Rumah Warga Pasaman Barat Terendam Banjir, Gubernur Sumbar Didesak Segera Bertindak
- account_circle Irfansyah P
- calendar_month Kamis, 3 Sep 2026
- print Cetak

Banjir Luapan Air Saluran Rendam Rumah Warga dan Jalan di Pasaman Barat
PASAMAN BARAT — Kelalaian pemeliharaan infrastruktur dasar kembali mengancam keselamatan dan kenyamanan warga. Musibah banjir akibat luapan air saluran menerjang kawasan pemukiman serta ruas jalan utama di Kampung Pinariman, Jorong Tanjung Beruang, Nagari Kajai Selatan, Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat, Sumbar.
Peristiwa yang terjadi pada Kamis sore, 3 September 2026, sekitar pukul 17.15 WIB tersebut memicu kemarahan warga lokal yang menilai pemerintah daerah dan provinsi lamban mengatasi persoalan drainase yang saban hujan turun selalu bermasalah.
Air yang melimpah dari saluran tanpa muara pembuangan yang memadai tersebut merembet cepat hingga memasuki kawasan rumah warga dan melimpah ke badan jalan raya. Kondisi ini melumpuhkan akses transportasi lokal sekaligus mengancam barang-barang berharga milik penduduk sekitar.
Ketiadaan drainase terintegrasi yang berfungsi sebagai saluran pembuang dituding menjadi penyebab utama banjir parah ini terus terulang setiap kali curah hujan tinggi mengguyur wilayah Talamau.
Ketiadaan Drainase dan Penderitaan Berulang Warga
Keluhan keras disuarakan oleh warga setempat yang merasa dampaknya secara langsung. Elwa Masri, seorang warga Kampung Pinariman, menegaskan bahwa genangan air tidak hanya merusak fasilitas pribadi, tetapi juga mengganggu arus lalu lintas yang mengubungkan antardesa di kecamatan tersebut.
Menurutnya, air meluap begitu cepat lantaran tidak ada alur yang mampu menampung serta mengalirkan debit air hujan dari pemukiman menuju sungai terdekat.
”Setiap hujan lebat turun, kondisi selalu seperti ini. Air meluap dari saluran, masuk ke rumah warga, dan menutup badan jalan. Kami terus-menerus dirugikan oleh situasi yang seolah dibiarkan tanpa penanganan permanen ini,” ujar Elwa saat memberikan keterangannya.
Ia membeberkan bahwa kerusakan materiil dan gangguan aktivitas ekonomi warga sudah tidak terhitung lagi. Pengendara roda dua maupun roda empat kerap kali mogok saat nekat menerobos luapan air saluran yang menggenangi jalan raya dengan ketinggian mencemaskan.
Kerugian yang dialami masyarakat bukan lagi sekadar genangan air sementara, melainkan beban ekonomi yang menumpuk akibat kerusakan perabotan rumah tangga serta infrastruktur kendaraan.
Desakan Tegas Kepada Gubernur Sumbar dan Dinas BMCKTR
Melihat penderitaan yang tak kunjung usai, warga mendesak tanggap darurat dan tindakan konkret dari pembuat kebijakan di tingkat provinsi. Tuntutan keras dialamatkan secara terbuka kepada Instansi Bagian Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Dinas Bina Marga, Cipta Karya, dan Tata Ruang (BMCKTR) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) serta Gubernur Sumbar.
Masyarakat menilai bahwa status jalan raya yang terdampak memerlukan intervensi langsung dari pemerintah provinsi. Pembiaran terhadap tidak adanya sistem drainase yang layak di sepanjang jalan provinsi ini dinilai sebagai bentuk pengabaian terhadap hak-hak dasar masyarakat atas infrastruktur yang aman dan layak.
”Pemerintah Provinsi dan Dinas BMCKTR Sumbar jangan tutup mata. Kami minta tindakan nyata secepatnya. Jangan tunggu ada korban jiwa atau jalanan ini putus total baru ada pergerakan di lapangan. Pemeliharaan fasilitas umum adalah kewajiban negara, bukan formalitas di atas kertas,” tegas Elwa.
Ancaman Musim Hujan dan Urgennya Solusi Permanen
Ancaman banjir akibat luapan air saluran di Pasaman Barat ini diprediksi akan terus berulang mengingat intensitas hujan di wilayah Sumatera Barat yang kerap meningkat pada periode tertentu. Warga menuntut pembenahan total, mulai dari pengerukan saluran yang tersumbat, pembuatan drainase permanen bertulang, hingga penyediaan jalur pembuangan akhir air hujan menuju muara yang aman.
Langkah darurat harus segera diambil sebelum dampak kerugian meluas ke nagari-nagari tetangga. Masyarakat Kampung Pinariman kini menunggu pembuktian janji dan kerja nyata dari jajaran teknis pemprov untuk menuntaskan masalah luapan air saluran yang merendam rumah warga tersebut hingga tuntas.
Disclaimer: Artikel ini disusun berdasarkan data narasi informasi warga setempat mengenai kejadian banjir di Kampung Pinariman, Pasaman Barat, pada 3 September 2026. Redaksi tidak bertanggung jawab atas perubahan kondisi teknis di lapangan setelah informasi ini diterbitkan, dan upaya konfirmasi kepada pihak Dinas BMCKTR Sumbar serta Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat terus dilakukan sesuai dengan kaidah jurnalistik yang berlaku.
- Penulis: Irfansyah P
