BREAKING NEWS
light_mode
Trending Tags
Beranda » DAERAH » Diduga Lakukan Razia Tanpa PKS, Satpol PP Payakumbuh Dinilai Langgar Batas Wilayah Lima Puluh Kota

Diduga Lakukan Razia Tanpa PKS, Satpol PP Payakumbuh Dinilai Langgar Batas Wilayah Lima Puluh Kota

  • account_circle Ril
  • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
  • print Cetak

PAYAKUMBUH – Sebuah operasi penertiban yang dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Payakumbuh kini menuai sorotan setelah diketahui berlangsung beberapa hari sebelum adanya Perjanjian Kerja Sama (PKS) resmi dengan Satpol PP Kabupaten Lima Puluh Kota.

Jika biasanya administrasi berjalan lebih dahulu lalu tindakan menyusul, dalam kisah ini justru terjadi sebaliknya. Ibarat menonton film dari adegan klimaks terlebih dahulu, dokumen kerja sama baru ditandatangani pada 22 Juni 2026, sementara operasi penertiban telah berlangsung pada dini hari 18 Juni 2026.

Operasi yang dipimpin Kasatpol PP Kota Payakumbuh, Dewi Novita, disebut memasuki wilayah Piladang, Nagari Koto Tangah Batuampa, Kecamatan Akabiluru, Kabupaten Lima Puluh Kota. Lokasi tersebut merupakan kawasan administratif yang berada di luar wilayah Kota Payakumbuh.

Dalam operasi tersebut, petugas melakukan pemeriksaan di sebuah hotel yang beroperasi secara legal dan memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) 0104240067168 dengan status usaha tingkat risiko rendah yang telah beroperasi sejak 1 April 2024.

Bagi sebagian orang, batas wilayah mungkin hanya terlihat sebagai garis di peta. Namun dalam tata kelola pemerintahan, batas wilayah merupakan batas kewenangan yang tidak dapat dilompati begitu saja.

Jika setiap instansi bebas melintas tanpa koordinasi, bukan tidak mungkin nanti petugas parkir mengatur lalu lintas kapal, atau penjaga kolam renang ikut mengawasi landasan bandara.

Sejumlah pihak menilai tindakan tersebut berpotensi menimbulkan dampak ekonomi bagi pelaku usaha perhotelan. Pengusaha jasa penginapan mengandalkan rasa aman, kenyamanan, dan privasi tamu sebagai modal utama. Ketika terjadi operasi yang dianggap mengejutkan pengunjung, muncul kekhawatiran sebagian pelanggan akan berpikir dua kali sebelum kembali menginap.

Akibatnya, yang semula berniat memesan kamar bisa saja berubah pikiran dan memilih mencari tempat lain yang dianggap lebih nyaman. Dalam dunia bisnis, kepercayaan pelanggan adalah aset mahal. Sekali goyah, proses pemulihannya tidak semudah mengganti sprei kamar hotel.

Sorotan semakin menguat setelah muncul Perjanjian Kerja Sama antara Satpol PP Kabupaten Lima Puluh Kota dan Satpol PP Kota Payakumbuh yang baru ditandatangani pada Senin, 22 Juni 2026.

Dokumen bernomor 100.3.7.1/153/KS/SATPOL-PP/LK/VI/2026 dan 300.1/320/POL PP-PK/P7K/2026 tersebut mengatur kerja sama penegakan peraturan daerah, penyelenggaraan ketenteraman dan ketertiban umum, serta perlindungan masyarakat di wilayah perbatasan kedua daerah.

Dalam Pasal 3 disebutkan ruang lingkup kerja sama meliputi penegakan peraturan secara bersama, penanganan gangguan ketenteraman dan ketertiban umum, pertukaran data dan informasi, penguatan kapasitas sumber daya manusia, dukungan personel dan sarana prasarana, pembinaan masyarakat, hingga perlindungan masyarakat.

Namun, tidak terdapat ketentuan yang secara eksplisit mengatur pelaksanaan razia lintas wilayah tanpa koordinasi atau tanpa keterlibatan pihak yang memiliki kewenangan di daerah setempat.

Kasatpol PP Kabupaten Lima Puluh Kota, Rahmadinol, bahkan menegaskan bahwa razia yang melanggar batas wilayah tidak diperbolehkan. Pernyataan tersebut memperkuat perdebatan mengenai prosedur, koordinasi, dan batas kewenangan antar instansi di kawasan perbatasan.

Pengamat tata pemerintahan menilai kasus ini menjadi pelajaran penting bahwa semangat penegakan aturan harus berjalan seiring dengan kepastian hukum dan penghormatan terhadap batas kewenangan administrasi.

Sebab, dalam negara yang diatur oleh hukum, yang dibutuhkan bukan hanya semangat bertindak, melainkan juga ketepatan prosedur. Jika prosedur ditinggalkan, penertiban bisa berubah menjadi polemik. Dan ketika polemik muncul, masyarakat pun bertanya-tanya: apakah aturan sedang ditegakkan, atau justru sedang bermain petak umpet dengan kewenangannya sendiri?

