BREAKING NEWS
light_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » NASIONAL » Petani Jadi Korban ‘Eksperimen’ Regulasi: Transisi Tata Niaga CPO Pemerintah Dinilai Amburadul

Petani Jadi Korban ‘Eksperimen’ Regulasi: Transisi Tata Niaga CPO Pemerintah Dinilai Amburadul

  • account_circle Endri Caniago
  • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
  • print Cetak

JAKARTA — Rencana pemerintah untuk membenahi tata niaga ekspor minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) memicu kepanikan massal di pasar domestik. Akibat belum terbitnya aturan teknis, harga Tandan Buah Segar (TBS) di tingkat petani anjlok drastis pada Jumat (22/5/2026).

Tekanan harga dipicu oleh langkah sejumlah Pabrik Kelapa Sawit (PKS) yang mulai membatasi pembelian bahan baku. Kondisi ini memantik kekhawatiran dari berbagai asosiasi petani dan pengamat kebijakan terkait stabilitas rantai pasok industri sawit nasional.

Minim Aturan Turunan, Pasar Dinilai Gagap

Direktur Eksekutif Palm Oil Agribusiness Strategic Policy Institute (PASPI), Tungkot Sipayung, menilai gejolak ini terjadi karena ketidakjelasan regulasi turunan. Ketiadaan aturan teknis membuat pelaku usaha melakukan penafsiran yang beragam dan spekulatif di lapangan.

“Kebijakan baru ini ditafsirkan pelaku sawit macam-macam karena memang belum terbit PP (Peraturan Pemerintah), Permen (Peraturan Menteri), dan mekanismenya,” ujar Tungkot kepada CNBC Indonesia, Jumat (22/5/2026).

Tungkot mendesak pejabat berwenang segera memberikan penjelasan detail kepada pelaku industri domestik dan pembeli (buyer) internasional guna menghindari reaksi pasar yang kontraproduktif. Transisi kebijakan yang mulus dinilai krusial demi menahan kejatuhan harga yang merugikan pekebun swadaya.

“Hari-hari ini harga TBS di tingkat petani sudah turun akibat PKS bingung apakah masih bisa diekspor atau seperti apa. Itu dulu yang mendesak perlu dilakukan supaya petani tidak menjadi korban,” tegasnya.

Apkasindo Cium Indikasi Manipulasi PKS

Penurunan harga di tingkat daerah dinilai sudah melampaui batas kewajaran pergerakan harga komoditas global. Ketua Umum DPP Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo), Gulat Manurung, mengungkapkan bahwa penurunan harga TBS di berbagai provinsi berkisar antara Rp500 hingga Rp1.000 per kilogram setelah pengumuman penataan ekspor tersebut.

“Saat ini, harga CPO terkoreksi sekitar Rp450 hingga Rp600 per kilogram, tetapi harga TBS justru turun sampai Rp1.000 per kilogram. Ada indikasi kondisi ini dimanfaatkan oleh sejumlah pabrik kelapa sawit untuk membeli TBS petani dengan harga lebih murah,” ungkap Gulat, Sabtu (23/5/2026).

Meskipun terjadi gejolak, Gulat menegaskan bahwa empat asosiasi petani tetap mendukung langkah pembenahan tata kelola oleh pemerintah. Namun, pihaknya meminta PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) segera menetapkan sistem harga nasional tunggal untuk menggantikan peran dinas perkebunan daerah. Selain itu, mereka berharap fungsi operator perdagangan komoditas ekspor diserahkan kepada bursa komoditas demi menjamin transparansi data.

Petani Dukung Pembentukan Danantara untuk Berantas Mafia

Dukungan senada juga datang dari Perkumpulan Petani Kelapa Sawit Indonesia (PKSPI). Ketua Umum DPP PKSPI, H. Nasarudin, menyambut positif pembentukan PT Danantara Sumberdaya Indonesia sebagai holding BUMN untuk sektor sumber daya alam strategis di bawah pemerintahan Presiden Prabowo.

“Ini merupakan bentuk keberpihakan nyata negara terhadap pengelolaan sumber daya alam Indonesia agar lebih teratur, transparan, dan berpihak kepada rakyat,” kata Nasarudin di Jakarta, Jumat (22/5/2026).

Nasarudin menyoroti maraknya pengusaha PKS tanpa kebun yang kerap memainkan harga di luar ketetapan resmi, yang dinilai sangat merugikan petani swadaya maupun kemitraan. Ia meyakini penataan ekspor ini akan mempersempit ruang gerak mafia perdagangan dan broker internasional.

“Yang merasa terganggu tentu para pelaku ilegal yang selama ini bermain dalam manipulasi harga penjualan CPO. Bahkan ada negara tetangga yang tidak memiliki sawit tetapi selama ini ikut menjadi broker terhadap komoditas CPO kita,” cetusnya.

Jeritan Petani di Tingkat Tapak

Meski tujuan jangka panjang kebijakan ini diapresiasi, dampak instan di tingkat tapak justru mencekik para petani. Di Nagari Koto Beringin, Kabupaten Dharmasraya, Sumatra Barat, harga TBS dilaporkan anjlok hingga Rp750 per kilogram dalam waktu semalam.

“Biasanya kalaupun turun, itu paling Rp75 sampai Rp100 per kilo. Kalau sekarang kami petani tentu berpikir panjang, kenapa tiba-tiba turun cukup jauh, karena kemarin masih di harga Rp3.000-an per kilo,” keluh Syahrial, salah seorang petani setempat.

Asmanto, petani di Nagari Padang Laweh, turut mengkhawatirkan tingginya biaya operasional seperti pupuk, pestisida, dan upah panen jika tren penurunan harga ini berlangsung lama.

