Kota Padang Optimalkan Kekayaan Kuliner Guna Raih Status Kota Kreatif Dunia
- account_circle Yelki
- calendar_month Minggu, 31 Mei 2026
- print Cetak

Masjid Raya Sumatera Barat yang meraih penghargaan internasional(Shutterstock/Erico Setiawan)
PADANG — Sektor pariwisata di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) kini tengah gencar melakukan pembenahan besar-besaran. Menghadapi momen libur panjang yang diprediksi akan mendatangkan lonjakan wisatawan, pemerintah daerah bergerak cepat dengan memperketat pengamanan destinasi sekaligus mendorong berbagai potensi ekonomi kreatif unggulan agar mampu bersaing di kancah internasional.
Langkah konkret langsung diambil oleh Pemerintah Kota Padang dengan menyiagakan ratusan personel gabungan, termasuk Satpol PP, di berbagai titik objek wisata strategis. Penyiagaan personel ini diutamakan untuk menciptakan suasana liburan yang aman, nyaman, serta memastikan seluruh destinasi bersih dari praktik pungutan liar (pungli) yang kerap dikeluhkan oleh para pelancong.
Dorong Gastronomi ke Panggung UNESCO
Tidak hanya fokus pada pengamanan, Kota Padang juga sedang melebarkan sayapnya di sektor ekonomi kreatif. Pemerintah daerah terus gencar mempromosikan kekayaan kuliner khasnya agar diakui sepenuhnya oleh UNESCO ke dalam jaringan Kota Kreatif Dunia atau UNESCO Creative Cities Network (UCCN). Pengembangan wisata gastronomi ini diharapkan mampu menjadi magnet baru bagi para pencinta kuliner dari berbagai belahan dunia.
Di sisi lain, dinamika hukum juga mewarnai sektor pariwisata Sumbar. Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumbar baru-baru ini melakukan tindakan tegas dengan menyita tiga wahana yang terbengkalai di kawasan Pantai Air Manis, Kota Padang. Wahana yang terdiri dari taman kelinci, taman bermain, dan dermaga tersebut disita terkait adanya kasus dugaan korupsi pada penggunaan anggaran akhir tahun 2021.
Terobosan Baru di Kawasan Kota Tua
Guna menggerakkan roda perekonomian warga lokal secara langsung, Dinas Pariwisata Kota Padang meluncurkan inovasi kreatif berupa paket wisata tradisional baru di kawasan Batang Arau dan Kota Tua Padang.
Wisatawan kini disuguhkan daya tarik menarik berupa kesempatan berkeliling menikmati arsitektur bersejarah menggunakan bendi tradisional serta menunggang kuda. Terobosan ini menjadi alternatif menyegarkan yang memperkaya pilihan destinasi di ibu kota provinsi.
Sementara itu, secara umum sektor pariwisata Sumatera Barat saat ini masih berada dalam fase pemulihan setelah sempat mengalami penurunan angka kunjungan akibat dampak bencana alam beberapa waktu lalu.
Pemerintah daerah bersama seluruh asosiasi pariwisata tengah memfokuskan energinya untuk memperbaiki infrastruktur yang rusak demi meningkatkan kembali kepercayaan para pelancong.
Upaya pemulihan ini pun mendapat perhatian khusus dari pemerintah pusat. Mengingat sektor pariwisata merupakan salah satu penggerak utama urat nadi perekonomian daerah, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah diharapkan mampu mengembalikan kejayaan pariwisata Sumatera Barat sebagai destinasi unggulan yang aman, berbudaya, dan mendunia.
- Penulis: Yelki
- Editor: Hanny
