BREAKING NEWS
light_mode
Trending Tags
Beranda » EKONOMI » Rupiah Melemah Tajam ke Level Rp17.900-an, Pengamat Ungkap Segudang ‘PR’ Pemerintah

Rupiah Melemah Tajam ke Level Rp17.900-an, Pengamat Ungkap Segudang ‘PR’ Pemerintah

  • account_circle Hanny
  • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
  • print Cetak

JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali menunjukkan tren pelemahan yang signifikan. Pada perdagangan Kamis (28/5), mata uang Garuda sempat menembus level Rp17.900-an per dolar AS, melanjutkan tren koreksi yang terjadi sejak April lalu.

Berdasarkan data Investing, dolar AS sempat menyentuh level tertinggi hariannya di angka Rp17.949, dengan rentang pergerakan harian di kisaran Rp17.772 hingga Rp17.995. Sementara itu, data Google Finance mencatat dolar AS sempat berada di level Rp17.904 pada pukul 04.00 UTC, sebelum akhirnya bergerak berbalik ke level Rp17.850 atau menguat sekitar 0,37 persen.

Pengamat Komoditas dan Mata Uang, Ibrahim Assuaibi, menjelaskan bahwa anjloknya nilai tukar rupiah dipicu oleh kombinasi sentimen eksternal dan domestik yang terjadi secara bersamaan. Kondisi ini mendorong para investor untuk mengamankan dana mereka ke aset aman (safe haven) seperti dolar AS.

“Tekanan terhadap rupiah saat ini berasal dari faktor eksternal dan internal yang terjadi secara bersamaan,” ujar Ibrahim dalam keterangan tertulisnya.

Tekanan Eksternal: Geopolitik dan Kebijakan The Fed

Dari sisi eksternal, pasar saat ini sedang mencermati meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah setelah konflik antara koalisi AS-Israel melawan Iran kembali memanas. Situasi ini memicu kekhawatiran global terkait potensi gangguan distribusi energi, khususnya di jalur perdagangan minyak vital seperti Selat Hormuz.

Melambungnya harga energi global akibat konflik ini berpotensi mengerek inflasi dunia. Dampaknya, Bank Sentral AS (The Federal Reserve/The Fed) diprediksi akan mempertahankan suku bunga tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama (higher for longer). Ekspektasi ini menjadi sentimen negatif bagi mata uang negara berkembang (emerging markets).

“Kondisi tersebut membuat arus modal asing cenderung keluar (capital outflow) dari pasar negara berkembang, termasuk Indonesia,” kata Ibrahim menambahkah.

Faktor Internal: Dari Daya Beli hingga Beban Utang

Selain tekanan global, kondisi fundamental ekonomi dalam negeri juga turut memperberat posisi rupiah. Dari sektor riil, Indonesia menghadapi tantangan berupa penurunan daya beli masyarakat dan inflasi domestik yang lebih tinggi, yang pada gilirannya mengikis daya saing produk lokal.

Secara bersamaan, kebutuhan terhadap valuta asing (valas) melonjak tajam. Hal ini dipicu oleh meningkatnya kebutuhan dolar AS untuk impor minyak, pembayaran dividen korporasi, defisit transaksi berjalan, serta pembayaran cicilan utang luar negeri yang jatuh tempo, baik dari sektor swasta maupun pemerintah.

Ketidakpastian terhadap arah kebijakan ekonomi, isu politik, hingga kondisi makro ekonomi seperti rasio utang juga membuat pelaku pasar bersikap wait and see, sehingga menggerus kepercayaan investor.

Keterbatasan Intervensi Bank Indonesia

Guna menahan kejatuhan rupiah, Bank Indonesia (BI) sebenarnya telah mengambil langkah agresif dengan menaikkan suku bunga acuan (BI-Rate) dari 4,75 persen menjadi 5,25 persen pada 28 Mei kemarin. BI juga aktif melakukan intervensi di pasar valuta asing demi menjaga stabilitas sistem keuangan.

Namun, Ibrahim menilai ruang stabilisasi oleh BI kini semakin terbatas karena kuatnya hantaman dari berbagai arah.

“BI sudah melakukan intervensi semaksimal mungkin, tetapi tekanan pasar memang masih cukup besar,” ucapnya.

Menurut analisisnya, kebijakan moneter dari bank sentral tidak akan cukup jika tidak diimbangi oleh perbaikan sektor riil. Pemerintah dinilai masih memiliki segudang “PR” besar untuk memperkuat fundamental ekonomi domestik, memperbaiki postur fiskal yang menyempit, dan memberikan kepastian kebijakan hukum demi mengembalikan kepercayaan pasar jangka panjang.

