BREAKING NEWS
light_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » NASIONAL » 48 Nyawa Melayang Sejak 2020: Menanti Ketegasan Negara Menggulung Mafia Tambang Sumbar

48 Nyawa Melayang Sejak 2020: Menanti Ketegasan Negara Menggulung Mafia Tambang Sumbar

  • account_circle Endri Caniago
  • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
  • print Cetak

PADANG – Kabut duka kembali menyelimuti Sumatera Barat. Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) kembali memakan korban jiwa. Tragedi terbaru terjadi di daerah Sintuk, Nagari Guguak, Kabupaten Sijunjung pada Kamis (14/5/2026) siang, di mana sembilan petambang tewas seketika akibat tertimbun longsor.

Peristiwa memilukan ini memperpanjang daftar hitam kecelakaan tambang di ranah Minang. Sejak tahun 2020 hingga pertengahan 2026, setidaknya 45 hingga 48 nyawa telah melayang di lubang-lubang galian ilegal. Angka ini dinilai sebagai “puncak gunung es”, karena banyak kasus serupa yang diduga sengaja ditutup-tutupi dari publik oleh oknum tak bertanggung jawab.

Detik-Detik Mencekam di Sijunjung

Insiden di Sijunjung terjadi saat 12 pekerja tengah beroperasi menggunakan mesin pompa air di area perbukitan dekat sungai. Tanpa peringatan, tebing setinggi 30 meter runtuh dan mengubur para pekerja di bawahnya.

Wali Nagari Guguak, Zainal, mengonfirmasi bahwa kejadian tersebut berlangsung cepat antara pukul 12.00 hingga 13.00 WIB. Meski tiga orang berhasil menyelamatkan diri, sembilan rekan mereka tidak sempat menghindar dan ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Susmelawati Rosya, menyatakan bahwa lokasi tersebut kini telah ditutup total dan sedang dalam penyelidikan intensif pihak kepolisian.

Jejak Tragedi yang Terus Berulang

Catatan kelam ini bukan yang pertama bagi Sijunjung maupun Sumatera Barat. Sebelum tragedi Kamis lalu, pada 9 April 2026, dua petambang juga tewas di Nagari Palangki, Sijunjung. Mundur ke belakang, Kabupaten Solok juga mencatat sejarah kelam pada September 2024 dengan 13 korban jiwa di Nagari Sungai Abu.

Kabupaten Solok Selatan tercatat sebagai wilayah dengan frekuensi kecelakaan paling sering. Pada periode 2020-2021 saja, terjadi tiga insiden besar di wilayah tersebut yang menelan total 21 nyawa. Banyaknya korban yang berasal dari luar daerah, seperti dari Jawa Tengah dan Lampung, mengindikasikan bahwa jaringan tambang ilegal ini memiliki jangkauan yang sangat luas.

Kritik Pedas Walhi: “Pembunuhan Ekologis”

Kecelakaan yang terus berulang ini memicu reaksi keras dari Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumatera Barat. Direktur Eksekutif Walhi Sumbar, Tommy Adam, dengan lantang menyebut rentetan kematian ini sebagai bentuk kegagalan negara dalam melindungi rakyatnya.

Walhi membantah narasi pemerintah bahwa tambang ilegal adalah murni “masalah perut” rakyat kecil. Faktanya, aktivitas di lapangan menggunakan alat berat ekskavator 20 ton dengan biaya operasional yang fantastis.

“Ini bukan aktivitas rakyat kecil semata, melainkan bisnis besar yang melibatkan pemodal kuat dan diduga dilindungi aparat. Jika negara tetap membiarkan kondisi ini, sesungguhnya pemerintah sedang menyiapkan kuburan massal bagi rakyatnya sendiri,” tegas Tommy.

Dilema Penegakan Hukum: Permainan “Kucing-Kucingan”

Di sisi lain, otoritas terkait mengaku kesulitan memutus rantai PETI. Kombes Pol Susmelawati Rosya menganalogikan upaya penertiban seperti permainan petak umpet. Petugas seringkali menemukan lokasi yang sudah kosong saat razia dilakukan, namun aktivitas kembali menggeliat sesaat setelah aparat meninggalkan lokasi.

Kepala Dinas ESDM Sumbar, Helmi Heriyanto, mengakui bahwa pengawasan wilayah yang sangat luas menjadi kendala utama. Meskipun instruksi gubernur terkait pencegahan telah diterbitkan, praktik kucing-kucingan dengan mafia tambang masih terus terjadi di lapangan.

