BREAKING NEWS
light_mode
Trending Tags
Beranda » DAERAH » PASAMAN BARAT » Bantah Keluhan Warga, Dinkes Pasaman Barat Juara Bertahan dalam Kategori ‘Klarifikasi Pasca-Viral’

Bantah Keluhan Warga, Dinkes Pasaman Barat Juara Bertahan dalam Kategori ‘Klarifikasi Pasca-Viral’

  • account_circle Irfansyah P
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • print Cetak

PASAMAN BARAT – Puskesmas yang seharusnya menjadi garda terdepan untuk menyembuhkan penyakit, mendadak berubah fungsi menjadi pemicu trauma psikologis. Jagat maya baru-baru ini dihebohkan oleh keluhan warga terkait dugaan “ramahnya” pelayanan oknum petugas di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Ujung Gading, Kecamatan Lembah Melintang, Kabupaten Pasaman Barat.

​Kasus ini mencuat dan viral setelah akun media sosial atas nama Inces Lubis membagikan kisah pilu anaknya yang berniat mencari surat keterangan tes buta warna. Alih-alih pulang membawa surat yang dibutuhkan, anak tersebut justru pulang dengan air mata yang bercucuran.

Oknum petugas medis atau bidan yang berjaga diduga menunjukkan “profesionalitasnya” dengan cara memarahi anak tersebut berulang kali, sebelum akhirnya mengusirnya secara halus dan memintanya mencari tempat lain. Sebuah metode pelayanan publik yang tentu sangat ramah lingkungan, karena berhasil mengurangi antrean dengan cara yang instan.

Gunung Es Keluhan: Dari Luka Bakar hingga Taruhan Nyawa

​Bak gayung bersambut, unggahan tersebut langsung membuka kotak pandora. Netizen berbondong-bondong menumpahkan pengalaman serupa, membuktikan bahwa insiden tersebut bukanlah sebuah kebetulan, melainkan diduga sudah menjadi “kearifan lokal” di fasilitas kesehatan tersebut.

​Akun Irsal Lobies, misalnya, mengenang kembali memori kelam saat mendampingi istrinya yang menderita luka bakar hingga 80 persen pada waktu subuh. Alih-alih mendapatkan penanganan intensif dari dokter, pasien hanya dihadiahi selembar surat rujukan dan cairan infus oleh perawat. Menariknya, meski program Universal Health Coverage (UHC) yang digembar-gemborkan pemerintah sedang berlaku, ia tetap diwajibkan membayar Rp150.000—sebuah bentuk “efisiensi” sistem gratis yang patut dipertanyakan.

​Tak ketinggalan, akun Zukni Faidah Ny Habibi mengeluhkan birokrasi antrean manual dan digital (Mobile JKN) yang inkonsisten, lengkap dengan bonus wajah masam dari petugas pendaftaran kepada ibu hamil. Sementara itu, akun Dek Lena menceritakan bayinya yang berusia satu tahun harus telantar hanya karena dokter anak belum datang, lalu disarankan pindah ke klinik swasta.

Lebih ekstrem lagi, akun Zainal Arifin Lubis bahkan melempar tuduhan terkait penanganan persalinan yang lambat hingga berujung pada kematian bayi.

​Kendati demikian, beberapa akun seperti Asbetrix AZ dan Arif Budiman mencoba menjadi penengah dan meminta masyarakat tetap berkepala dingin agar tidak menghakimi satu pihak saja.

Respons Dinas Kesehatan: Jurus Klasik “Tidak Sesuai Fakta”

​Menanggapi gelombang tuntutan publik yang kian memanas, Kepala Dinas Kesehatan Pasaman Barat, Gina Alecia, segera mengeluarkan jurus klarifikasi standar birokrasi. Menurutnya, semua riuh rendah di media sosial tersebut hanyalah kesalahpahaman belaka.

​”Mengenai persoalan tersebut, informasi yang disampaikan yang menjadi status di media sosial tentang pelayanan puskesmas, tidak sesuai dengan yang sebenarnya,” ujar Gina Alecia saat dikonfirmasi, Minggu (21/6/2026), seolah menegaskan bahwa netizen kolektif hanya sedang berhalusinasi massal.

​Guna meluruskan “kesimpangsiuran” ini, Dinas Kesehatan bergerak cepat dengan agenda favorit mereka yakni rapat. Berdasarkan laporan Kepala Puskesmas Ujung Gading, pihak dinas akan menggelar pertemuan klarifikasi bersama orang tua anak di Kantor Camat Lembah Melintang dengan melibatkan lintas sektor.

​Mengenai rapor merah pelayanan dari warga, Gina kembali meyakinkan publik dengan kalimat normatif yang sudah sangat akrab di telinga masyarakat.

​”Untuk pelayanan, kita selalu berkomitmen untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Pelaksanaan evaluasi dan monitoring terus dilaksanakan untuk optimalisasi pelayanan. Perlu diketahui, setiap pertemuan dengan Kepala Puskesmas dan tenaga kesehatan yang ada, kita selalu mengingatkan pentingnya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” tambahnya.

Dinas Kesehatan juga menegaskan telah meminta klarifikasi langsung dari pihak Puskesmas Ujung Gading dan menginstruksikan seluruh jajaran agar memperbaiki pola komunikasi guna mencegah terjadinya miskomunikasi dengan masyarakat di masa mendatang.

