BREAKING NEWS
light_mode
Trending Tags
Beranda » PENDIDIKAN » Jeritan Emak-Emak Pasaman Barat: Sekolah Swasta Mahal, Zonasi Negeri Malah Amburadul

Jeritan Emak-Emak Pasaman Barat: Sekolah Swasta Mahal, Zonasi Negeri Malah Amburadul

  • account_circle Endri Caniago
  • calendar_month 49 menit yang lalu
  • print Cetak

PASAMAN BARAT — Niat mulia kementerian dalam memeratakan kualitas pendidikan lewat sistem zonasi tampaknya kembali membentur dinding realitas yang keras di Kabupaten Pasaman Barat, Sumatra Barat. Sebanyak 30 calon siswa di Kecamatan Pasaman dipaksa menyandang gelar “calon siswa cadangan” di SMPN 6 Pasaman. Ironisnya, rumah mereka berdiri tegak di dalam wilayah zonasi sekolah tersebut.

​Kondisi ini seketika memicu kepanikan massal di kalangan emak-emak setempat. Mereka mulai dihantui bayang-bayang biaya sekolah swasta yang selangit jika anak-anak mereka gagal menembus benteng pertahanan kuota sekolah negeri. Harapan agar anak bisa berjalan kaki ke sekolah terdekat kini berubah menjadi mimpi buruk administratif.

​Antara Niat Suci dan Realitas Amburadul

​Secara teori di atas kertas, sistem zonasi adalah malaikat penolong. Kebijakan ini menjanjikan akses pendidikan yang adil tanpa diskriminasi, efisiensi biaya transportasi bagi orang tua, hingga hilangnya kasta “sekolah favorit” dan “sekolah buangan”.

Namun, ketika diterapkan di lapangan tanpa kalkulasi matang mengenai rasio jumlah penduduk dan daya tampung kelas, sistem ini justru melahirkan berbagai anomali sosial yang menggelitik nalar sehat.

Siasat “Numpang” Kartu Keluarga: Demi meloloskan anak ke sekolah incaran, mendadak banyak warga yang hobi memanipulasi domisili secara ajaib.

Matinya Motivasi Belajar: Kompetisi nilai akademik mendadak tidak seksi lagi. Mengapa harus belajar siang malam jika penentu kelulusan utama adalah koordinat garis lintang dan garis bujur rumah?

Ketimpangan Fasilitas: Sekolah yang dahulu dicap favorit kini kebanjiran murid hingga sarana prasarana kewalahan, sementara sekolah non-favorit tetap sepi peminat.

​Guru pun dipaksa bekerja ekstra keras bak pahlawan super tanpa jubah untuk menyamaratakan kemampuan akademis siswa baru yang rentangnya terlampau timpang akibat hilangnya saringan prestasi.

​Solusi Dinas Pendidikan: Efisiensi Jarak yang Kontradiktif

​Merespons jeritan para orang tua murid, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pasaman Barat, Imter Pedri, memberikan penjelasan sekaligus solusi alternatif yang tidak kalah menarik untuk dicermati.

​”Bagi siswa yang tidak diterima di satu sekolah karena penetapan daya tampung, kita arahkan ke sekolah terdekat. Untuk Simpang Empat sekitarnya, kita arahkan ke SMP 4 Pasaman di Batang Lingkin. Untuk Kecamatan Luhak Nan Duo, kita arahkan ke SMP 2 di Kapar. Insyaallah, dua sekolah tersebut masih memungkinkan untuk daya tampung,” ujar Imter Pedri saat dikonfirmasi, Senin (22/6/2026).

​Di sinilah letak humor getirnya. Esensi utama dari jalur zonasi adalah menghemat pengeluaran transportasi dan mengurangi kelelahan siswa karena jarak tempuh rumah ke sekolah yang dekat.

Namun, ketika siswa yang rumahnya sudah berada di zona SMPN 6 Pasaman terdepak karena kuota penuh, mereka justru disarankan melempar sauh ke sekolah lain yang jaraknya tentu tidak lagi bisa ditempuh dengan sekadar berjalan kaki santai.

Solusi ini seolah menegaskan bahwa esensi “dekat” dalam sistem zonasi bisa melar secara elastis sesuai ketersediaan kursi kosong.

Catatan Saran dan Kritik

​Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat tidak boleh terus-menerus menggunakan pola “pemadam kebakaran” yang hanya sibuk mencari solusi instan saat kisruh PPDB tahunan meledak di masyarakat.

Dinas Pendidikan Pasaman Barat wajib segera melakukan audit menyeluruh terhadap validitas data kependudukan (KK) yang masuk dalam PPDB untuk menyisir potensi manipulasi domisili.

