BREAKING NEWS
light_mode
Trending Tags
Beranda » KHAZANAH » Sering Gelisah dan Rezeki Tersendat? Coba Evaluasi Kualitas Salat Anda

Sering Gelisah dan Rezeki Tersendat? Coba Evaluasi Kualitas Salat Anda

  • account_circle Said Khairil Ibad
  • calendar_month Minggu, 31 Mei 2026
  • print Cetak

YOGYAKARTA – Jalannya kehidupan sering kali terasa berat dan sarat akan ujian. Mulai dari kegelisahan hati yang datang tanpa sebab, rumitnya problematika keluarga, tersendatnya roda rezeki, hingga urusan pekerjaan yang tak kunjung menemui titik terang. Namun bagi umat Islam, solusi dari segala benang kusut kehidupan sebenarnya berada sangat dekat, bahkan lebih dekat dari urat leher, yakni melalui ibadah salat.

Anggota Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Budi Jaya Putra, mengatakan perbaiki salatmu, maka Allah Akan permudah urusanmu. Ia menegaskan bahwa salat merupakan “obat” batin yang sengaja Allah turunkan lima kali sehari bagi umat manusia.

“Salat bukan pil, bukan terapi mahal, bukan konseling, dan bukan motivasi. Salat adalah ibadah agung. Jika salat kita perbaiki, maka Allah akan memperbaiki seluruh urusan kita. Sebaliknya, jika salat rusak, urusan dunia pun ikut kacau,” ujar Budi dalam pengajiannya.

Pembeda Manusia Biasa dan Manusia Istimewa

Merujuk Al-Qur’an Surah Al-Ma’arij ayat 19–23, Budi menjelaskan karakter dasar manusia yang cenderung mudah gelisah, gemar berkeluh kesah saat ditimpa kesusahan, dan bersikap kikir ketika mendapat kelapangan. Namun, Allah Swt memberikan pengecualian mutlak lewat friman-Nya, illal musallin—kecuali orang-orang yang mendirikan salat.

Menurut Budi, ayat ini menjadi garis pembeda yang nyata antara manusia biasa dan manusia yang istimewa. Orang yang senantiasa menjaga salatnya tidak akan larut dalam keluhan, tidak mengumbar masalah pribadi ke media sosial, dan tidak tenggelam dalam kesedihan yang berlarut-larut. Jiwa mereka tetap tenang karena memiliki sandaran spiritual yang kokoh.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya memahami perintah Allah dalam Surah Al-Baqarah ayat 238 untuk hafizhu ‘alash shalawat (memelihara salat). Memelihara di sini bukan sekadar menggugurkan kewajiban asal mengerjakan, melainkan menjaga ketepatan waktu, kesempurnaan tata cara, kefasihan bacaan, hingga kekhusyukan.

“Jangan sampai lewat waktu, jangan asal gerakan, jangan tanpa ilmu. Bahkan bacaan pun harus dilafalkan (menggerakkan bibir), bukan hanya di dalam hati,” terangnya sembari mengkritik fenomena salat yang dilakukan tergesa-gesa tanpa thuma’ninah.

Amalan Pertama yang Dihisab

Dalam momentum pengajian tersebut, jamaah juga diingatkan bahwa salat adalah amalan pertama yang akan dihisab pada hari kiamat kelak. Sesuai sabda Rasulullah Saw, jika salat seseorang dinilai baik maka ia akan beruntung dan selamat, namun jika rusak maka ia akan merugi dan celaka.

Untuk menyempurnakan kekurangan dalam salat wajib, Budi mendorong jamaah untuk mengistiqamahkan salat sunah rawatib, baik qabliyah maupun ba’diyah.

Tanggung jawab ini pun tidak berhenti pada diri sendiri, melainkan harus ditanamkan dalam institusi keluarga. Orang tua wajib membiasakan anak-anak mereka mendirikan salat sejak usia tujuh tahun dan memberikan ketegasan pada usia sepuluh tahun jika anak masih melalaikannya.

Rezeki adalah Jaminan Allah, Tugas Manusia adalah Taat

Budi juga memberikan kritik tajam terhadap gaya hidup modern yang kerap menempatkan pekerjaan sebagai prioritas utama hingga tega mengorbankan waktu ibadah. Banyak manusia bekerja mati-matian mengejar dunia, tetapi menomorduakan panggilan Allah.

Padahal dalam Surah Thaha ayat 132, Allah telah menegaskan: La nasaluka rizqa, nahnu narzuquk (Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki). Ayat ini menjadi bukti otentik bahwa tugas utama hamba adalah salat dan taat, sedangkan urusan rezeki sudah dijamin oleh Sang Pencipta.

Menutup ceramahnya, Budi mengisahkan keteladanan para salafus shalih yang langsung mengajak keluarga mereka bersujud menggelar sajadah ketika dirundung musibah, alih-alih mencari solusi instan yang keliru. Hal ini selaras dengan Surah Al-Baqarah ayat 45 yang memerintahkan manusia menjadikan sabar dan salat sebagai penolong.

“Salat adalah cahaya (ash-shalatu nur) bagi hati, wajah, alam kubur, hingga padang mahsyar. Apa yang paling kita cari dalam hidup ini kalau bukan ketenangan? Dan ketenangan itu bermula dari salat,” ujar Budi menutup pengajian.

