BREAKING NEWS
light_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » Sembilan Nyawa Melayang di Sijunjung, Kapolda Sumbar Pilih Jalan Pintas Hindari Wartawan

Sembilan Nyawa Melayang di Sijunjung, Kapolda Sumbar Pilih Jalan Pintas Hindari Wartawan

  • account_circle Endri Caniago
  • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
  • print Cetak

PADANG — Kapolda Sumatera Barat (Sumbar), Irjen Pol Gatot Tri Suryanta, memilih bungkam dan enggan memberikan tanggapan mendalam terkait maraknya aktivitas penambangan emas ilegal di Kabupaten Sijunjung. Sikap dingin orang nomor satu di Kepolisian Daerah Sumbar ini memicu sorotan, terlebih setelah aktivitas ilegal yang merusak lingkungan tersebut baru-baru ini merenggut sembilan korban jiwa akibat tertimbun.

Saat dimintai konfirmasi oleh awak media, Irjen Pol Gatot enggan merinci langkah taktis kepolisian. Ia justru melempar tanggung jawab penjelasan perkara tersebut kepada bawahannya.

“Kalau itu nanti Krimum (Direktorat Reserse Kriminal Umum) yang jelasin. Oke,” ujar Gatot singkat, usai menghadiri kegiatan panen raya jagung serentak kuartal II di Padang, Sabtu (16/5/2026).

Pernyataan jenderal bintang dua ini langsung memantik tanda tanya besar terkait pemahaman struktural penanganan kasus di internal korps bhayangkara. Berdasarkan regulasi tugas pokok dan fungsi (tupoksi) kepolisian, Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) bertugas menangani tindak pidana umum, bukan persoalan eksploitasi sumber daya alam. Perkara penambangan ilegal (ilegal mining) seharusnya menjadi domain dan tanggung jawab dari Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus).

Usai memberikan jawaban singkat dan keliru terkait penunjukan direktorat tersebut, Gatot langsung menyudahi sesi wawancara doorstop dan beranjak pergi meninggalkan wartawan.

Transparansi di Tengah Tragedi dan Kritik Walhi

Sikap bungkam pihak Polda Sumbar berbanding terbalik dengan eskalasi situasi di lapangan. Selain tragedi kemanusiaan yang menewaskan sembilan pekerja, aktivitas tambang emas ilegal di Sijunjung juga tengah menjadi sorotan tajam publik setelah video yang memperlihatkan puluhan ponton tambang hanyut di sepanjang Sungai Kuantan viral di media sosial.

Berdasarkan data advokasi Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumbar, daya rusak lingkungan di wilayah tersebut sudah berada pada tahap mengkhawatirkan.

Walhi mencatat sedikitnya terdapat 116 titik lokasi aktivitas tambang emas ilegal di Sijunjung yang tersebar di bagian hulu, aliran sungai, kawasan hutan, hingga lahan pertanian produktif milik masyarakat.

Direktur Eksekutif Walhi Sumbar, Tommy Adam, menegaskan bahwa penegakan hukum seharusnya bukan perkara sulit jika ada kemauan politik (political will) dari aparat penegak hukum. Menurutnya, lokasi-lokasi tambang tersebut sangat terbuka dan mudah diakses.

“Aparat hukum tidak perlu sampai masuk jauh ke dalam kawasan hutan untuk melakukan penindakan. Lokasinya sangat terlihat jelas,” kata Tommy.

Tommy membeberkan, Walhi Sumbar telah berulang kali melayangkan laporan resmi terkait kerusakan lingkungan ini ke pihak kepolisian hingga Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM). Namun hingga hari ini, belum ada tindakan konkret yang memberikan efek jera terhadap para aktor intelektual di balik bisnis ilegal tersebut.

“Sebagian besar kami menilai tindakan yang dilakukan kepolisian selama ini hanya gimmick. Mereka datang ke lokasi tambang, kemudian membakar alat tambang (secara seremonial). Tidak pernah ada pengusutan yang sampai ke tahap penyelidikan dan penyidikan mendalam terhadap pelaku atau pemodal tambang itu sendiri,” kritik Tommy tajam.

