan infrastruktur, penyaluran bantuan sosial, hingga kebijakan regulasi lokal. Isu-isu tersebut kemudian dibingkai dengan judul yang bombastis dan narasi yang provokatif tanpa melalui proses konfirmasi atau perimbangan informasi kepada pihak terkait. Akibatnya, masyarakat disuguhi informasi yang sepotong-sepotong, bias, dan sarat akan penggiringan opini negatif.

Seorang pengamat komunikasi digital mengungkapkan bahwa kritik yang sehat harus selalu berbasis pada data yang valid dan menawarkan solusi yang konkret. Sementara, apa yang disaksikan di berbagai platform digital saat ini sering kali bukanlah kritik, melainkan agitasi murni. Mengadu domba masyarakat dengan pemerintah daerah hanya demi menaikkan metrik keterlibatan (engagement) adalah tindakan yang sangat tidak bertanggung jawab.

Dampak Nyata Polarisasi di Tingkat Akar Rumput

Dampak yang ditimbulkan dari penyebaran konten menyesatkan ini tidak boleh dipandang sebelah mata. Di tingkat akar rumput, sebagian masyarakat yang belum memiliki bekal literasi digital yang mumpuni akan dengan sangat mudah terprovokasi. Rasa saling percaya antarwarga perlahan mulai mengikis, digantikan oleh kecurigaan dan rasa ketidakpercayaan yang akut (distrust) terhadap institusi lokal yang sah.

Ada perbedaan mendasar yang memisahkan antara pengkritik yang jujur dan kreator provokatif pemburu rupiah. Pengkritik yang jujur akan bergerak dengan landasan data lapangan, fakta hukum, dan tujuan demi perbaikan kinerja daerah. Sebaliknya, kreator provokatif hanya mengandalkan asumsi, potongan video yang di luar konteks, serta gaya bahasa yang sarkastik demi memancing kemarahan publik.

Kreator pemecah belah biasanya memiliki ciri khas tersendiri, seperti menggunakan narasi tanpa validasi, mengabaikan hak jawab dari instansi yang dituduh, dan menggunakan judul umpan klik (clickbait) dengan diksi yang ekstrem. Selain itu, mereka menunjukkan orientasi monetisasi yang agresif dengan memanfaatkan momentum kegaduhan untuk menyisipkan sponsor atau mengarahkan pemirsa ke platform berbayar miliknya.

Komodifikasi Konflik: Air Mata Menjadi Rupiah

Sangat disayangkan ketika konflik sosial, keresahan, dan kemarahan masyarakat justru dijadikan komoditas yang diperjualbelikan secara bebas di ruang digital. Algoritma media sosial modern yang cenderung memprioritaskan konten-konten kontroversial dimanfaatkan secara cerdik oleh oknum kreator ini. Semakin masyarakat marah dan saling berdebat sengit di kolom komentar, semakin tinggi pula grafik interaksi yang tercatat.

Secara sistematis, tingginya grafik interaksi ini akan langsung berbanding lurus dengan tebalnya pundi-pundi dolar dari AdSense yang masuk ke kantong sang kreator. Ini adalah bentuk nyata dari eksploitasi sosial di era modern. Mereka secara sadar memanen keuntungan finansial di atas bara perpecahan dan keresahan masyarakat yang mereka sulut sendiri.

Sinergi Masyarakat Melawan Kreator Pemecah Belah

Menghadapi fenomena yang merusak tatanan sosial ini, penegakan hukum yang tegas dari pihak berwenang memang menjadi instrumen penting, terutama jika konten yang diproduksi sudah memenuhi unsur pelanggaran Undang-Undang ITE atau penyebaran berita bohong. Namun, benteng pertahanan yang paling utama sebenarnya berada di tangan masyarakat sendiri selaku konsumen media informasi.

Masyarakat harus mulai membuka mata dan menyadari bahwa tidak semua kreator yang berbicara dengan nada tinggi dan mengklaim diri sebagai “pembela rakyat” memiliki ketulusan. Banyak di antara mereka yang hanya sedang memainkan peran yang telah diatur sedemikian rupa agar sesuai dengan algoritma pasar.

Cara paling ampuh untuk menghentikan mereka adalah dengan memutus aliran keuntungan mereka; jangan ditonton, jangan dikomentari, dan jangan dibagikan. Membiarkan konten mereka sepi adalah sanksi sosial digital yang paling mematikan bagi pemburu cuan, sekaligus langkah awal mengembalikan ruang digital kita menjadi tempat yang sehat dan edukatif.

  • Penulis: Endri Caniago
  • Editor: Hanny

Rekomendasi Untuk Anda

  • Siklus Berbahaya Judi Online: Kenapa “Hampir Menang” Justru Bikin Candu?

