Klarifikasi Ponpes Darul Mursyidin Kapa Terkait Video Heboh Santri Dianiaya di Kebun Sawit
- account_circle Hanny
- calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
- print Cetak

Tangkapan layar aksi tidak terpuji terhadap santri yang bernama Rafael
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMBARBIZ – Video aksi perundungan terhadap santri Darul Mursyidin Kapa yang viral sebelumnya di media sosial, ternyata aksi balas dendam yang dilakukan oleh salah seorang pelaku terhadap kakak kelasnya.
Aksi perundungan atau penganiayaan terhadap seorang santri di Darul Mursyidin Kapa di Kecamatan Luhak Nan Duo, Kabupaten Pasaman Barat, Sumbar ini terjadi di sebuah area perkebunan kelapa sawit, insiden itu terjadi pada Senin malam (27/4).
Guru Asrama Pondok Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Mursyidin, Muhammad Sapandi mengatakan korban merupakan kelas 2 Madrasah Aliyah Swasta (MAS). Dia menjadi korban penganiayaan dari eks adik kelas karena diduga dendam lama.
“Salah seorang pelaku merupakan eks adik kelas dari korban, pelaku dahulunya santri kelas 3 Tsanawiyah di ponpes kami dan di keluarkan karena ada pelanggaran,” kata Sapandi, Rabu (29/4) di Kapa.
Dia menerangkan, berdasarkan pengakuan pelaku, penganiayaan yang dilakukan karena dendam lama terhadap korban. Sebab, pelaku dan teman sesama santri nya sewaktu sekolah sering di peras atau di palak uangnya oleh korban.
Akibat itu, setelah pelaku keluar dari ponpes tersebut timbul niatnya (pelaku) untuk membalaskan dendam fisik terhadap korban. Pelaku bersama kakak dan temannya artinya orang luar santri, untuk menganiaya korban.
Artinya, berdasarkan laporan, hal ini menjadi motif utama kejadian penganiayaan dan kekerasan yang dilakukan pelaku karena menjadi korban perundungan atau pemerasan sewaktu sekolah dulu di ponpes.
“Kejadiannya di luar lingkungan sekolah (pondok). Sedangkan korban kembali ke pondok tanpa sepengetahuan pengasuh pondok, setelah korban meliburkan diri dua minggu lamanya yang seharusnya libur selama 3 hari,” terang Sapandi.
Terkait penyelesaian, Ponpes Darul Mursyidin Kapa dengan pihak keluarga sudah berjanji untuk menyelesaikan masalah tersebut, namun video penganiayaan itu sudah viral duluan di medsos.
Sebelumnya, video aksi perundungan yang dilakukan beberapa remaja terhadap seorang santri di Darul Mursyidin Kapa di Kecamatan Luhak Nan Duo, Kabupaten Pasaman Barat, Sumbar, viral di media sosial.
Aksi tidak terpuji tersebut viral setelah diunggah salah satu akun milik anggota DPRD Kabupaten Pasaman Barat, Endra Yama Putra di Facebook.
Dalam video berdurasi 1 menit 30 detik, itu terlihat sebagian santri menyaksikan perundungan tersebut tanpa ada yang menghentikan aksi pengeroyokan terhadap korban di area perkebunan kelapa sawit.
Pelaku penganiayaan diduga merupakan teman korban di pesantren tersebut. Dalam video, korban ditinju, ditendang dan diinjak-injak oleh para pelaku. Korban baru bisa selamat setelah dapat melarikan diri dari pengeroyokan.
“Kami sangat menyedihkan atas kejadian ini. Kami sangat berduka atas musibah ini, korbannya anggota keluarga kami orang Sasak namanya Rafael anak dari Romi yang bekerja sebagai nelayan di salah satu Kapal Idola Samudra. Kejadianya di Pesantren Darul Mursyidin Kapar hari Senin malam (27/4/2026),” tulis Wakil Ketua DPRD Pasaman Barat periode 2019-2024.
Dia juga berharap agar insiden tersebut jangan terjadi lagi dan pelaku diberikan sanksi jera yang setimpal.
- Penulis: Hanny
