Presiden Macron Puji Sikap Berani Prabowo Dukung Pengakuan Kedaulatan Palestina
- account_circle Endri Caniago
- calendar_month Senin, 1 Jun 2026
- print Cetak

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melaksanakan pernyataan pers bersama Presiden Republik Prancis Emmanuel Macron dalam rangkaian kunjungan kenegaraan di Istana Élysée, pada Kamis, 28 Mei 2026. Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev
PARIS – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melakukan kunjungan kenegaraan ke Istana Élysée, Paris, Prancis, pada Kamis (28/5/2026). Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prancis Emmanuel Macron menyambut hangat dan menegaskan kembali bahwa Indonesia merupakan mitra strategis krusial bagi Prancis di kawasan Indo-Pasifik. Kunjungan ini bertepatan satu tahun setelah lawatan Macron ke Indonesia.
Di tengah dinamika geopolitik global yang kian kompleks, kedua pemimpin sepakat memperkuat hubungan bilateral menjadi kemitraan global yang lebih luas dan mendalam.
Penguatan Pertahanan dan Sektor Ekonomi
Di sektor pertahanan, Presiden Macron menyoroti eratnya kerja sama militer yang ditandai dengan tibanya pesawat tempur Rafale pertama di Indonesia baru-baru ini. Langkah ini dinilai sebagai bukti nyata dari komitmen strategis yang terus berkembang di antara kedua negara.
“Kemarin ada pesawat tempur Rafale pertama yang baru tiba di Indonesia. Ini menjadi bukti dari hubungan erat kita,” ujar Macron dalam pernyataan pers bersama.
Selain pertahanan, penguatan ekonomi, perdagangan, dan investasi turut menjadi agenda utama. Macron mendorong agar Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif antara Indonesia dan Uni Eropa (IEU-CEPA) dapat segera diberlakukan demi menghapus hambatan investasi di sektor transportasi, kesehatan, hingga transisi energi.
Prancis juga mengapresiasi kebijakan Indonesia yang membuka pasar bagi sektor peternakan sapi perah dan sapi daging asal Prancis, serta menyambut baik rencana investasi melalui Danantara.
Budaya, Pendidikan, dan Isu Internasional
Pada bidang sosial, kedua negara berkomitmen memperdalam kolaborasi kebudayaan yang sebelumnya telah diinisiasi di Candi Borobudur pada Mei 2025. Sektor permuseuman, sastra, mode, hingga penguatan kolaborasi ilmiah lewat Tahun Inovasi Prancis-Indonesia 2026 menjadi prioritas untuk menjaring lebih banyak talenta dan peneliti Indonesia ke Prancis.
Pertemuan ini juga memfasilitasi pertukaran pandangan mengenai konflik global, mulai dari situasi Timur Tengah, krisis Ukraina, hingga ketegangan di Laut Cina Selatan. Secara khusus, Macron memberikan penghormatan atas sikap berani Presiden Prabowo dalam mendorong perdamaian dunia.
“Saya ingin memberi penghormatan mengenai posisi Bapak yang sangat berani untuk perdamaian di Timur Tengah, dan juga untuk pengakuan Palestina,” puji Macron.
Ia juga mengapresiasi keterlibatan aktif tentara Indonesia dalam menjaga perdamaian dan kedaulatan di Lebanon.
Mengakhiri pernyataannya, Macron menegaskan bahwa ASEAN memegang posisi sentral dalam strategi Indo-Pasifik Prancis. Sinergi erat dengan Indonesia diharapkan mampu memperkuat visi kedua negara dalam menciptakan tatanan dunia yang damai.
- Penulis: Endri Caniago
- Editor: Hanny