Hingga berita ini ditulis, belum diperoleh keterangan resmi dari Kasatpol PP Kota Payakumbuh terkait alasan dan dasar pelaksanaan operasi tersebut sebelum penandatanganan PKS dilakukan.***

  • Penulis: Ril

Rekomendasi Untuk Anda

  • Suhu Tembus 35°C Disusul Hujan Deras, Ada Apa dengan Atmosfer Indonesia Saat Ini?

    Suhu Tembus 35°C Disusul Hujan Deras, Ada Apa dengan Atmosfer Indonesia Saat Ini?

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
    • account_circle Yelki
    • visibility 48
    • 0Komentar

    JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta masyarakat untuk mempertebal kewaspadaan selama sepekan ke depan, terhitung sejak 26 Mei hingga 1 Juni 2026. Meskipun sebagian besar wilayah Indonesia mulai memasuki musim kemarau dan masa peralihan (pancaroba), interaksi fenomena atmosfer justru memicu potensi cuaca ekstrem di sejumlah daerah. Sebelumnya, pada periode 21–24 Mei, masyarakat […]

  • Praktisi Hukum Soroti Aroma Bisnis Medis Oknum Dokter PNS Pasaman Barat

    Praktisi Hukum Soroti Aroma Bisnis Medis Oknum Dokter PNS Pasaman Barat

    • calendar_month Senin, 22 Jun 2026
    • account_circle Irfansyah P
    • visibility 44
    • 0Komentar

    PASAMAN BARAT — Ada pemandangan menarik sekaligus menggelitik dalam dinamika pelayanan kesehatan di Kabupaten Pasaman Barat. Perusahaan perkebunan kelapa sawit skala raksasa di daerah ini tampaknya kompak untuk “berpaling muka” dari Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) milik pemerintah. Institusi berpelat merah ini sukses terasingkan di tanah sendiri, kalah seksi dibanding klinik swasta yang tumbuh subur bak […]

  • Simak Daftar Lengkap Harga TBS Kelapa Sawit Terbaru Pasaman Barat

    Simak Daftar Lengkap Harga TBS Kelapa Sawit Terbaru Pasaman Barat

    • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
    • account_circle Irfansyah P
    • visibility 31
    • 0Komentar

    PASAMAN BARAT – Kabar gembira sekaligus mendebarkan kembali menyelimuti warung-warung kopi di seluruh pelosok bumi mekar. Dinas Perkebunan bersama Kominfo Kabupaten Pasaman Barat secara resmi merilis update terbaru mengenai Harga TBS (Tandan Buah Segar) Kelapa Sawit untuk hari Rabu, 15 Juli 2026. Bagi para petani sawit setempat, pengumuman ini tentu jauh lebih dinantikan daripada pengumuman […]

  • Realisasi Bantuan Pangan Rendah, Pemerintah Diminta Waspadai Lonjakan Harga

    Realisasi Bantuan Pangan Rendah, Pemerintah Diminta Waspadai Lonjakan Harga

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle Endri Caniago
    • visibility 30
    • 0Komentar

    SUMBARBIZ – Belum tuntasnya realisasi bantuan pangan (Banpang) periode Februari–Maret 2026 oleh Bulog jadi sorotan. Program tersebut sejatinya menyasar 33,2 juta keluarga penerima manfaat (KPM) di seluruh Indonesia. Dari total alokasi 664,8 ribu ton beras dan 132,9 ribu kiloliter minyak goreng, realisasi penyaluran dilaporkan baru mencapai 23,46 persen. Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex […]

  • Sembilan Nyawa Melayang di Sijunjung, Kapolda Sumbar Pilih Jalan Pintas Hindari Wartawan

    Sembilan Nyawa Melayang di Sijunjung, Kapolda Sumbar Pilih Jalan Pintas Hindari Wartawan

    • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
    • account_circle Endri Caniago
    • visibility 27
    • 0Komentar

    PADANG — Kapolda Sumatera Barat (Sumbar), Irjen Pol Gatot Tri Suryanta, memilih bungkam dan enggan memberikan tanggapan mendalam terkait maraknya aktivitas penambangan emas ilegal di Kabupaten Sijunjung. Sikap dingin orang nomor satu di Kepolisian Daerah Sumbar ini memicu sorotan, terlebih setelah aktivitas ilegal yang merusak lingkungan tersebut baru-baru ini merenggut sembilan korban jiwa akibat tertimbun. […]

  • Polisi Tangkap Dua Pelaku Penipuan Modus Penggandaan Uang

    Polisi Tangkap Dua Pelaku Penipuan Modus Penggandaan Uang

    • calendar_month Jumat, 3 Jul 2026
    • account_circle Endri Caniago
    • visibility 13
    • 0Komentar

    MOJOKERTO — Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Mojokerto, Polda Jawa Timur, kembali menunjukkan ketajamannya dalam mengungkap tindak pidana penipuan yang mengelabui masyarakat. Kali ini, modus operandi yang digunakan cukup klasik namun tetap berhasil menjerat korban penggandaan uang melalui ritual spiritual. Dalam kasus ini, seorang korban berinisial N.S. harus menelan pil pahit kehilangan uang tunai sebesar […]

expand_less