Gegerkan Pasar! Chip Murah MediaTek Dimensity 7500 Pakai Arsitektur Lebih Modern dari Pixel 10
- account_circle Yelki
- calendar_month Sabtu, 30 Mei 2026
- print Cetak

Dimensity 7500 adalah chip kelas menengah terbaru dari MediaTek. | Gambar oleh MediaTek
JAKARTA — Anggapan bahwa ponsel flagship mahal selalu menggunakan perangkat keras yang lebih baru dibanding ponsel murah tampaknya baru saja dipatahkan. MediaTek secara resmi meluncurkan Dimensity 7500, prosesor fabrikasi 4nm yang dirancang khusus untuk ponsel kelas menengah ke bawah (mid-range dan budget).
Kejutan utamanya? Chip yang ditujukan untuk ponsel dengan harga di bawah $400 (sekitar Rp6 jutaan) ini justru mengusung inti CPU terbaru dari Arm yang bahkan tidak dimiliki oleh ponsel premium sekelas Google Pixel 10.
Lompatan Arsitektur Besar untuk Ponsel Murah
Jika chip ponsel murah generasi sebelumnya sering kali menggunakan inti CPU yang terasa kuno—seperti lini Dimensity 7400 yang masih mengandalkan inti Cortex-A78 yang sudah usang—Dimensity 7500 membawa perubahan arsitektur yang masif.
Untuk pertama kalinya, MediaTek menghadirkan lini CPU C1 terbaru dari Arm ke segmen pasar yang lebih terjangkau. Berikut adalah spesifikasi kunci yang ditawarkan oleh Dimensity 7500:
-
CPU Octa-Core: Konfigurasi empat inti Arm C1-Pro berkecepatan 2,6 GHz dan empat inti C1-Nano berkecepatan 2 GHz.
-
Grafis & AI: Didukung GPU Arm Mali-G625 MC2 dan NPU 850 yang menjanjikan peningkatan performa AI hingga dua kali lipat dibanding generasi sebelumnya.
-
Konektivitas & Multimedia: Mendukung kecepatan 5G hingga 5,2 Gbps, Wi-Fi 6E, kamera resolusi monster hingga 200 MP, serta perekaman video 4K HDR.
MediaTek mengklaim bahwa arsitektur baru ini akan memberikan pengalaman pengguna yang jauh lebih responsif, proses instalasi aplikasi yang lebih singkat, serta efisiensi daya yang jauh lebih baik untuk ponsel kelas menengah ke bawah.
Sentilan untuk Google Pixel 10
Hal yang paling menarik dari peluncuran ini adalah perbandingannya dengan chip flagship Google saat ini, Tensor G5, yang tertanam di seri Pixel 10 seharga $800 (sekitar Rp13 juta).
Meskipun dijual dengan harga dua kali lipat lebih mahal, Google Tensor G5 masih mengandalkan arsitektur era 2024 (Cortex-X4, A725, dan A520). Di sisi lain, MediaTek Dimensity 7500 yang jauh lebih murah justru sudah melompat menggunakan jajaran Arm C1 yang lebih baru.
Perlu digarisbawahi, Dimensity 7500 bukanlah seonggok ‘pembunuh’ Pixel 10. Secara performa murni, inti Cortex-X4 pada Tensor G5 jelas masih unggul dalam kinerja single-core, dan kemampuan GPU-nya pun masih berada di level yang berbeda jauh. Namun secara estetika pasar, hal ini tentu kurang menyenangkan bagi Google. Terlebih lagi, beberapa pengujian menunjukkan bahwa Tensor G5 sudah tertinggal sekitar 30% dari Galaxy S25 dalam performa single-core.
Silikon Murah, Pelajaran Mahal
Bagi konsumen, kehadiran Dimensity 7500 adalah sebuah kemenangan mutlak. Pengguna tidak perlu lagi merogoh kocek dalam-dalam hanya untuk merasakan arsitektur CPU paling modern yang efisien dan responsif.
Namun bagi industri, ini adalah sentilan keras. Ketika ponsel murah mampu menyamai—bahkan melampaui—desain inti ponsel flagship, Google tampaknya harus mulai mengevaluasi strateginya. Fitur-fitur AI yang canggih memang menarik, namun untuk jangka panjang, silikon premium tetap membutuhkan fondasi perangkat keras yang benar-benar terasa flagship.
- Penulis: Yelki
- Editor: Hanny
