Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » KHAZANAH » Esensi Idul Adha: Apakah Semua Umat Muslim Wajib Berkurban?

Esensi Idul Adha: Apakah Semua Umat Muslim Wajib Berkurban?

  • account_circle Said Khairil Ibad
  • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
  • print Cetak

KHAZANAH – Perayaan Hari Raya Idul Adha selalu menjadi momentum yang dinantikan oleh umat muslim di seluruh dunia. Di Indonesia, antusiasme ini tercermin dari maraknya berbagai kegiatan budaya dan tradisi daerah, mulai dari pawai obor, takbir keliling, hingga prosesi tahunan Grebeg Besar yang digelar di istana Yogyakarta.

Namun di balik kemeriahan budaya tersebut, Idul Adha menyimpan esensi spiritualitas yang mendalam mengenai pengorbanan Nabi Ibrahim AS dan putranya, Nabi Ismail AS. Manifestasi dari nilai-nilai tersebut diwujudkan melalui rangkaian ibadah mulai dari salat Id, ibadah haji, hingga penyembelihan hewan kurban.

Sebuah pertanyaan yang sering muncul di tengah masyarakat adalah: apakah setiap umat muslim wajib berkurban meski hanya sekali dalam seumur hidup?

Hukum Kurban: Sunnah Muakkadah untuk yang Mampu

Dosen Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Islam Indonesia (UII), Prof. Dr. Subhan Afifi, S.Sos., M.Si, menjelaskan bahwa ibadah kurban (Al-Udhhiyah) pada dasarnya tidak bersifat wajib, melainkan berstatus hukum sunnah muakkadah atau sunnah yang sangat dianjurkan.

“Syarat berkurban adalah muslim, mampu atau berkecukupan secara ekonomi, sudah baligh, dan berakal. Artinya, umat dianjurkan berkurban jika kondisi telah memenuhi syarat-syarat tersebut. Jika sedang dalam kondisi keterbatasan ekonomi, ibadah kurban dapat ditunda hingga kondisi membaik,” ujar Prof. Subhan.

Perintah untuk melaksanakan kurban ini bersumber langsung dari Al-Qur’an, salah satunya tercantum dalam Surah Al-Kautsar ayat 2:

$$فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ$$

“Dirikanlah shalat dan berqurbanlah.”

Selain itu, keteladanan kurban juga dicontohkan langsung oleh Nabi Muhammad SAW sebagaimana diriwayatkan oleh Anas bin Malik RA bahwa Rasulullah SAW berkurban dengan dua ekor kambing kibasy putih bertanduk yang disembelih dengan tangan beliau sendiri seraya membaca basmalah dan bertakbir.

Prof. Subhan juga meluruskan anggapan keliru di masyarakat mengenai frekuensi berkurban. “Hendaknya bagi yang mampu, ibadah kurban dilaksanakan setiap tahun. Jadi ibadah kurban itu adalah ibadah tahunan, bukan sekali seumur hidup,” tambahnya.

Menggapai Ridha dan Ketakwaan, Bukan Sekadar Daging

Ibadah kurban pada hakikatnya merupakan bentuk rasa syukur atas limpahan nikmat dari Allah SWT sekaligus sarana untuk meraih ketakwaan. Allah SWT menegaskan bahwa nilai dari kurban terletak pada keikhlasan hati sang pekurban, bukan pada aspek fisik hewan tersebut, seperti dalam Surah Al-Hajj ayat 37:

$$لَنْ يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَى مِنْكُمْ$$

“Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya.”

Panduan dan Fleksibilitas Pembagian Daging Kurban

Mengenai distribusi hasil sembelihan, sebagian ulama menganjurkan agar daging kurban dibagi menjadi tiga bagian secara proporsional. Berdasarkan riwayat Abdullah bin ‘Abbas RA, rincian pembagian ideal tersebut adalah:

  1. Sepertiga (1/3) dikonsumsi sendiri oleh shohibul qurban (orang yang berkurban).

  2. Sepertiga (1/3) dihadiahkan kepada kerabat, tetangga, dan sahabat dekat.

  3. Sepertiga (1/3) disedekahkan kepada fakir miskin.

Kendati demikian, Prof. Subhan menyebutkan aturan sepertiga ini tidak bersifat mutlak. Jika daging kurban didistribusikan dengan takaran yang berbeda—misalnya diserahkan seluruhnya kepada fakir miskin tanpa pembagian kepada kerabat—hal tersebut tetap sah dan diperbolehkan.

Menariknya, para ulama terkemuka seperti Syaikh Abdul Aziz bin Baz dan Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin juga memfatwakan bahwa memberikan daging kurban kepada nonmuslim hukumnya diperbolehkan.

Hal ini selaras dengan prinsip kebaikan universal Islam yang tertuang dalam Surah Al-Mumtahanah ayat 8, di mana Allah tidak melarang umat Islam untuk berbuat baik dan berlaku adil kepada siapa saja yang tidak memerangi mereka karena alasan agama.

