BREAKING NEWS
light_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » NASIONAL » Kemarau Panjang hingga 2027: Simak Tiga Langkah Strategis Antisipasi Dampak El Nino

Kemarau Panjang hingga 2027: Simak Tiga Langkah Strategis Antisipasi Dampak El Nino

  • account_circle Adi Putra
  • calendar_month Sabtu, 13 Jun 2026
  • print Cetak

JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis hasil pemantauan klimatologi terbaru terkait dinamika cuaca di wilayah Indonesia. Berdasarkan data pemodelan atmosfer tersebut, fenomena anomali iklim El Nino diprediksi akan bertahan dalam durasi yang lebih lama, yakni hingga awal tahun 2027 mendatang.

Dampak langsung dari fenomena ini adalah eskalasi intensitas musim kemarau di tanah air yang diperkirakan bakal terasa jauh lebih kering dan berdurasi lebih panjang jika dibandingkan dengan siklus normal tahunan.

Pihak BMKG mengidentifikasi bahwa puncak dari gelombang kemarau ekstrem ini akan berlangsung pada rentang bulan Juli hingga September 2026.

Menyikapi proyeksi cuaca ekstrem tersebut, BMKG mengimbau masyarakat luas untuk segera melakukan langkah antisipasi dan adaptasi sedini mungkin guna meminimalisasi risiko bencana hidrometeorologi kering.

“Masyarakat diharapkan mulai melakukan manajemen risiko mandiri secara konsisten guna menghadapi dampak penurunan curah hujan yang signifikan selama beberapa bulan ke depan,” tulis BMKG dalam keterangan resminya.

Terdapat tiga aspek krusial yang perlu diimplementasikan oleh publik sebagai langkah mitigasi menghadapi El Nino berkepanjangan:

  • Manajemen Sumber Daya Air: Masyarakat diimbau untuk membudayakan perilaku hemat air bersih dalam aktivitas domestik serta memaksimalkan penampungan air hujan selagi intensitas curah hujan lokal masih tersedia.

  • Pencegahan Karhutla: Larangan keras diberlakukan bagi sektor industri maupun individu untuk tidak melakukan pembukaan lahan dengan metode pembakaran (slash and burn) dalam skala sekecil apa pun, mengingat vegetasi yang mengering sangat rentan memicu kebakaran hutan dan lahan berskala masif.

  • Perlindungan Kesehatan Fisik: Lonjakan suhu udara yang tinggi menuntut masyarakat untuk menjaga hidrasi tubuh dengan mencukupi kebutuhan air minum harian secara konsisten demi menghindari risiko dehidrasi dan penurunan imunitas.

Pihak berwenang menegaskan agar seluruh lapisan masyarakat dan pemerintah daerah tetap meningkatkan kewaspadaan, memperkuat koordinasi, serta memantau perkembangan informasi cuaca secara berkala yang dirilis oleh kanal resmi BMKG demi keselamatan bersama.

  • Penulis: Adi Putra
  • Editor: Hanny

Rekomendasi Untuk Anda

  • SUMBAR DARURAT TAMBANG EMAS: Walhi Beri ‘Rapor Merah’ dan Tantang Kapolda Baru!

    SUMBAR DARURAT TAMBANG EMAS: Walhi Beri ‘Rapor Merah’ dan Tantang Kapolda Baru!

    • calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
    • account_circle Endri Caniago
    • visibility 60
    • 0Komentar

    PADANG – Genderang perang terhadap perusakan lingkungan ditabuh kencang. Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumatera Barat secara resmi melayangkan “surat tantangan” terbuka kepada Kapolda Sumbar yang baru, Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy. Meski proses serah terima jabatan belum resmi dilakukan, Walhi Sumbar memilih bergerak cepat. Mereka memberikan tumpukan catatan kelam penegakan hukum lingkungan yang dinilai […]

  • Satgas PRR Apresiasi Langkah Bupati Yulianto Tangani Akses Jalan Talamau

    Satgas PRR Apresiasi Langkah Bupati Yulianto Tangani Akses Jalan Talamau

    • calendar_month Kamis, 30 Jul 2026
    • account_circle Irfansyah P
    • visibility 27
    • 0Komentar

