Rupiah Melemah 94 Poin, Sentuh Rp17.856 per Dolar AS
- account_circle Yelki
- calendar_month 12 jam yang lalu
- print Cetak

Ilustrasi - Petugas menghitung mata uang rupiah dan dolar AS di Ayu Masagung Money Changer, Jakarta.
JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah pada perdagangan Kamis pagi. Mata uang Garuda tercatat turun 94 poin atau 0,53 persen menjadi Rp17.856 per dolar AS dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di level Rp17.762 per dolar AS.
Pergerakan tersebut menunjukkan rupiah masih berada dalam tekanan di tengah dinamika pasar keuangan global dan pergerakan mata uang utama dunia. Pelemahan yang terjadi pada awal perdagangan mencerminkan meningkatnya permintaan terhadap dolar AS di pasar valuta asing.
Dibandingkan posisi penutupan sehari sebelumnya, nilai tukar rupiah kehilangan 94 poin. Secara persentase, pelemahan sebesar 0,53 persen tersebut menempatkan rupiah kembali bergerak mendekati level psikologis Rp18.000 per dolar AS.
Pelaku pasar terus mencermati berbagai faktor eksternal yang berpotensi memengaruhi pergerakan mata uang negara berkembang, termasuk arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat, perkembangan ekonomi global, serta kondisi geopolitik yang dapat memengaruhi arus modal internasional.
Selain faktor global, sentimen domestik juga menjadi perhatian investor dalam menentukan arah investasi di pasar keuangan Indonesia. Stabilitas ekonomi nasional, inflasi, serta kebijakan moneter Bank Indonesia menjadi sejumlah indikator yang terus dipantau pelaku pasar.
Meski mengalami pelemahan pada awal perdagangan, pergerakan nilai tukar rupiah masih berpotensi berubah seiring berlangsungnya transaksi sepanjang hari. Fluktuasi kurs merupakan hal yang lazim terjadi di pasar valuta asing sebagai respons terhadap berbagai sentimen ekonomi dan keuangan yang berkembang.
Para analis memperkirakan pergerakan rupiah dalam jangka pendek masih akan dipengaruhi oleh perkembangan ekonomi global serta arah kebijakan moneter negara-negara utama, terutama Amerika Serikat, yang memiliki pengaruh besar terhadap pergerakan mata uang dunia.
Pemerintah dan Bank Indonesia terus berupaya menjaga stabilitas nilai tukar melalui berbagai instrumen kebijakan guna memastikan kondisi pasar keuangan tetap terjaga dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
- Penulis: Yelki
- Editor: Khairil
