Polda Metro Jaya Kerahkan 4.131 Personel Amankan Aksi Massa Hari Ini
- account_circle Endri Caniago
- calendar_month 10 jam yang lalu
- print Cetak

Sejumlah personel polisi. (istimewa)
JAKARTA – Polda Metro Jaya menyiagakan sebanyak 4.131 personel gabungan untuk mengawal dan mengamankan kegiatan penyampaian pendapat yang digelar sejumlah elemen masyarakat di berbagai titik wilayah DKI Jakarta pada Kamis. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan aksi berlangsung aman, tertib, dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabidhumas) Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, mengatakan ribuan personel tersebut akan ditempatkan di sejumlah lokasi yang diperkirakan menjadi pusat konsentrasi massa.
“Polda Metro Jaya menyiapkan 4.131 personel gabungan untuk melayani dan mengamankan kegiatan penyampaian pendapat masyarakat. Kehadiran personel di lapangan untuk memastikan kegiatan berjalan aman, tertib, dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat lainnya,” kata Budi di Jakarta.
Menurut dia, personel pengamanan terdiri atas 2.359 anggota Polda Metro Jaya dan 372 personel dari jajaran Polres. Selain itu, pengamanan juga diperkuat oleh 1.400 personel Bantuan Kendali Operasi (BKO).
Personel BKO tersebut meliputi 200 anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI), 900 personel Korps Brigade Mobil (Korbrimob), serta 300 anggota Korps Sabhara (Korsabhara).
Budi menjelaskan, sejumlah titik yang menjadi fokus pengamanan antara lain kawasan Monumen Nasional (Monas), Bundaran Hotel Indonesia (HI) dan Dukuh Atas, Gedung DPR/MPR RI, serta Gedung Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) RI.
Berdasarkan laporan yang diterima kepolisian, sejumlah organisasi kemahasiswaan dan kemasyarakatan dijadwalkan menyampaikan aspirasi di kawasan Monas. Sementara kelompok massa lainnya akan terkonsentrasi di Bundaran HI, Dukuh Atas, dan kawasan Kementerian Ketenagakerjaan.
Dalam pelaksanaan pengamanan, Polda Metro Jaya mengedepankan langkah preemtif dan preventif guna menjaga situasi tetap kondusif. Aparat juga akan melakukan penegakan hukum apabila ditemukan adanya pelanggaran selama kegiatan berlangsung.
Selain mengamankan lokasi aksi, petugas di lapangan juga disiagakan untuk melakukan pengaturan arus lalu lintas, pengamanan objek vital, serta memberikan pelayanan kepada masyarakat dan pengguna jalan.
“Kami mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis. Seluruh personel telah diingatkan untuk bertindak sesuai prosedur, tidak mudah terprovokasi, serta mengutamakan keselamatan masyarakat, peserta aksi, dan petugas,” ujar Budi.
Terkait lalu lintas, kepolisian akan menerapkan rekayasa arus kendaraan secara situasional sesuai perkembangan kondisi di lapangan. Langkah tersebut dilakukan untuk meminimalkan kepadatan kendaraan di sekitar lokasi aksi.
Polda Metro Jaya juga mengimbau masyarakat yang tidak memiliki kepentingan mendesak untuk menghindari kawasan yang menjadi titik konsentrasi massa guna mengurangi potensi kemacetan.
“Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan mengikuti arahan petugas di lapangan. Kepada peserta aksi, silakan menyampaikan pendapat secara tertib, damai, tidak melakukan tindakan anarkis, tidak merusak fasilitas umum, dan tetap menghormati hak masyarakat lainnya,” kata Budi.
Selain itu, masyarakat diminta segera melaporkan kepada kepolisian apabila menemukan potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Pelaporan dapat dilakukan melalui kantor kepolisian terdekat maupun layanan Call Center 110 yang disiagakan selama kegiatan berlangsung.
Dengan pengamanan yang melibatkan ribuan personel gabungan tersebut, Polda Metro Jaya berharap seluruh rangkaian aksi penyampaian pendapat dapat berlangsung aman, tertib, dan sesuai ketentuan yang berlaku, sekaligus menjaga kelancaran aktivitas masyarakat di Ibu Kota.
- Penulis: Endri Caniago
- Editor: Hanny