    PASAMAN BARAT — Penanganan infrastruktur rawan di wilayah Polong Anam (Polongan Anam), Kecamatan Talamau, mendadak jadi sorotan utama. Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat yang dipimpin langsung oleh Bupati Yulianto mendampingi Satgas Nasional PRR (Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi) Pascabencana Alam Sumatera dalam peninjauan lapangan pada Rabu (29/7/2026). Langkah monitoring dan evaluasi ini digelar demi memastikan urat nadi […]

  • Guncangan Gempa Magnitudo 6,1 Nias Selatan Terasa Hingga Pasaman Barat

    Guncangan Gempa Magnitudo 6,1 Nias Selatan Terasa Hingga Pasaman Barat

    • calendar_month Selasa, 18 Agt 2026
    • account_circle Irfansyah P
    • visibility 32
    • 0Komentar

    JAKARTA — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi peristiwa gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 6,1 yang mengguncang wilayah Nias Selatan, Sumatera Utara (Sumut), pada Selasa siang, 18 Agustus 2026. Data resmi dari Sistem Peringatan Dini Tsunami Indonesia (InaTEWS) BMKG menunjukkan episentrum gempa tercatat tepat pada pukul 13.02.23 WIB. ​Pusat getaran gempa berada pada koordinat […]

  • Sumatera Barat Ditargetkan Pengembangan Jagung Menjadi 4.000 Hektare

    Sumatera Barat Ditargetkan Pengembangan Jagung Menjadi 4.000 Hektare

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • account_circle Hanny
    • visibility 33
    • 0Komentar

    Pesisir Selatan, SUMBARBIZ – Anggota Komisi IV DPR RI, Rahmat Saleh, menyebut pengembangan jagung di Sumatera Barat ditargetkan meningkat menjadi 4.000 hektare pada 2026. ‎Target tersebut naik dibanding realisasi tahun 2025 yang telah mencapai 3.000 hektare. ‎Hal itu disampaikannya saat meninjau langsung pelaksanaan program swasembada jagung di Kabupaten Pesisir Selatan, Minggu (3/5/2026). Menurutnya, peningkatan luas […]

  • Jejak Sejarah Pasaman: Jalur Emas VOC, Sekolah Tani Klasik, dan Gunung Pertama yang Diukur di Indonesia

    Jejak Sejarah Pasaman: Jalur Emas VOC, Sekolah Tani Klasik, dan Gunung Pertama yang Diukur di Indonesia

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
    • account_circle Yelki
    • visibility 57
    • 0Komentar

    PASAMAN – Nama “Pasaman” kini dikenal luas sebagai dua wilayah administratif di Provinsi Sumatera Barat. Kabupaten Pasaman dan Kabupaten Pasaman Barat. Namun, jauh sebelum pemekaran wilayah terjadi, nama ini menyimpan rekam jejak sejarah yang amat panjang—mulai dari era kolonial Belanda dengan dua wilayah onderafdeeling (Ophir dan Loeboeksikaping), hingga ke masa kuno perdagangan komoditas berharga. Banyak […]

  • Usai Melayat, Bupati Pasbar Instruksikan Perbaikan Jalan dan Layanan Medis

    Usai Melayat, Bupati Pasbar Instruksikan Perbaikan Jalan dan Layanan Medis

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • account_circle Irfansyah P
    • visibility 46
    • 0Komentar

    PASAMAN BARAT – Bupati Pasaman Barat, Yulianto, mengunjungi rumah duka keluarga anak yang meninggal dunia akibat terhambatnya akses layanan kesehatan di Jorong Rura Patontang, Nagari Parit, Kecamatan Koto Balingka, pada Senin (25/5). ​Selain menyampaikan rasa duka yang mendalam, kehadiran orang nomor satu di Pasaman Barat tersebut juga bertujuan untuk meninjau langsung kondisi jalan rusak di […]

expand_less