​Publik kini hanya bisa berharap agar komitmen, evaluasi, dan pengingat yang rutin diucapkan dalam rapat-rapat formal tersebut bisa benar-benar turun ke bumi dan dirasakan oleh masyarakat, bukan sekadar menjadi pemanis laporan kinerja di atas kertas.***

  • Penulis: Irfansyah P

Rekomendasi Untuk Anda

  • Timur Tengah Membara: Iran Balas Serang Pangkalan Udara AS, Pertahanan Udara Kuwait Siaga Satu

    Timur Tengah Membara: Iran Balas Serang Pangkalan Udara AS, Pertahanan Udara Kuwait Siaga Satu

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
    • account_circle Endri Caniago
    • visibility 14
    • 0Komentar

    JAKARTA — Situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah kembali memanas ke tingkat yang mengkhawatirkan. Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengonfirmasi telah meluncurkan serangan balasan yang menargetkan pangkalan udara Amerika Serikat (AS) pada Kamis (28/5/2026) subuh waktu setempat. Berdasarkan laporan dari stasiun televisi pemerintah Iran, IRIB, aksi ini merupakan respons langsung atas agresi militer AS […]

  • Sumbar Melejit Jadi Kiblat Ekonomi Syariah: Inklusi Keuangan Tembus 92% dan Rencana Terobosan Sukuk Daerah

    Sumbar Melejit Jadi Kiblat Ekonomi Syariah: Inklusi Keuangan Tembus 92% dan Rencana Terobosan Sukuk Daerah

    • calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
    • account_circle Yelki
    • visibility 20
    • 0Komentar

    PADANG – Provinsi Sumatera Barat semakin mengukuhkan posisinya sebagai lokomotif ekonomi syariah di Indonesia. Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, memaparkan sederet capaian gemilang sepanjang tahun 2025 yang membuktikan bahwa ekosistem halal bukan sekadar label, melainkan mesin penggerak kesejahteraan masyarakat. Dalam keterangannya di Kota Padang pada Senin, Mahyeldi menegaskan bahwa komitmen ini didasarkan pada regulasi yang kuat. […]

  • Klarifikasi Ponpes Darul Mursyidin Kapa Terkait Video Heboh Santri Dianiaya di Kebun Sawit

    Klarifikasi Ponpes Darul Mursyidin Kapa Terkait Video Heboh Santri Dianiaya di Kebun Sawit

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle Hanny
    • visibility 52
    • 0Komentar

    SUMBARBIZ – Video aksi perundungan terhadap santri Darul Mursyidin Kapa yang viral sebelumnya di media sosial, ternyata aksi balas dendam yang dilakukan oleh salah seorang pelaku terhadap kakak kelasnya. Aksi perundungan atau penganiayaan terhadap seorang santri di Darul Mursyidin Kapa di Kecamatan Luhak Nan Duo, Kabupaten Pasaman Barat, Sumbar ini terjadi di sebuah area perkebunan […]

  • Polri Ungkap Jaringan Narkotika di Dumai, Sita 18 Kg Sabu dan 30.000 Ekstasi

    Polri Ungkap Jaringan Narkotika di Dumai, Sita 18 Kg Sabu dan 30.000 Ekstasi

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • account_circle Endri Caniago
    • visibility 42
    • 0Komentar

    Jakarta, SUMBARBIZ – Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri mengungkap peredaran gelap narkotika jaringan internasional di Kota Dumai, Provinsi Riau. Dalam pengungkapan tersebut, sabu seberat lebih dari 18 kilogram, 30.000 butir ekstasi serta ratusan etomidate disita. Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol Eko Hadi Santoso mengatakan pengungkapan kasus itu merupakan hasil pengembangan informasi […]

  • Bupati Pasaman Barat Terbitkan Surat Edaran Perketat Aturan Rumah Kos dan Kontrakan

    Bupati Pasaman Barat Terbitkan Surat Edaran Perketat Aturan Rumah Kos dan Kontrakan

    • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
    • account_circle Endri Caniago
    • visibility 26
    • 0Komentar

    Pasaman Barat, SUMBARBIZ – Bupati Pasaman Barat, Yulianto, secara resmi mengeluarkan surat edaran yang mengatur tentang pemeliharaan ketertiban umum dan ketentraman masyarakat, khususnya di lingkungan rumah kos dan kontrakan di wilayah Kabupaten Pasaman Barat. Langkah ini diambil sebagai tindak lanjut atas Surat Edaran Gubernur Sumatera Barat serta Peraturan Daerah Nomor 13 Tahun 2018. Kebijakan ini […]

  • Siklus Berbahaya Judi Online: Kenapa “Hampir Menang” Justru Bikin Candu?

    Siklus Berbahaya Judi Online: Kenapa “Hampir Menang” Justru Bikin Candu?

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
    • account_circle Yelki
    • visibility 28
    • 0Komentar

    OPINI – Perjudian online (judol) telah menjadi fenomena digital yang kian meresahkan. Meskipun banyak cerita tentang pemain yang bangkrut, kehilangan pekerjaan, hingga terjerat kasus hukum, jumlah pemain judi online tampaknya tidak pernah surut. Pertanyaan besar yang sering muncul adalah: Kenapa para pemain judi online sangat susah untuk berhenti? Fenomena ini bukan sekadar masalah “kurang kontrol […]

expand_less