Sukses Gaet Dua Sekolah Nasional, Bupati Yulianto Bidik Sekolah Garuda dan Kampus Negeri
- account_circle Irfansyah P
- calendar_month 5 jam yang lalu
- print Cetak

Sekolah Garuda dan Kampus Negeri (gambar AI)
PASAMAN BARAT, SUMBARBIZ – Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat tengah gencar melakukan manuver strategis di tingkat pusat guna merombak peta pendidikan di wilayahnya. Tidak mufakat hanya dengan capaian proyek Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) dan Sekolah Rakyat, Bupati Pasaman Barat, Yulianto, membeberkan langkah diplomasi lanjutan yang kini sedang diupayakan secara intensif.
Saat ini, Pemerintah Daerah (Pemda) Pasaman Barat sedang berupaya keras melobi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti-Saintek). Target utamanya adalah meloloskan Pasaman Barat sebagai lokasi pembangunan Sekolah Garuda—atau dikenal sebagai SMA Unggul Garuda—sebagai perwakilan tunggal untuk Provinsi Sumatra Barat.
Sebagai informasi, Sekolah Garuda merupakan program strategis nasional yang dirancang khusus oleh pemerintah pusat sebagai inkubator pencetak calon pemimpin masa depan. Sekolah yang menerapkan sistem berasrama (boarding school) ini menitikberatkan kurikulumnya pada bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika (Science, Technology, Engineering, and Mathematics/STEM). Melalui formula tersebut, para lulusannya diproyeksikan memiliki daya saing global agar mampu menembus perguruan tinggi papan atas dunia.
Perjuangan Merebut Kuota Ketat Sekolah Garuda
Kendati demikian, langkah diplomasi ini diakui tidak mudah. Perjuangan Pemda Pasaman Barat harus berhadapan dengan regulasi kuota yang sangat ketat dari pemerintah pusat. Untuk skema “Sekolah Garuda Baru”, pemerintah hanya mendirikan satu unit sekolah saja untuk setiap provinsi di Indonesia.
Secara teknis, tata kelola Penyelenggaraan Sekolah Garuda terbagi ke dalam dua skema utama:
-
Sekolah Garuda Baru: Sekolah berasrama yang dibangun dari nol dan dikelola langsung oleh pemerintah pusat. Sekolah ini terbuka bagi siswa-siswi terbaik dari seluruh penjuru negeri melalui jalur reguler maupun beasiswa penuh.
-
Sekolah Garuda Transformasi: Optimalisasi Sekolah Menengah Atas (SMA) atau Madrasah Aliyah (MA) unggulan yang sudah berdiri (baik milik pemerintah maupun swasta), yang kemudian disuntik dengan kurikulum pengayaan khusus agar mencapai standar global.
Program nasional ini bertumpu pada tiga pilar utama, yakni penyeimbang akses (pemerataan), inkubator pemimpin (karakter), serta prestasi akademik dan pengabdian masyarakat. Tiga pilar inilah yang menjadi landasan prioritas Pemda Pasaman Barat dalam meyakinkan kementerian terkait.
Cetak Biru Kampus Negeri dan Komitmen Pendidikan Gratis
Sebagai pelengkap dari cetak biru (blueprint) jangka panjang kebangkitan sektor pendidikan di Pasaman Barat, Bupati Yulianto juga mengungkapkan rencana besar lainnya. Pihaknya kini tengah menjajaki komunikasi politik untuk melobi pemerintah pusat guna mendirikan universitas negeri pertama di Kabupaten Pasaman Barat.
Langkah akselerasi ini diharapkan mampu mengonversi wajah Kabupaten Pasaman Barat secara fundamental. Wilayah yang semula didominasi oleh sektor komoditas pertanian dan perkebunan, ditargetkan bertransformasi menjadi pusat peradaban baru, penggerak ekonomi kreatif, serta episentrum keunggulan akademik di wilayah Sumatra Barat.
Yulianto menegaskan bahwa kehadiran infrastruktur pendidikan mutakhir ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan bagian integral dari komitmen jangka panjang pemerintah dalam menghadirkan akses pendidikan yang berkualitas, berkeadilan, dan merata.
“Dua sekolah bertaraf nasional akan segera berdiri tegak di Pasaman Barat. Visi besar saya adalah ingin menjadikan Pasaman Barat sebagai pusat pertumbuhan dan kiblat pendidikan di Sumatra Barat untuk masa depan,” kata Yulianto dengan nada optimistis saat memberikan keterangan di kediamannya, Selasa malam (16/6/2026).
Tantangan Persaingan Ketat Calon Peserta Didik
Meski membawa angin segar bagi peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di daerah, Bupati Yulianto memberikan catatan penting terkait dinamika seleksi masuk sekolah unggulan tersebut di masa mendatang. Mengingat status sekolah ini merupakan proyek strategis nasional dengan mutu pengajaran tinggi, kompetisi memperebutkan kursi dipastikan akan berlangsung sangat ketat.
Berdasarkan proyeksi ke depan, peminat sekolah-sekolah unggulan ini tidak hanya akan datang dari lokal Pasaman Barat saja. Fasilitas gratis bertaraf nasional ini diprediksi akan diserbu oleh ratusan calon peserta didik berbakat dari berbagai kabupaten dan kota lain di Sumatra Barat, bahkan hingga dari luar provinsi. Oleh karena itu, kesiapan mental dan akademik putra-putri daerah kini mulai menjadi perhatian serius pemerintah setempat.***
- Penulis: Irfansyah P
