Penganiayaan Brutal di Jalur 32 Pasaman Barat, Pejalan Kaki Dihajar Hingga Pingsan
- account_circle Hanny
- calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
- print Cetak

Korban penganiayan yang tergeletak di tepi jalan usai dianiaya dan hendak dievakuai menggunakan ambulans, Kamis dini hari (25/4/2026)
PASAMAN BARAT — Jalan Raya Soekarno Hatta, tepatnya di Jalur 32 sekitar Rumah Makan (RM) Barangin, Nagari Lingkuang Aua Baru, Kecamatan Pasaman, mendadak berubah fungsi menjadi arena smackdown tanpa tiket resmi pada Kamis dini hari (25/6/2026) sekitar pukul 01.15 WIB. Sebuah atraksi premanisme lokal tersaji gratis di bawah tontonan langit malam yang sepi, meninggalkan satu korban pingsan dan warga yang sukses dibuat ketakutan.
Menurut kesaksian warga sekitar yang mendadak jadi penonton dadakan, peristiwa ini menimpa seorang pejalan kaki yang identitasnya masih se-misterius motif pelaku. Korban yang saat itu sedang asyik menikmati angin malam bersama temannya, berjalan kaki dari arah Padang Tujuh dengan mengambil rute antimainstream yakni melawan arah.
Nahas, romansa jalan kaki itu buyar ketika sebuah sepeda motor Honda jenis Vario melaju dari arah Kantor Bupati. Bukannya mengerem atau sekadar membunyikan klakson dengan sopan, si pengendara Vario tampaknya lebih memilih opsi “tabrak dulu, tanya kemudian.” Tanpa aba-aba, motor tersebut langsung menghantam korban.
Dedikasi Kebrutalan: Habis Tabrak, Terbitlah Bogem
Kejutan dini hari ternyata tidak berhenti di urusan asuransi kendaraan. Sang pemotor yang tampaknya memiliki bakat tinju terpendam langsung turun dari tunggangannya. Bukannya meminta maaf atau menawarkan bantuan medis, ia justru memperlihatkan kemampuan baku hantam secara brutal ke arah wajah korban.
Mendapat serangan mendadak bin membabi buta, korban yang tidak siap langsung tumbang ke aspal. Namun, tampaknya pelaku menganut prinsip “pantang berhenti sebelum pingsan.” Melihat korban yang sudah tidak berdaya, pelaku melancarkan aksi injak-menginjak yang tidak estetis sama sekali, hingga wajah korban babak belur dan sukses dibuat pingsan di tempat.
Melihat aksi kekerasan yang di luar nalar tersebut, seorang warga lokal yang berhati mulia mencoba maju untuk melerai. Alih-alih mendengar kalimat “Sabar, Bang,” warga yang berniat baik ini justru dikejar oleh pelaku dan nyaris dihadiahi bogem mentah gratis.
Merasa nyawanya lebih berharga ketimbang menjadi pahlawan kesiangan, warga tersebut memilih mundur teratur demi keselamatan estetika wajahnya sendiri. Setelah puas membuat keributan dan menuntaskan hasrat amarahnya, pelaku langsung tancap gas, menghilang ditelan kegelapan malam bak ninja amatiran.
Polisi Cari Saksi yang ‘Log Out’ dan Kumpulkan Informasi
Tak lama setelah panggung kekerasan itu bubar, petugas kepolisian tiba di lokasi kejadian setelah menerima laporan dari warga yang panik. Polisi kini harus memutar otak untuk mengumpulkan informasi mengenai kronologi kejadian karena minimnya saksi yang berani bersuara.
Petugas pun saat ini tengah berupaya keras mencari teman korban yang langsung log out alias lari tunggang langgang karena ketakutan saat kejadian. Polisi berharap si teman yang kabur ini bisa segera kembali ke dunia nyata untuk memberikan petunjuk penting mengenai siapa sebenarnya pelaku ber-Vario tersebut.
Sementara itu, korban yang tak sadarkan diri telah dievakuasi ke Rumah Sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan intensif. Hingga berita ini diturunkan, pihak berwajib belum bisa memastikan apa motif di balik aksi “sirkus jalanan” ini, mengingat identitas korban maupun pelaku masih abu-abu.
Melihat fenomena minimnya bukti digital di TKP, petugas kepolisian mengeluarkan imbauan bagi masyarakat. Jika warga melihat ada aksi kriminal serupa di jalanan, alih-alih hanya menonton dengan tatapan kosong atau ikutan lari marathon, warga sangat diimbau untuk segera mengeluarkan smartphone, merekam video, memotret, atau minimal mencatat nomor plat kendaraan pelaku demi barang bukti hukum yang sah.***
- Penulis: Hanny
