BREAKING NEWS
light_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » DPO Pembacok Istri Di Pasaman Barat Ditangkap Tim Kalong di Sumut

DPO Pembacok Istri Di Pasaman Barat Ditangkap Tim Kalong di Sumut

  • account_circle Irfansyah P
  • calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
  • print Cetak

PASAMAN BARAT — Ibarat kata pepatah, “sepandai-pandai tupai melompat, akhirnya jatuh jua.” Begitulah nasib tragis sekaligus menggelikan yang dialami oleh AS (49). Setelah empat bulan menyandang status sebagai DPO pembacok istri dan sukses berakting jadi ‘ninja’ di kebun sawit hingga banting setir menjadi penjual sate interlokal, pelariannya harus berakhir secara antiklimaks di Pematang Siantar, Sumatera Utara.

​Tim Kalong Satreskrim Polres Pasaman Barat di bawah pimpinan Ipda Algino Ganaro berhasil membekuk pria paruh baya tersebut pada Selasa (21/7/2026) sekitar pukul 17.30 WIB.

Uniknya, sang pelarian diringkus tanpa perlawanan saat sedang sibuk menata dagangan satenya di Jalan Patuan Anggi Nomor 97 Suka Damei, Kecamatan Siantar Utara. Tampaknya, aroma racikan bumbu sate sang buronan kalah tajam dibanding penciuman intelijen Tim Kalong.

​Kronologi KDRT di Jalan KKN, Mulai dari Dandang Ketupat Hingga Sabetan Parang

​Peristiwa Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang memicu kehebohan warga ini berawal pada Jumat (6/3/2026) sore di Jalan KKN, Jorong Kampung Pasir, Nagari Lingkuang Aua, Kecamatan Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat. Kala itu, sang suami yang dibakar api cemburu mencurigai istrinya, Erlina (45), memiliki hubungan gelap dengan pria lain. Kecurigaan ini dikonfirmasi oleh keterangan anak kandung mereka sendiri.

​Suasana makin memanas ketika anak korban, Yamil Fauzi, mengambil dandang pemasak ketupat di rumah pelaku yang berlokasi di Batang Haluan untuk dibawa ke rumah korban di Jalan KKN. Merasa tersinggung atau mungkin krisis ego, pelaku AS bersama putrinya, Sonia Saputri, menyatroni lokasi korban.

​Bukannya menyelesaikan masalah dengan kepala dingin, emosi sang suami justru memuncak. Di Tempat Kejadian Perkara (TKP), ia nekat mengayunkan senjata tajam jenis parang secara kalap hingga mengenai dahi dan punggung istrinya sendiri.

Melihat adegan brutal tersebut, warga sekitar langsung sigap melerai. Sadar bakal jadi sasaran ‘salam olahraga’ dari warga yang geram, pelaku langsung mengambil langkah seribu.

​Dari Drama Sembunyi di Kebun Sawit Hingga Safari Jualan Sate

​Kisah pelarian tersangka layak diacungi jempol untuk urusan daya tahan fisik. Ketakutan digulung massa, ia nekat melarikan diri ke arah Sungai Batang Haluan dan ‘berkemah’ tanpa tenda di kebun sawit warga selama 14 hari berturut-turut. Demi menghindari kejaran petugas Polres Pasaman Barat, AS hidup berpindah-pindah bagaikan nomad.

​Dari kebun sawit di Pasaman Barat, ia kabur ke Kecamatan Andilan (Kabupaten Pasaman). Tak merasa aman, ia menyeberang provinsi ke Balige, Kabupaten Toba, dan menjajal peruntungan sebagai penjual sate. Terakhir, ia memindahkan lapaknya ke Pematang Siantar, sebelum akhirnya Tim Kalong menghentikan ‘tour de Sumatra’ yang dilakoninya.

​Proses Hukum dan Ancaman 10 Tahun Penjara

​Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, melalui Kasat Reskrim Iptu A. Agung Ngurah Santa Subrata, menegaskan bahwa pelaku saat ini sudah digelandang ke Markas Polres Pasaman Barat untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

​Saat ini, penyidik dari Unit PPA Satreskrim Polres Pasaman Barat tengah mendalami pemeriksaan saksi-saksi guna mengupas tuntas motif di balik aksi penganiayaan berat tersebut.

Atas tindakan nekatnya melukai sang istri, pria yang gagal menyelaraskan emosi ini dijerat dengan Pasal 44 ayat (2) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (PKDRT). Ancaman hukuman pidana penjara paling lama 10 tahun kini sudah menantinya di depan mata.

DISCLAIMER: Artikel berita ini disusun berdasarkan data resmi Kepolisian Resor (Polres) Pasaman Barat. Seluruh proses hukum yang melibatkan terduga pelaku tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah (presumption of innocence) hingga adanya putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.