  • Penulis: Hanny

Rekomendasi Untuk Anda

  • Warga Tayan Hulu Desak Polisi Tindak Tegas Penambangan Emas Ilegal

    Warga Tayan Hulu Desak Polisi Tindak Tegas Penambangan Emas Ilegal

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
    • account_circle Endri Caniago
    • visibility 6
    • 0Komentar

    SANGGAU – Gelombang penolakan terhadap aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Sungai Sekayu dan Sungai Tayan kembali menguat. Aliansi Masyarakat Peduli Lingkungan Kecamatan Tayan Hulu secara resmi menyampaikan pernyataan sikap ke Polsek Tayan Hulu pada Minggu (31/5/2026) siang, sebagai bentuk kekhawatiran atas kondisi lingkungan saat ini. ​Rombongan perwakilan […]

  • UNRI Gandeng Pemkab Pasaman Barat Perkuat Pengembangan Sektor Perikanan dan Kelautan

    UNRI Gandeng Pemkab Pasaman Barat Perkuat Pengembangan Sektor Perikanan dan Kelautan

    • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
    • account_circle Hanny
    • visibility 9
    • 0Komentar

    Pasaman Barat, SUMBARBIZ — Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau (UNRI) melakukan kunjungan lapangan ke Kabupaten Pasaman Barat, Jumat (8/5), guna memperkuat kerja sama pengembangan sektor perikanan dan kelautan sekaligus mendukung pembelajaran berbasis praktik bagi mahasiswa. Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 189 mahasiswa Jurusan Sosial Ekonomi Perikanan (SEP) bersama 10 dosen pengampu dari berbagai mata kuliah. […]

  • Viral di Medsos, Polresta Barelang Selidiki Pengeroyokan dan Penodongan Pistol

    Viral di Medsos, Polresta Barelang Selidiki Pengeroyokan dan Penodongan Pistol

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
    • account_circle Hanny
    • visibility 9
    • 0Komentar

    BATAM — Jagat maya dihebohkan oleh sebuah unggahan dari akun Rio Bastian pada Minggu (31/5/2026). Postingan yang mengungkap dugaan pengeroyokan brutal tersebut mendadak viral di media sosial, sukses memancing atensi publik dengan meraup 8.982 likes, 4.174 komentar, serta telah dibagikan ulang sebanyak 1.174 kali hingga Senin dini hari. Bukan sekadar rumor digital, kegemparan tersebut didasarkan […]

  • Usai Melayat, Bupati Pasbar Instruksikan Perbaikan Jalan dan Layanan Medis

    Usai Melayat, Bupati Pasbar Instruksikan Perbaikan Jalan dan Layanan Medis

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • account_circle Irfansyah P
    • visibility 26
    • 0Komentar

    PASAMAN BARAT – Bupati Pasaman Barat, Yulianto, mengunjungi rumah duka keluarga anak yang meninggal dunia akibat terhambatnya akses layanan kesehatan di Jorong Rura Patontang, Nagari Parit, Kecamatan Koto Balingka, pada Senin (25/5). ​Selain menyampaikan rasa duka yang mendalam, kehadiran orang nomor satu di Pasaman Barat tersebut juga bertujuan untuk meninjau langsung kondisi jalan rusak di […]

  • Arena Judi Sabung Ayam Dekat Masjid, Warga Pasar Baru Bayang Resah

    Arena Judi Sabung Ayam Dekat Masjid, Warga Pasar Baru Bayang Resah

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle Hanny
    • visibility 52
    • 0Komentar

    SUMBARBIZ — Aktivitas dugaan perjudian sabung ayam di dekat Masjid Besar Baitusshalihin, Pasar Baru, Kecamatan Bayang, Kabupaten Pesisir Selatan membuat keresahan di tengah masyarakat. Warga setempat mengaku terganggu dengan adanya kegiatan tersebut. Kegiatan itu dinilai tidak hanya melanggar norma sosial dan agama, tetapi juga berpotensi memicu praktik perjudian ilegal. Buyung, bukan nama sebenarnya mengatakan lokasi […]

  • Bahasa Prancis Bakal Wajib di Sekolah? Politikus PDIP Ingatkan Prabowo Soal Beban Kurikulum

    Bahasa Prancis Bakal Wajib di Sekolah? Politikus PDIP Ingatkan Prabowo Soal Beban Kurikulum

    • calendar_month Sabtu, 30 Mei 2026
    • account_circle Hanny
    • visibility 12
    • 0Komentar

    JAKARTA — Rencana Presiden Prabowo Subianto untuk mewajibkan mata pelajaran bahasa Prancis di seluruh tingkatan sekolah menuai kritik dari parlemen. Anggota DPR dari Fraksi PDIP, Andreas Hugo Pareira, mengingatkan Kepala Negara agar tidak asal memasukkan mata pelajaran baru ke dalam kurikulum nasional hanya berdasarkan momentum diplomatik. Menurut Andreas, penetapan mata pelajaran di sekolah—termasuk bahasa asing—sudah […]

expand_less