Dampak kerugian tidak hanya memukul petani, tetapi juga pemilik timbangan (ram). Suherman, pemilik ram di Kecamatan Tiumang, mengaku merugi hingga belasan juta rupiah karena telanjur membeli 21 ton sawit petani dengan harga tinggi sebesar Rp3.200 per kilogram, namun ditolak oleh pabrik yang tiba-tiba menutup pengiriman pada sore hari.

Hingga berita ini diturunkan, rancangan Peraturan Pemerintah (PP) mengenai tata kelola ekspor komoditas strategis nasional dikabarkan masih dalam tahap penyusunan oleh kementerian terkait. Kebijakan ini dinantikan segera demi kepastian hukum dan stabilitas harga di pasar.

  • Penulis: Endri Caniago
  • Editor: Hanny

Rekomendasi Untuk Anda

  • Resep Masakan Gule Rampoe Sayur Bening Khas Aceh Cocok Untuk Diet

    Resep Masakan Gule Rampoe Sayur Bening Khas Aceh Cocok Untuk Diet

    • calendar_month Kamis, 2 Jul 2026
    • account_circle Said Khairil Ibad
    • visibility 13
    • 0Komentar

    ACEH – Kalau Anda mengira kuliner Serambi Mekkah melulu soal kuah kari yang kental, daging kambing yang pekat, atau Mi Aceh yang bumbunya menendang lidah, artinya petualangan kuliner Anda kurang jauh. Sini berkumpul dahulu. Mari kita berkenalan dengan salah satu mahakarya kuliner lokal yang penampilannya sangat bersahaja namun rasanya dijamin bikin dower sekaligus ketagihan: Gule […]

  • Nekat Membudidayakan Ganja, Ini Motif Dua Pelaku Bersaudara!

    Nekat Membudidayakan Ganja, Ini Motif Dua Pelaku Bersaudara!

    • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
    • account_circle Muhammad Fadillah
    • visibility 46
    • 0Komentar

    SUMBARBIZ– Dua petani bersaudara di Gumarang II, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, nekat melakukan aktivitas ilegal dengan membudidayakan tanaman narkoba jenis ganja di lahan perkebunan, untuk konsumsi pribadi. “Benar, dari hasil pengembangan sementara, pelaku mengakui bahwa ganja yang ditanamnya tersebut untuk dikonsumsi. Kedua pelaku ini masing-masing, NJ (42) dan AR (46), merupakan saudara kandung,” […]

  • Rupiah Melemah 94 Poin, Sentuh Rp17.856 per Dolar AS

    Rupiah Melemah 94 Poin, Sentuh Rp17.856 per Dolar AS

    • calendar_month Kamis, 18 Jun 2026
    • account_circle Yelki
    • visibility 17
    • 0Komentar

    JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah pada perdagangan Kamis pagi. Mata uang Garuda tercatat turun 94 poin atau 0,53 persen menjadi Rp17.856 per dolar AS dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di level Rp17.762 per dolar AS. Pergerakan tersebut menunjukkan rupiah masih berada dalam tekanan di tengah dinamika […]

  • Ironi Hukum Internasional: Pelaku Genosida Gaza Laporkan Iran Atas Kejahatan Perang

    Ironi Hukum Internasional: Pelaku Genosida Gaza Laporkan Iran Atas Kejahatan Perang

    • calendar_month Sabtu, 13 Jun 2026
    • account_circle Hanny
    • visibility 22
    • 0Komentar

    JAKARTA – Pemerintah Israel secara resmi melayangkan kecaman keras sekaligus melaporkan Republik Islam Iran ke Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), termasuk ke Dewan Keamanan (DK) PBB dan UNICEF. Langkah hukum ini diambil menyusul serangan rudal Teheran yang dituding telah melanggar hukum humaniter internasional. Pihak Tel Aviv mengategorikan persenjataan yang digunakan Iran sebagai senjata yang sangat merusak dan […]

  • Presiden Federasi Sepak Bola Palestina Menolak Berdiri di Samping Perwakilan Israel di Kongres FIFA

    Presiden Federasi Sepak Bola Palestina Menolak Berdiri di Samping Perwakilan Israel di Kongres FIFA

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • account_circle Yelki
    • visibility 49
    • 0Komentar

    Bola, SUMBARBIZ – Presiden Federasi Sepak Bola Palestina, Jibril Rajoub, menolak berdiri di samping Wakil Presiden Federasi Sepak Bola Israel, Basim Sheikh Suliman, dalam momen panas di Kongres FIFA ke-76, pada Kamis (30/4). Kedua pria itu dipanggil ke hadapan hakim oleh Presiden FIFA Gianni Infantino, tetapi Rajoub menolak untuk didekatkan dengan Suliman, seorang warga negara […]

  • Tanpa Aplikasi Terpisah, YouTube Premium Diam-Diam Jadi “Senjata Maut” Kuasai Pasar Podcast

    Tanpa Aplikasi Terpisah, YouTube Premium Diam-Diam Jadi “Senjata Maut” Kuasai Pasar Podcast

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
    • account_circle Yelki
    • visibility 18
    • 0Komentar

    JAKARTA – YouTube semakin agresif dalam merebut takhta pasar podcast global. Menyadari posisinya yang kian kuat, platform raksasa milik Google ini resmi menjadikan langganan Premium sebagai senjata utama untuk memperlebar jarak dari para kompetitornya. Dengan basis lebih dari satu miliar pendengar bulanan, langkah terbaru YouTube ini diprediksi akan mengubah peta persaingan industri audio digital. Selama […]

expand_less