  • Penulis: Irfansyah P

Rekomendasi Untuk Anda

  • Komjen Pol Gatot Tri Suryanta Cetak Sejarah Baru Bintang Tiga di Sumbar

    Komjen Pol Gatot Tri Suryanta Cetak Sejarah Baru Bintang Tiga di Sumbar

    • calendar_month Sabtu, 4 Jul 2026
    • account_circle Yelki
    • visibility 11
    • 0Komentar

    PADANG – Dunia kepolisian di Ranah Minang baru saja diguncang oleh kabar mentereng yang sukses memecahkan rekor baru. Mantan orang nomor satu di Korps Bhayangkara wilayah Sumatra Barat kini resmi naik kelas ke kasta yang jauh lebih tinggi. Kenaikan pangkat Komjen Pol Gatot Tri Suryanta dari yang semula jenderal bintang dua (Irjen Pol) menjadi jenderal […]

  • Satu-Satunya di Sumbar, Pasaman Barat Dapat Sekolah Nasional Terintegrasi

    Satu-Satunya di Sumbar, Pasaman Barat Dapat Sekolah Nasional Terintegrasi

    • calendar_month Selasa, 16 Jun 2026
    • account_circle Irfansyah P
    • visibility 27
    • 0Komentar

    PASAMAN BARAT — Kabupaten Pasaman Barat ditetapkan sebagai lokasi prioritas Program Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) Tahun 2026 oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Daerah tersebut bahkan menjadi satu-satunya kabupaten di Sumatera Barat yang masuk dalam daftar pelaksana program pendidikan unggulan nasional tersebut. Sebagai bentuk tindak lanjut percepatan program prioritas nasional di sektor pendidikan, Bupati […]

  • Bawa Lensa Leica dan Zoom 120x, Xiaomi 17T Series Dijual Mulai Rp8 Jutaan

    Bawa Lensa Leica dan Zoom 120x, Xiaomi 17T Series Dijual Mulai Rp8 Jutaan

    • calendar_month Sabtu, 13 Jun 2026
    • account_circle Yelki
    • visibility 17
    • 0Komentar

    JAKARTA – Perusahaan vendor perangkat pintar terkemuka asal Tiongkok, Xiaomi, secara resmi memulai penjualan perdana lini ponsel pintar (smartphone) premium terbarunya, Xiaomi 17T Series, di pasar domestik Indonesia pada Sabtu (6/6/2026). Seri yang terdiri atas dua varian, yakni Xiaomi 17T standar dan Xiaomi 17T Pro ini, dipasarkan dengan harga mulai dari kisaran Rp8 jutaan. Langkah […]

  • Mbah Mardi, Jemaah Berusia 103 Tahun yang Menaklukkan Keterbatasan di Tanah Suci

    Mbah Mardi, Jemaah Berusia 103 Tahun yang Menaklukkan Keterbatasan di Tanah Suci

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
    • account_circle Yelki
    • visibility 44
    • 0Komentar

    MADINAH — Usia senja sama sekali bukan penghalang untuk memenuhi panggilan ke Tanah Suci. Semangat membara ini terpancar jelas dari sosok Mardijiyono, jemaah haji asal Indonesia yang telah menginjak usia 103 tahun. Meski harus beraktivitas menggunakan kursi roda, jemaah yang akrab disapa Mbah Mardi ini tetap teguh melangkah dari Madinah menuju Makkah untuk melaksanakan umrah […]

  • Kesaksian Mengerikan Aktivis Yunani: Dipukul, Ditembak Peluru Plastik, dan Disiksa Israel dalam Kontainer Tanpa Air

    Kesaksian Mengerikan Aktivis Yunani: Dipukul, Ditembak Peluru Plastik, dan Disiksa Israel dalam Kontainer Tanpa Air

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • account_circle Endri Caniago
    • visibility 40
    • 0Komentar

    ATHENA — Sebanyak 19 aktivis kemanusiaan asal Yunani yang ditahan oleh otoritas Israel akhirnya tiba kembali di tanah air mereka melalui Bandara Internasional Athena pada Jumat (22/5) malam sekitar pukul 21.00 waktu setempat. Kepulangan mereka disambut riuh oleh keluarga, kerabat, serta ratusan pendukung Palestina yang mengibarkan bendera dan meneriakkan slogan-slogan solidaritas. Para aktivis tersebut merupakan […]

  • Lautan Penggemar Padati Teheran: Perpisahan Emosional Tim Melli di Tengah Ketidakpastian Visa AS

    Lautan Penggemar Padati Teheran: Perpisahan Emosional Tim Melli di Tengah Ketidakpastian Visa AS

    • calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
    • account_circle Hanny
    • visibility 39
    • 0Komentar

    TEHERAN – Gemuruh sorak-sorai ribuan pendukung membahana di Lapangan Enqelab, Teheran, pada Rabu malam. Di bawah sorotan lampu panggung dan lambaian bendera, publik Iran berkumpul untuk melepas skuad nasional mereka, Tim Melli, yang akan berlaga di ajang bergengsi Piala Dunia FIFA 2026. Acara perpisahan ini bukan sekadar seremoni biasa. Di tengah ketegangan geopolitik yang menyelimuti […]

expand_less