Kini, publik menanti tindakan nyata yang melampaui sekadar penutupan lubang tambang atau razia seremonial. Tanpa penindakan tegas terhadap aktor intelektual dan pemodal di balik layar, lubang-lubang maut di Sumatera Barat diprediksi akan terus memakan korban di masa depan.***

  • Penulis: Endri Caniago
  • Editor: Hanny
  • Sumber: Kompas

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mau Nagari Maju dan Cuan Melimpah, Pilih Basril di Anam Koto Utara

    Mau Nagari Maju dan Cuan Melimpah, Pilih Basril di Anam Koto Utara

    • calendar_month Rabu, 1 Jul 2026
    • account_circle Irfansyah P
    • visibility 61
    • 0Komentar

    PASAMAN BARAT – Bosan dengan janji manis politik yang semanis sirup lebaran tapi cepat hambar? Tenang, warga Nagari Anam Koto Utara, Kecamatan Kinali, Kabupaten Pasaman Barat, kini punya angin segar yang siap mengacak-acak status quo dengan cara yang paling elegan dan berfaedah. Sosok tersebut adalah Basril, atau yang akrab dipanggil Aciak, seorang Calon Wali Nagari […]

  • Hujan Lebat Ancaman Sumatera Barat Mulai Hari Ini hingga 20 Juni

    Hujan Lebat Ancaman Sumatera Barat Mulai Hari Ini hingga 20 Juni

    • calendar_month Kamis, 18 Jun 2026
    • account_circle Adi Putra
    • visibility 27
    • 0Komentar

    Padang – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah Sumatera Barat periode 18 hingga 20 Juni 2026. Masyarakat Sumbar diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang. Berdasarkan informasi resmi yang dirilis melalui akun Instagram @infobmkg, Sumatera Barat masuk dalam […]

  • Desain Mewah Harga Ramah, Xiaomi Watch S5 Siap Tantang Apple dan Samsung

    Desain Mewah Harga Ramah, Xiaomi Watch S5 Siap Tantang Apple dan Samsung

    • calendar_month Minggu, 31 Mei 2026
    • account_circle Yelki
    • visibility 66
    • 0Komentar

    JAKARTA — Xiaomi kembali menggebrak pasar wearable dengan meluncurkan smartwatch terbarunya, Xiaomi Watch S5. Mengusung desain dan material premium yang biasa ditemukan pada jam tangan pintar kelas atas, perangkat ini mengejutkan publik dengan banderol harga yang jauh di bawah para pesaingnya. Namun, ada satu “jebakan” yang harus dihadapi oleh para peminatnya. Spesifikasi Premium yang Menggoda Xiaomi […]

  • Bisa Dipecat! Ini Aturan Tegas Bagi Anggota DPRD yang Absen Rapat 6 Kali Berturut-turut

    Bisa Dipecat! Ini Aturan Tegas Bagi Anggota DPRD yang Absen Rapat 6 Kali Berturut-turut

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • account_circle Irfansyah P
    • visibility 48
    • 0Komentar

    PARLEMEN — Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) sejatinya adalah rumah bagi aspirasi rakyat. Tempat di mana kebijakan dirumuskan, anggaran diketok, dan pengawasan terhadap eksekutif dijalankan. Namun, pemandangan kursi-kursi kosong dalam rapat paripurna, agenda reses, hingga kunjungan kerja (kunker) tampaknya masih menjadi “penyakit menahun” yang sulit disembuhkan. Fenomena oknum anggota dewan yang jarang masuk kerja alias […]

  • Estafet Kepemimpinan, Abd Hamid Resmi Jabat Ketua Harian MD KAHMI Pasaman Barat

    Estafet Kepemimpinan, Abd Hamid Resmi Jabat Ketua Harian MD KAHMI Pasaman Barat

    • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
    • account_circle Hanny
    • visibility 38
    • 0Komentar

    Pasaman Barat, SUMBARBIZ — Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MD KAHMI) Pasaman Barat secara resmi melakukan penyegaran struktur organisasi. Jabatan Ketua Harian kini resmi diemban oleh Abd Hamid, S.H, M.H. untuk masa bakti periode 2025–2026. Prosesi serah terima jabatan tersebut berlangsung khidmat di Kabupaten Pasaman Barat pada Rabu (13/05/2026). Abd Hamid menerima estafet […]

  • BI Menyebut Inflasi Sumbar Masih Kondusif, Kini 1,97% Hingga April 2026

    BI Menyebut Inflasi Sumbar Masih Kondusif, Kini 1,97% Hingga April 2026

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • account_circle Hanny
    • visibility 39
    • 0Komentar

    Padang, SUMBARBIZ – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi di Provinsi Sumatra Barat sebesar 1,97% yoy atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 109,77 pada April 2025 menjadi 111,93 pada April 2026. Kepala BPS Sumbar Nurul Hasanudin mengatakan inflasi yang terjadi secara yoy hingga April 2026 itu, disumbangkan dari komoditas emas perhiasan, daging ayam […]

expand_less