Selain itu, penambahan ruang kelas baru (RKB) atau pembangunan unit sekolah baru di wilayah padat penduduk harus menjadi prioritas utama pada anggaran perubahan, bukan sekadar mengalihkan beban psikologis dan biaya transportasi tambahan ke pundak orang tua murid.***

  • Penulis: Endri Caniago
  • Editor: Khairil

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Yulianto Prioritaskan Pembangunan Infrastruktur Jalan Terisolasi di Rura Patontang

    Bupati Yulianto Prioritaskan Pembangunan Infrastruktur Jalan Terisolasi di Rura Patontang

    • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
    • account_circle Irfansyah P
    • visibility 25
    • 0Komentar

    PASAMAN BARAT — Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Provinsi Sumatra Barat, resmi memulai proyek perbaikan ruas jalan menuju Rura Patontang, Kecamatan Koto Balingka, pada Sabtu (6/6). Langkah ini diambil sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam membuka akses wilayah yang selama ini terisolasi sekaligus memperlancar mobilitas masyarakat setempat. Sebuah alat berat telah dikerahkan ke lokasi sejak Sabtu […]

  • Pemulung Hanyut di Padang, Tiga Perahu Karet Diturunkan Cari Korban

    Pemulung Hanyut di Padang, Tiga Perahu Karet Diturunkan Cari Korban

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • account_circle Hanny
    • visibility 21
    • 0Komentar

    Padang, SUMBARBIZ – Seorang pemulung dilaporkan hanyut di banda bakali atau kanal banjir di Kelurahan Alai Parak Kopi, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang, pada Jumat (1/5/2026) pagi. Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton mengatakan, tim gabungan menurunkan tiga perahu karet untuk mencari korban. Dia menyebut tim gabungan terdiri atas personil Kantor SAR Padang, BPBD […]

  • Tragedi Tambang Emas Ilegal di Sijunjung: 9 Penambang Tewas Tertimbun Longsor

    Tragedi Tambang Emas Ilegal di Sijunjung: 9 Penambang Tewas Tertimbun Longsor

    • calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
    • account_circle Endri Caniago
    • visibility 38
    • 0Komentar

    SIJUNJUNG – Tragedi memilukan kembali terjadi di sektor pertambangan tanpa izin di Sumatra Barat. Sebanyak sembilan orang warga dinyatakan meninggal dunia setelah tertimbun material tebing yang longsor di lokasi tambang emas ilegal daerah Situntuak, Jorong Koto Guguk, Nagari Guguk, Kecamatan Koto VII, Kabupaten Sijunjung, pada Kamis (14/5/2026). Peristiwa maut tersebut dilaporkan terjadi sekitar pukul 12.00 […]

  • Bantah Keluhan Warga, Dinkes Pasaman Barat Juara Bertahan dalam Kategori ‘Klarifikasi Pasca-Viral’

    Bantah Keluhan Warga, Dinkes Pasaman Barat Juara Bertahan dalam Kategori ‘Klarifikasi Pasca-Viral’

    • calendar_month 18 jam yang lalu
    • account_circle Irfansyah P
    • visibility 20
    • 0Komentar

    PASAMAN BARAT – Puskesmas yang seharusnya menjadi garda terdepan untuk menyembuhkan penyakit, mendadak berubah fungsi menjadi pemicu trauma psikologis. Jagat maya baru-baru ini dihebohkan oleh keluhan warga terkait dugaan “ramahnya” pelayanan oknum petugas di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Ujung Gading, Kecamatan Lembah Melintang, Kabupaten Pasaman Barat. ​Kasus ini mencuat dan viral setelah akun media sosial […]

  • Polres Tanah Datar Luncurkan Program Babaliak Ka Surau Cegah Narkoba

    Polres Tanah Datar Luncurkan Program Babaliak Ka Surau Cegah Narkoba

    • calendar_month Kamis, 18 Jun 2026
    • account_circle Irfansyah P
    • visibility 8
    • 0Komentar

    BATUSANGKAR — Kepolisian Resor (Polres) Tanah Datar resmi meluncurkan program inovatif bertajuk “Babaliak ka Surau” sebagai langkah strategis membentengi generasi muda dari ancaman narkotika dan berbagai perilaku menyimpang. Program ini mengedepankan pendekatan budaya serta revitalisasi nilai-nilai keagamaan yang menjadi akar kehidupan masyarakat Minangkabau. Gagasan visioner tersebut dipaparkan langsung oleh Kapolres Tanah Datar, AKBP Nur Ichsan […]

  • Tak Main-Main, Forkopimda Sumbar Sepakat Tindak Tegas Ratusan Tambang Emas Tanpa Izin

    Tak Main-Main, Forkopimda Sumbar Sepakat Tindak Tegas Ratusan Tambang Emas Tanpa Izin

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • account_circle Hanny
    • visibility 34
    • 0Komentar

    PADANG — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) mengonfirmasi bahwa aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayahnya kini kian masif dan berada dalam kondisi yang mengkhawatirkan. Berdasarkan pemetaan terbaru melalui citra satelit, diperkirakan terdapat sekitar 200 hingga 300 titik tambang emas ilegal yang tersebar di sejumlah kabupaten dan kota di Sumbar. ​Fakta mengejutkan ini […]

expand_less