Melalui pemahaman fikih kurban yang inklusif dan mendalam ini, Idul Adha diharapkan tidak hanya menjadi ritual ibadah tahunan semata, melainkan juga instrumen sosial untuk mempererat tali persaudaraan dan kepedulian antar sesama manusia.***

  • Penulis: Said Khairil Ibad
  • Editor: Hanny

Rekomendasi Untuk Anda

  • Darurat? Cukup Hubungi Polisi 110, Gratis 24 Jam!

    Darurat? Cukup Hubungi Polisi 110, Gratis 24 Jam!

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • account_circle Irfansyah P
    • visibility 23
    • 0Komentar

    JAKARTA – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menegaskan kembali komitmennya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat melalui optimalisasi layanan hotline Kepolisian 110. Layanan cepat tanggap ini disediakan untuk mempermudah masyarakat dalam melakukan pengaduan, mencari informasi, maupun melaporkan kondisi darurat secara instan. Seiring dengan perkembangan Indonesia yang semakin dinamis dan kompleks, potensi terjadinya kejadian tak terduga—seperti […]

  • Gandeng 17 Perusahaan Sawit, Pasaman Barat Percepat UHC Lewat Skema Donasi JKN

    Gandeng 17 Perusahaan Sawit, Pasaman Barat Percepat UHC Lewat Skema Donasi JKN

    • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
    • account_circle Hanny
    • visibility 11
    • 0Komentar

    Pasaman Barat, SUMBARBIZ – Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat melakukan langkah strategis untuk mempercepat pencapaian Universal Health Coverage (UHC). Bekerja sama dengan 17 perusahaan besar, mayoritas dari sektor kelapa sawit, Pemkab meluncurkan skema donasi iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bagi masyarakat kurang mampu. Upaya kolaboratif ini bertujuan untuk memperluas cakupan kepesertaan JKN-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) sekaligus […]

  • Heboh Video Santri Darul Mursyidin Kapa Dianiaya di Kebun Sawit

    Heboh Video Santri Darul Mursyidin Kapa Dianiaya di Kebun Sawit

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle Irfansyah
    • visibility 67
    • 0Komentar

    SUMBARBIZ – Video aksi perundungan yang dilakukan beberapa remaja terhadap seorang santri di Darul Mursyidin Kapa di Kecamatan Luhak Nan Duo, Kabupaten Pasaman Barat, Sumbar, viral di media sosial. Aksi tidak terpuji tersebut viral setelah diunggah salah satu akun milik anggota DPRD Kabupaten Pasaman Barat, Endra Yama Putra di Facebook. Dalam video berdurasi 1 menit […]

  • Mbah Mardi, Jemaah Berusia 103 Tahun yang Menaklukkan Keterbatasan di Tanah Suci

    Mbah Mardi, Jemaah Berusia 103 Tahun yang Menaklukkan Keterbatasan di Tanah Suci

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
    • account_circle Yelki
    • visibility 8
    • 0Komentar

    MADINAH — Usia senja sama sekali bukan penghalang untuk memenuhi panggilan ke Tanah Suci. Semangat membara ini terpancar jelas dari sosok Mardijiyono, jemaah haji asal Indonesia yang telah menginjak usia 103 tahun. Meski harus beraktivitas menggunakan kursi roda, jemaah yang akrab disapa Mbah Mardi ini tetap teguh melangkah dari Madinah menuju Makkah untuk melaksanakan umrah […]

  • Klarifikasi Ponpes Darul Mursyidin Kapa Terkait Video Heboh Santri Dianiaya di Kebun Sawit

    Klarifikasi Ponpes Darul Mursyidin Kapa Terkait Video Heboh Santri Dianiaya di Kebun Sawit

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle Hanny
    • visibility 40
    • 0Komentar

    SUMBARBIZ – Video aksi perundungan terhadap santri Darul Mursyidin Kapa yang viral sebelumnya di media sosial, ternyata aksi balas dendam yang dilakukan oleh salah seorang pelaku terhadap kakak kelasnya. Aksi perundungan atau penganiayaan terhadap seorang santri di Darul Mursyidin Kapa di Kecamatan Luhak Nan Duo, Kabupaten Pasaman Barat, Sumbar ini terjadi di sebuah area perkebunan […]

  • Pasaman Barat Percepat Rehabilitasi dan Rekonstruksi Faskes yang Terdampak Bencana

    Pasaman Barat Percepat Rehabilitasi dan Rekonstruksi Faskes yang Terdampak Bencana

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • account_circle Endri Caniago
    • visibility 15
    • 0Komentar

    Pasaman Barat, SUMBARBIZ – Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi fasilitas kesehatan (faskes) yang terdampak bencana. Tiga unit yang menjadi prioritas penanganan, yakni Pustu Sikilang, Polindes Sikilang, dan Pustu Mandiangin. Pelaksanaan kegiatan itu dilakukan oleh Satuan Kerja Pelaksanaan Strategis Sumatera Barat, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), dengan pengawasan instansi terkait. Kepala […]

expand_less