BREAKING NEWS
light_mode
Trending Tags
Beranda » PESONA » Jejak Sejarah Pasaman: Jalur Emas VOC, Sekolah Tani Klasik, dan Gunung Pertama yang Diukur di Indonesia

Jejak Sejarah Pasaman: Jalur Emas VOC, Sekolah Tani Klasik, dan Gunung Pertama yang Diukur di Indonesia

  • account_circle Yelki
  • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
  • print Cetak

PASAMAN – Nama “Pasaman” kini dikenal luas sebagai dua wilayah administratif di Provinsi Sumatera Barat. Kabupaten Pasaman dan Kabupaten Pasaman Barat. Namun, jauh sebelum pemekaran wilayah terjadi, nama ini menyimpan rekam jejak sejarah yang amat panjang—mulai dari era kolonial Belanda dengan dua wilayah onderafdeeling (Ophir dan Loeboeksikaping), hingga ke masa kuno perdagangan komoditas berharga.

Banyak yang mengira nama Pasaman diambil dari nama gunung tegak yang berdiri di wilayah tersebut. Namun, fakta sejarah dari sumber-sumber primer tempo doeloe menunjukkan hal yang berbeda.

Misteri Hulu Sungai Pasaman

Di era Republik Indonesia, nama Kabupaten Pasaman sejatinya diambil dari nama Sungai Pasaman. Menariknya, sungai ini tidak berhulu di Gunung Pasaman. Berdasarkan peta kuno era VOC tahun 1695, Sungai Pasaman justru berhulu di sebelah utara, tepatnya di Gunung Koelaboe, melewati kota Simpang Tonang yang menjadi perbatasan distrik Ophir, Loeboeksikaping, dan Pakantan.

Sungai Pasaman memiliki beberapa cabang penting. Di bagian utara terdapat Sungai Batang Kanaikan yang bermuara di barat Gunung Koelaboe dan timur Gunung Malintang melewati Moeara Kiawai. Sementara itu, aliran yang benar-benar berhulu di Gunung Pasaman (Gunung Ophir) adalah Sungai Batang Taloe, yang merupakan anak sungai Pasaman di sisi selatan. Wilayah yang mencakup tiga daerah aliran sungai inilah yang dalam catatan kolonial disebut sebagai Ophir Districten.

Urat Nadi Perdagangan Masa Lalu

Sejak era VOC, wilayah ini merupakan jalur perdagangan darat yang sangat vital. Komoditas berharga dibawa dari kota pelabuhan Air Bangis, melintasi Oedjoeng Gading, Moeara Kiawai, Taloe, Tjoebadak, Simpang Tonang, hingga tembus ke Rao, Moeara Sipongi, dan Kota Nopan (Pakantan dan Mandailing).

Perubahan jalur terjadi pasca-Perang Padri pada tahun 1837. Belanda membangun kota Panti (dulu disebut Loender) untuk menggantikan ruas jalan lama antara Simpang Tonang dan Rao. Memasuki era kejayaan perkebunan Cultuur Mij Ophir pada tahun 1920-an, akses mobilitas semakin maju dengan dibangunnya jalan baru dari Taloe menuju pelabuhan bongkar-muat di pantai Sasak, serta jalur ke arah selatan hingga Kinali.

Tak hanya soal perdagangan dan perkebunan, bumi Pasaman juga melahirkan tonggak pendidikan pertanian. Pada tahun 1931, Abdoel Azis Nasution yang bergelar Soetan Kanaikan—seorang alumni sekolah pertanian bergengsi Middlebare Landbouwshool Buitenzorg (1914)—mendirikan sekolah pertanian di Loeboeksikaping untuk memajukan SDM lokal.

Ophir: Nama Kuno dan Gunung Pertama yang Diukur di Indonesia

Nama Pasaman sendiri tergolong sebagai nama kuno yang sudah eksis sejak zaman perdagangan emas, kamper, dan kemenyan. Di kalangan bangsa Eropa, wilayah ini kerap diidentifikasi sebagai “Ophir”—sebuah nama tempat legendaris penghasil emas yang bahkan disebut dalam kitab Taurat dan Injil.

Selain nilai mistis dan sejarahnya, Gunung Pasaman (Ophir) memegang rekor penting dalam ilmu geografi Nusantara. Berdasarkan laporan surat kabar lawas Leydse Courant (19 November 1838), Gunung Pasaman adalah gunung pertama yang diukur ketinggiannya di Indonesia.

Pengukuran tersebut dilakukan oleh peneliti Barat, Mr. Horner dan Krusenstern, yang mencatat puncak tertinggi gunung ini berada di angka 2.927 meter di atas permukaan laut. Puncak tertinggi tersebut kini dikenal dengan nama Talamau, sebuah nama yang disinyalir erat kaitannya dengan penamaan kota Taloe di bawahnya.