  • Penulis: Said Khairil Ibad
  • Editor: Hanny

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pelaku Penganiayaan di Jalur 32 Ditangkap, Auto Pindah Tempat Tidur ke Sel Tahanan

    Pelaku Penganiayaan di Jalur 32 Ditangkap, Auto Pindah Tempat Tidur ke Sel Tahanan

    • calendar_month Jumat, 3 Jul 2026
    • account_circle Hanny
    • visibility 43
    • 0Komentar

    PASAMAN BARAT – Jagat maya sempat dihebohkan oleh sebuah video amatir yang memperlihatkan aksi baku hantam tidak seimbang di jalanan. Alih-alih menjadi bintang film aksi Hollywood, para pemeran video pengeroyokan tersebut kini harus pasrah menghadapi kenyataan pahit. Kabar terbaru mengonfirmasi bahwa Pelaku Penganiayaan di Jalur 32 Ditangkap oleh Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Satreskrim Polres […]

  • Bahasa Prancis Bakal Wajib di Sekolah? Politikus PDIP Ingatkan Prabowo Soal Beban Kurikulum

    Bahasa Prancis Bakal Wajib di Sekolah? Politikus PDIP Ingatkan Prabowo Soal Beban Kurikulum

    • calendar_month Sabtu, 30 Mei 2026
    • account_circle Hanny
    • visibility 24
    • 0Komentar

    JAKARTA — Rencana Presiden Prabowo Subianto untuk mewajibkan mata pelajaran bahasa Prancis di seluruh tingkatan sekolah menuai kritik dari parlemen. Anggota DPR dari Fraksi PDIP, Andreas Hugo Pareira, mengingatkan Kepala Negara agar tidak asal memasukkan mata pelajaran baru ke dalam kurikulum nasional hanya berdasarkan momentum diplomatik. Menurut Andreas, penetapan mata pelajaran di sekolah—termasuk bahasa asing—sudah […]

  • Tiga Ruko di Bundaran Simpang Empat Pasaman Barat Hangus Terbakar Malam Ini

    Tiga Ruko di Bundaran Simpang Empat Pasaman Barat Hangus Terbakar Malam Ini

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
    • account_circle Endri Caniago
    • visibility 56
    • 0Komentar

    PASAMAN BARAT – Kebakaran hebat menghanguskan sedikitnya tiga unit rumah toko (ruko) di kawasan padat penduduk, tepatnya di persimpangan bundaran Simpang Empat, Nagari Lingkuang Aua, Kecamatan Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatra Barat, pada Senin (18/5/2026) malam. ​Peristiwa memilukan tersebut dilaporkan terjadi sekira pukul 23.15 WIB. Mengingat posisi ruko yang saling berdempetan, kobaran api dengan cepat […]

  • Selamat dari Kecelakaan Maut, Wagub Sumbar Vasco Ruseimy: Ini Kesempatan Kedua

    Selamat dari Kecelakaan Maut, Wagub Sumbar Vasco Ruseimy: Ini Kesempatan Kedua

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
    • account_circle Endri Caniago
    • visibility 29
    • 0Komentar

    PADANG – Wakil Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Vasco Ruseimy, dilaporkan mengalami kecelakaan lalu lintas saat menjalani rangkaian perjalanan dinas pada Senin (18/5/2026) dini hari sekitar pukul 01.30 WIB. Insiden nahas tersebut terjadi ketika rombongan dalam perjalanan pulang menuju Kota Padang setelah menyelesaikan agenda kunjungan kerja (kunker) di Kabupaten Solok Selatan. Kunker tersebut bertujuan untuk meninjau […]

  • PBB Ingatkan Situasi Palestina Kian Memburuk, Akhiri Pendudukan Israel di Gaza

    PBB Ingatkan Situasi Palestina Kian Memburuk, Akhiri Pendudukan Israel di Gaza

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • account_circle Hanny
    • visibility 26
    • 0Komentar

    Internasional, SUMBARBIZ – Wakil ketua komite PBB untuk hak-hak rakyat Palestina memperingatkan bahwa situasi di wilayah Palestina yang diduduki terus memburuk dengan cepat, serta mendesak Dewan Keamanan PBB untuk segera bertindak terhadap kebijakan Israel. Dalam debat terbuka Dewan Keamanan mengenai Timur Tengah, Umar Hadi menyatakan bahwa kondisi di wilayah tersebut tidak mengarah pada perdamaian, melainkan […]

  • BPS Catat Impor Migas Sumatera Barat Naik Hingga Ratusan Persen

    BPS Catat Impor Migas Sumatera Barat Naik Hingga Ratusan Persen

    • calendar_month Rabu, 8 Jul 2026
    • account_circle Adi Putra
    • visibility 16
    • 0Komentar

    PADANG — Menjadi orang kaya yang hobi belanja memang menyenangkan, tapi kalau belanjaannya sampai menguras tabungan satu provinsi, itu lain cerita. Kabar kurang sedap datang dari catatan makroekonomi Ranah Minang. Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Barat melaporkan bahwa Neraca Perdagangan Sumbar pada periode Mei 2026 mendadak loyo dan menyusut sebesar 77,62 juta dolar AS jika […]

expand_less