BREAKING NEWS
light_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » Patung Bundo Kanduang Kesamber Petir, Simbol Sawit Dituntut Balik Kampung

Patung Bundo Kanduang Kesamber Petir, Simbol Sawit Dituntut Balik Kampung

  • account_circle Endri Caniago
  • calendar_month Kamis, 18 Jun 2026
  • print Cetak

PASAMAN BARAT — Sebuah fenomena alam yang terjadi di pusat Kabupaten Pasaman Barat memicu diskusi publik yang meluas di ruang siber. Kepala patung Bundo Kanduang, yang berdiri berdampingan dengan patung Ninik Mamak di Bundaran Simpang Ampek, dilaporkan hancur akibat tersambar petir saat cuaca ekstrem melanda wilayah tersebut baru-baru ini.

Insiden hancurnya bagian atas patung ikonik ini dengan cepat mengundang atensi masyarakat luas, khususnya di berbagai platform media sosial. Pemantauan terhadap respons warganet (netizen) menunjukkan adanya pembelahan opini yang cukup signifikan.

Ragam komentar bernada satir, kritik sosial, sudut pandang teologis, hingga desakan kultural bermunculan dalam menyikapi runtuhnya salah satu representasi simbol adat Minangkabau tersebut.

Pembelahan Opini Publik dan Kritik Kultural

Di jagat maya, tidak sedikit warganet yang mengaitkan fenomena ini sebagai sebuah bentuk “isyarat alam” terhadap pergeseran moralitas sosial kontemporer. Sebagian kalangan menilai bahwa nilai luhur yang melekat pada sosok Bundo Kanduang—sebagai limpapeh rumah nan gadang atau lambang kehormatan dan kesucian perempuan dalam adat Minangkabau—kini mulai tergerus oleh era digitalisasi.

“Bundo Kanduang saat ini seolah hanya menjadi simbol semata. Banyak fenomena sosial di platform digital, seperti TikTok, menampilkan perilaku verbal yang kurang santun serta pengabaian adat yang nyata. Peristiwa sambaran petir ini sewajarnya dimaknai sebagai pengingat keras,” tulis seorang netizen dalam sebuah diskusi daring yang viral.

Kritik tersebut juga meluas pada aspek tata krama domestik, kepatuhan dalam institusi pernikahan, hingga pelanggaran terhadap kaidah-kaidah syariat Islam, seperti penyelenggaraan pesta pernikahan (pelaminan) di luar ruangan tanpa restu adat konvensional.

Di sisi teologis, sejumlah masyarakat secara tegas menyatakan penolakannya terhadap keberadaan monumen berbentuk makhluk hidup, dengan dalih bahwa hal tersebut tidak sejalan dengan prinsip fundamental Minangkabau, yakni “Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah” (Adat bersendikan syariat, syariat bersendikan Kitabullah).

Desakan Pengembalian Ikon Tandan Kelapa Sawit

Selain fokus pada pergeseran moral, insiden ini membangkitkan kembali memori kolektif warga mengenai identitas visual asli daerah. Arus utama aspirasi netizen secara masif mendesak Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat untuk tidak melakukan restorasi terhadap patung tersebut. Sebaliknya, mereka menuntut pengembalian Tugu Tandan Kelapa Sawit yang dahulu berdiri di lokasi yang sama.

Masyarakat berargumen bahwa tanaman kelapa sawit adalah representasi murni dari sosiogeografis dan roda penggerak utama perekonomian di Kabupaten Pasaman Barat.

Tanah Pasaman Barat yang subur dan makmur secara historis diwakili oleh keberadaan tugu sawit tersebut, yang dinilai jauh lebih netral dan mencerminkan kesejahteraan segenap elemen masyarakat setempat tanpa memicu perdebatan doktrinal.

Respons Pemerintah Daerah dan Imbauan Rasional

Menanggapi dinamika sosiokultural yang berkembang cepat di tengah masyarakat, Bupati Pasaman Barat, Yulianto, segera mengambil langkah taktis. Pihaknya langsung melakukan koordinasi intensif dengan Bank Nagari, mengingat pembangunan monumen tersebut semula didanai melalui program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) lembaga perbankan daerah tersebut.

Dalam pernyataan resminya, Bupati Yulianto secara tegas mengimbau seluruh lapisan masyarakat agar menyikapi insiden rusaknya kepala patung Bundo Kanduang tersebut secara bijak dan rasional.

Bupati Yulianto menegaskan bahwa peristiwa tersebut merupakan murni fenomena alam meteorologi akibat sambaran petir pada struktur bangunan tinggi, sehingga masyarakat diharapkan tidak terhanyut dalam spekulasi mistis yang berlebihan.

Lebih lanjut, Bupati menyatakan bahwa pemerintah daerah bersikap demokratis dan akomodatif terhadap aspirasi warga. Pihaknya saat ini tengah menunggu masukan resmi serta hasil musyawarah dari para tokoh adat, pemuka masyarakat, dan Ninik Mamak setempat.