Eksplorasi sejarah Pasaman ini disusun berdasarkan analisis mendalam terhadap sumber-sumber primer seperti surat kabar sejaman, peta kuno, dan arsip foto tempo doeloe, guna menyajikan fakta yang paling mendekati kebenaran sejarah.***

  • Penulis: Yelki
  • Editor: Hanny

Rekomendasi Untuk Anda

  • Nilai Tukar Rupiah Hari Ini Berpotensi Melemah Hingga Kisaran Rp18.000

    Nilai Tukar Rupiah Hari Ini Berpotensi Melemah Hingga Kisaran Rp18.000

    • calendar_month Rabu, 8 Jul 2026
    • account_circle Bangun S
    • visibility 25
    • 0Komentar

    JAKARTA — Bagi Anda yang hobi mengecek isi rekening sambil menghela napas panjang, ada kabar terhangat dari ring tinju pasar valuta asing. Nilai tukar rupiah dilaporkan sedang mencoba peruntungannya melawan keperkasaan dolar AS pada perdagangan hari ini, Rabu (8/7/2026). Berdasarkan data terbaru dari arena perdagangan, mata uang kebanggaan kita ini diprediksi akan bergerak fluktuatif nan […]

  • Paradoks Martabat: Menggugat Eksistensi HAM di Era Krisis Global

    Paradoks Martabat: Menggugat Eksistensi HAM di Era Krisis Global

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • account_circle Melisa Rizka Tanjung
    • visibility 35
    • 0Komentar

    Opini: Menakar Ketajaman Hak Asasi Manusia di Tengah Normalisasi Pelanggaran Di abad ke-21 yang serba digital dan terkoneksi, dunia seharusnya telah mencapai kematangan dalam menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Namun, realita hari ini menunjukkan wajah yang kontradiktif. Hak Asasi Manusia (HAM), yang diproklamirkan sebagai standar moral universal sejak 1948, kini seolah sedang menghadapi ujian paling akut […]

  • Stok Pangan Melimpah, Inflasi Pasaman Barat Terendah Se-Sumbar

    Stok Pangan Melimpah, Inflasi Pasaman Barat Terendah Se-Sumbar

    • calendar_month Sabtu, 30 Mei 2026
    • account_circle Endri Caniago
    • visibility 30
    • 0Komentar

    SIMPANG AMPEK — Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pasaman Barat membawa kabar baik bagi perekonomian daerah. Berdasarkan Berita Resmi Statistik No. 05/05/1312/Th. III yang dirilis pada 4 Mei 2026, tingkat kenaikan harga barang di Pasaman Barat tercatat paling landai dan terkendali di seluruh Provinsi Sumatera Barat untuk periode April 2026. Secara tahunan (Year-on-Year), Pasaman Barat […]

  • Pembunuh Tukang Ojek Ditangkap, Dua Pentolan KKB Diringkus

    Pembunuh Tukang Ojek Ditangkap, Dua Pentolan KKB Diringkus

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle Nanda
    • visibility 68
    • 0Komentar

    SUMBARBIZ – Personel gabungan Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 bersama Polres Pegunungan Bintang berhasil menangkap dua anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB) Kodap XXXV Bintang Timur, yakni EK (22) dan RS (23) pada Minggu (19/4) sekira pukul 20.45 WIT di Distrik Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua. Penangkapan ini merupakan bagian dari upaya Satgas Operasi Damai Cartenz dalam […]

  • Bocoran iPhone 20 Pro: Generasi Masa Depan Apple yang Siap Singkirkan Dynamic Island

    Bocoran iPhone 20 Pro: Generasi Masa Depan Apple yang Siap Singkirkan Dynamic Island

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • account_circle Yelki
    • visibility 48
    • 0Komentar

    TEKNOLOGI – Apple dilaporkan tengah mempersiapkan peta jalan (roadmap) radikal tiga tahun untuk lini smartphone andalannya. Langkah ini diambil guna mendobrak kejenuhan desain yang dinilai monoton pada beberapa generasi terakhir. Puncaknya dirumorkan bakal terjadi pada peluncuran iPhone 20 Pro—sebuah edisi khusus peringatan 20 tahun iPhone yang diproyeksikan melompati penamaan seri 19. Bocoran visual dan spesifikasi dari […]

  • Casing Rollme Sulap iPhone 17 Pro Max Jadi Mirip Ponsel Android Flagship

    Casing Rollme Sulap iPhone 17 Pro Max Jadi Mirip Ponsel Android Flagship

    • calendar_month Sabtu, 6 Jun 2026
    • account_circle Yelki
    • visibility 31
    • 0Komentar

    NEW YORK — Industri ponsel pintar kelas atas terus bersaing menghadirkan inovasi radikal, mulai dari ponsel lipat hingga integrasi layar sekunder di bagian belakang bodi. Vendor Android seperti Xiaomi melalui lini flagshipnya, serta pengembangan modul magnetik oleh Honor dan Oppo, menjadi bukti bahwa tren layar mini di bagian belakang sedang naik daun. Namun, alih-alih merogoh […]

expand_less