Atas dasar mandeknya penegakan hukum dan pembiaran kejahatan lingkungan yang terus berulang hingga memakan korban jiwa, Walhi Sumbar secara resmi memberikan “Rapor Merah” kepada Kepolisian Daerah Sumatera Barat di bawah kepemimpinan Irjen Pol Gatot Tri Suryanta.***

  • Penulis: Endri Caniago
  • Editor: Hanny
  • Sumber: Langgam.id

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lautan Penggemar Padati Teheran: Perpisahan Emosional Tim Melli di Tengah Ketidakpastian Visa AS

    Lautan Penggemar Padati Teheran: Perpisahan Emosional Tim Melli di Tengah Ketidakpastian Visa AS

    • calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
    • account_circle Hanny
    • visibility 48
    • 0Komentar

    TEHERAN – Gemuruh sorak-sorai ribuan pendukung membahana di Lapangan Enqelab, Teheran, pada Rabu malam. Di bawah sorotan lampu panggung dan lambaian bendera, publik Iran berkumpul untuk melepas skuad nasional mereka, Tim Melli, yang akan berlaga di ajang bergengsi Piala Dunia FIFA 2026. Acara perpisahan ini bukan sekadar seremoni biasa. Di tengah ketegangan geopolitik yang menyelimuti […]

  • Mau Nagari Maju dan Cuan Melimpah, Pilih Basril di Anam Koto Utara

    Mau Nagari Maju dan Cuan Melimpah, Pilih Basril di Anam Koto Utara

    • calendar_month Rabu, 1 Jul 2026
    • account_circle Irfansyah P
    • visibility 61
    • 0Komentar

    PASAMAN BARAT – Bosan dengan janji manis politik yang semanis sirup lebaran tapi cepat hambar? Tenang, warga Nagari Anam Koto Utara, Kecamatan Kinali, Kabupaten Pasaman Barat, kini punya angin segar yang siap mengacak-acak status quo dengan cara yang paling elegan dan berfaedah. Sosok tersebut adalah Basril, atau yang akrab dipanggil Aciak, seorang Calon Wali Nagari […]

  • Modus Menumpang Berujung Maling Uang, Pemuda Asal Asahan Ditangkap Polres Sijunjung

    Modus Menumpang Berujung Maling Uang, Pemuda Asal Asahan Ditangkap Polres Sijunjung

    • calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
    • account_circle Endri Caniago
    • visibility 57
    • 0Komentar

    SIJUNJUNG — Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Opsnal Satreskrim Polres Sijunjung berhasil membuktikan bahwa pelarian seorang pencuri amatir tidak akan pernah lebih cepat dari kepakan sayap hukum. Pemuda berinisial A (21), warga Sumatra Utara yang tampaknya salah mengartikan arti “menumpang hidup,” sukses diringkus polisi dalam waktu kurang dari 1×24 jam setelah nekat menguras tabungan pemilik rumah […]

  • TBS Kelapa Sawit Pasaman Barat Menguat pada Update Harga Jumat Hari Ini

    TBS Kelapa Sawit Pasaman Barat Menguat pada Update Harga Jumat Hari Ini

    • calendar_month Jumat, 17 Jul 2026
    • account_circle Irfansyah P
    • visibility 67
    • 0Komentar

    PASAMAN BARAT – Harga TBS Kelapa Sawit di Kabupaten Pasaman Barat kembali menunjukkan tren positif pada Jumat, 17 Juli 2026. Berdasarkan perkembangan harga harian yang dirilis pemerintah daerah sehari sebelumnya, harga pembelian di sejumlah PKS masih berada pada level yang cukup tinggi, memberikan angin segar bagi ribuan petani sawit di daerah tersebut. Data terakhir menunjukkan […]

  • 48 Nyawa Melayang Sejak 2020: Menanti Ketegasan Negara Menggulung Mafia Tambang Sumbar

    48 Nyawa Melayang Sejak 2020: Menanti Ketegasan Negara Menggulung Mafia Tambang Sumbar

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
    • account_circle Endri Caniago
    • visibility 36
    • 0Komentar

    PADANG – Kabut duka kembali menyelimuti Sumatera Barat. Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) kembali memakan korban jiwa. Tragedi terbaru terjadi di daerah Sintuk, Nagari Guguak, Kabupaten Sijunjung pada Kamis (14/5/2026) siang, di mana sembilan petambang tewas seketika akibat tertimbun longsor. Peristiwa memilukan ini memperpanjang daftar hitam kecelakaan tambang di ranah Minang. Sejak tahun 2020 […]

  • Bupati Yulianto Prioritaskan Pembangunan Infrastruktur Jalan Terisolasi di Rura Patontang

    Bupati Yulianto Prioritaskan Pembangunan Infrastruktur Jalan Terisolasi di Rura Patontang

    • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
    • account_circle Irfansyah P
    • visibility 39
    • 0Komentar

    PASAMAN BARAT — Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Provinsi Sumatra Barat, resmi memulai proyek perbaikan ruas jalan menuju Rura Patontang, Kecamatan Koto Balingka, pada Sabtu (6/6). Langkah ini diambil sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam membuka akses wilayah yang selama ini terisolasi sekaligus memperlancar mobilitas masyarakat setempat. Sebuah alat berat telah dikerahkan ke lokasi sejak Sabtu […]

expand_less