Keputusan mengenai apakah bundaran strategis Simpang Ampek tersebut akan dikembalikan ke bentuk Tugu Kelapa Sawit asli atau dilakukan perbaikan struktural sepenuhnya diserahkan kepada mufakat bersama masyarakat Pasaman Barat.***

  • Penulis: Endri Caniago
  • Editor: Hanny

Rekomendasi Untuk Anda

  • Casing Rollme Sulap iPhone 17 Pro Max Jadi Mirip Ponsel Android Flagship

    Casing Rollme Sulap iPhone 17 Pro Max Jadi Mirip Ponsel Android Flagship

    • calendar_month Sabtu, 6 Jun 2026
    • account_circle Yelki
    • visibility 31
    • 0Komentar

    NEW YORK — Industri ponsel pintar kelas atas terus bersaing menghadirkan inovasi radikal, mulai dari ponsel lipat hingga integrasi layar sekunder di bagian belakang bodi. Vendor Android seperti Xiaomi melalui lini flagshipnya, serta pengembangan modul magnetik oleh Honor dan Oppo, menjadi bukti bahwa tren layar mini di bagian belakang sedang naik daun. Namun, alih-alih merogoh […]

  • Kecelakaan Maut di Tol Permai, Dua Orang Tewas Ditempat

    Kecelakaan Maut di Tol Permai, Dua Orang Tewas Ditempat

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • account_circle Muhammad Fadillah
    • visibility 54
    • 0Komentar

    SUMBARBIZ– Kecelakaan maut terjadi di ruas Tol Pekanbaru-Dumai (Permai) KM 03/200 B, Kamis (23/4) sekira pukul 03.45 WIB. Peristiwa yang melibatkan minibus dengan truk tersebut, mengakibatkan dua orang tewas ditempat. Kedua korban tewas itu berasal dari kabin minibus Toyota Calya, diantaranya seorang pengendara bernama Mustika Hadi (38) dan satu penumpang lagi belum teridentifikasi. Peristiwa laka […]

  • Usai Purnatugas Sebagai Bupati, Hamsuardi Kembali Pimpin PAN Pasaman Barat

    Usai Purnatugas Sebagai Bupati, Hamsuardi Kembali Pimpin PAN Pasaman Barat

    • calendar_month Rabu, 17 Jun 2026
    • account_circle Endri Caniago
    • visibility 64
    • 0Komentar

    PASAMAN BARAT – Mantan Bupati Pasaman Barat, Hamsuardi, menegaskan komitmennya untuk terus mengabdi kepada masyarakat, bangsa, dan negara meski tidak lagi menduduki kursi nomor satu di pemerintahan kabupaten tersebut. Sinyal pengabdian ini berlanjut di jalur politik setelah dirinya kembali dipercaya untuk menakhodai Partai Amanat Nasional (PAN) di tingkat daerah. Hamsuardi secara resmi telah menyelesaikan masa […]

  • Polres Pasaman Barat Gelar Bakti Kesehatan Massal Sambut Hari Bhayangkara Ke-80

    Polres Pasaman Barat Gelar Bakti Kesehatan Massal Sambut Hari Bhayangkara Ke-80

    • calendar_month Kamis, 18 Jun 2026
    • account_circle Irfansyah P
    • visibility 24
    • 0Komentar

    PASAMAN BARAT – Kepolisian Resor (Polres) Pasaman Barat menggelar kegiatan bakti kesehatan massal dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026. Kegiatan sosial yang dipusatkan di Klinik Pratama Polres Pasaman Barat pada Kamis (18/6/2026) tersebut menjadi bagian dari upaya Polri dalam memperkuat kepedulian sosial dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kapolres […]

  • Polres Pariaman Tindak Tegas Modus Penyalahgunaan BBM Bersubsidi Di Lapangan

    Polres Pariaman Tindak Tegas Modus Penyalahgunaan BBM Bersubsidi Di Lapangan

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
    • account_circle Endri Caniago
    • visibility 31
    • 0Komentar

    PARIAMAN – Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Pariaman melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Kota Pariaman, Sabtu (30/5/2026). Langkah ini diambil sebagai upaya preventif untuk mengantisipasi praktik penimbunan dan kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. ​Sidak tersebut dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polres Pariaman, IPTU Rio […]

  • Percepat Pemulihan Lahan Pertanian Pasca Bencana di Sumbar, Pemerintah Salurkan Anggarkan Rp32 Miliar

    Percepat Pemulihan Lahan Pertanian Pasca Bencana di Sumbar, Pemerintah Salurkan Anggarkan Rp32 Miliar

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • account_circle Endri Caniago
    • visibility 60
    • 0Komentar

    SUMBARBIZ – Proses pemulihan lahan pertanian pascabencana di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) terus berjalan secara bertahap. Penyaluran anggaran dari pemerintah pusat langsung diterima oleh kelompok tani dan dilakukan secara berjenjang bersama pemerintah kabupaten dan kota. Kepala Dinas Perkebunan, Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Sumbar, Afniwirman menyampaikan sejak bencana terjadi, pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten kota […]

expand_less