    Siklus Berbahaya Judi Online: Kenapa “Hampir Menang” Justru Bikin Candu?

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
    • account_circle Yelki
    • visibility 47
    • 0Komentar

    OPINI – Perjudian online (judol) telah menjadi fenomena digital yang kian meresahkan. Meskipun banyak cerita tentang pemain yang bangkrut, kehilangan pekerjaan, hingga terjerat kasus hukum, jumlah pemain judi online tampaknya tidak pernah surut. Pertanyaan besar yang sering muncul adalah: Kenapa para pemain judi online sangat susah untuk berhenti? Fenomena ini bukan sekadar masalah “kurang kontrol […]

  • Sumatera Barat Ditargetkan Pengembangan Jagung Menjadi 4.000 Hektare

    Sumatera Barat Ditargetkan Pengembangan Jagung Menjadi 4.000 Hektare

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • account_circle Hanny
    • visibility 24
    • 0Komentar

    Pesisir Selatan, SUMBARBIZ – Anggota Komisi IV DPR RI, Rahmat Saleh, menyebut pengembangan jagung di Sumatera Barat ditargetkan meningkat menjadi 4.000 hektare pada 2026. ‎Target tersebut naik dibanding realisasi tahun 2025 yang telah mencapai 3.000 hektare. ‎Hal itu disampaikannya saat meninjau langsung pelaksanaan program swasembada jagung di Kabupaten Pesisir Selatan, Minggu (3/5/2026). Menurutnya, peningkatan luas […]

  • Enam Kemuliaan Umat Nabi Muhammad SAW yang Jarang Disadari: Sebuah Renungan Akhir Zaman

    Enam Kemuliaan Umat Nabi Muhammad SAW yang Jarang Disadari: Sebuah Renungan Akhir Zaman

    • calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
    • account_circle Yelki
    • visibility 44
    • 0Komentar

    KAZANAH – Di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern, sebuah pesan menyentuh hati mengenai keistimewaan menjadi bagian dari umat Nabi Muhammad SAW viral di media sosial. Pesan tersebut merangkum enam perkara mendasar yang sering dianggap sebagai kekurangan manusia, namun justru merupakan bentuk kasih sayang dan kemuliaan yang diberikan Allah SWT kepada umat akhir zaman. Berikut adalah enam […]

  • TBS Kelapa Sawit Pasaman Barat Menguat pada Update Harga Jumat Hari Ini

    TBS Kelapa Sawit Pasaman Barat Menguat pada Update Harga Jumat Hari Ini

    • calendar_month Jumat, 17 Jul 2026
    • account_circle Irfansyah P
    • visibility 29
    • 0Komentar

    PASAMAN BARAT – Harga TBS Kelapa Sawit di Kabupaten Pasaman Barat kembali menunjukkan tren positif pada Jumat, 17 Juli 2026. Berdasarkan perkembangan harga harian yang dirilis pemerintah daerah sehari sebelumnya, harga pembelian di sejumlah PKS masih berada pada level yang cukup tinggi, memberikan angin segar bagi ribuan petani sawit di daerah tersebut. Data terakhir menunjukkan […]

  • Viral di Medsos, Polresta Barelang Selidiki Pengeroyokan dan Penodongan Pistol

    Viral di Medsos, Polresta Barelang Selidiki Pengeroyokan dan Penodongan Pistol

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
    • account_circle Hanny
    • visibility 26
    • 0Komentar

    BATAM — Jagat maya dihebohkan oleh sebuah unggahan dari akun Rio Bastian pada Minggu (31/5/2026). Postingan yang mengungkap dugaan pengeroyokan brutal tersebut mendadak viral di media sosial, sukses memancing atensi publik dengan meraup 8.982 likes, 4.174 komentar, serta telah dibagikan ulang sebanyak 1.174 kali hingga Senin dini hari. Bukan sekadar rumor digital, kegemparan tersebut didasarkan […]

  • Potongan Harga Fantastis, Samsung Galaxy S26 Ultra Kini Lebih Murah Rp6,5 Juta

    Potongan Harga Fantastis, Samsung Galaxy S26 Ultra Kini Lebih Murah Rp6,5 Juta

    • calendar_month Sabtu, 13 Jun 2026
    • account_circle Bangun S
    • visibility 14
    • 0Komentar

    JAKARTA – Pasar gawai kelas premium (flagship) kembali digairahkan oleh langkah agresif dari produsen teknologi asal Korea Selatan, Samsung. Melalui platform penjualan resminya, ponsel pintar yang digadang-gadang sebagai salah satu perangkat Android terbaik saat ini, Samsung Galaxy S26 Ultra, mengalami penurunan harga yang sangat signifikan hingga mencapai 31 persen dari harga normalnya. Perangkat yang semula […]

expand_less