BREAKING NEWS
light_mode
Trending Tags
Beranda » EKONOMI » EKBIS » Gambir Sumbar Kuasai Pasar Dunia, Daerah Tak Nikmati Manfaat

Gambir Sumbar Kuasai Pasar Dunia, Daerah Tak Nikmati Manfaat

  • account_circle Irfansyah P
  • calendar_month Kamis, 18 Jun 2026
  • print Cetak

Padang – Badan Karantina Indonesia (Barantin) Provinsi Sumatra Barat menyoroti paradoks yang terjadi pada komoditas gambir, salah satu hasil perkebunan unggulan daerah yang menguasai sebagian besar pasar dunia, namun belum mampu memberikan kontribusi optimal terhadap perekonomian Sumatra Barat.

Kepala Karantina Sumatra Barat, Ende Dezeanto, mengungkapkan bahwa hingga saat ini gambir asal Sumatra Barat belum tercatat sebagai komoditas ekspor dari daerah tersebut. Kondisi ini terjadi karena sebagian besar pengiriman gambir dilakukan melalui Provinsi Sumatra Utara, khususnya melalui Pelabuhan Belawan.

Akibatnya, data perdagangan internasional mencatat gambir tersebut sebagai komoditas ekspor dari Sumatra Utara, bukan dari Sumatra Barat sebagai daerah penghasil utama.

“Sangat disayangkan. Padahal gambir asal Sumbar memiliki pangsa pasar global mencapai 85 persen. Namun ketika berbicara mengenai perdagangan dan ekspor, komoditas tersebut justru tercatat berasal dari Belawan, Sumatra Utara,” kata Ende, Selasa (16/6/2026).

Menurutnya, kondisi tersebut menyebabkan Sumatra Barat kehilangan berbagai manfaat ekonomi yang seharusnya diperoleh dari aktivitas ekspor, termasuk peluang peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Ende menjelaskan bahwa apabila ekspor dilakukan langsung melalui pelabuhan dan fasilitas logistik di Sumatra Barat, maka nilai ekonomi yang dihasilkan akan berdampak langsung terhadap daerah, baik melalui aktivitas perdagangan, jasa logistik, maupun potensi penerimaan daerah lainnya.

“Mau berapa pun banyaknya gambir Sumbar yang diekspor, Sumbar tidak mendapatkan apa-apa. Padahal aktivitas perdagangan turut memberikan dampak ekonomi yang cukup besar,” ujarnya.

Tidak Ada Ekspor Gambir Langsung dari Sumbar

Data Barantin menunjukkan bahwa berdasarkan lalu lintas ekspor komoditas pertanian dan perikanan melalui Pelabuhan Teluk Bayur maupun Bandara Internasional Minangkabau, tidak ditemukan pengiriman gambir secara langsung ke pasar internasional dari Sumatra Barat.

Sebaliknya, komoditas tersebut lebih dahulu dikirim ke Sumatra Utara untuk kemudian diekspor melalui Pelabuhan Belawan.

Kondisi ini dinilai menjadi salah satu faktor yang membuat kontribusi sektor gambir terhadap perekonomian daerah belum optimal, meskipun Sumatra Barat dikenal sebagai sentra utama produksi gambir nasional bahkan dunia.

Harga Gambir Masih Rendah di Tingkat Petani

Selain persoalan tata niaga dan ekspor, petani gambir juga menghadapi tantangan berupa harga jual yang dinilai belum menguntungkan.

Seorang petani gambir di Kabupaten Pesisir Selatan, Frenki, mengatakan harga gambir saat ini berada di kisaran Rp21.000 per kilogram dengan kadar air sekitar 18 persen.

Harga tersebut dinilai stagnan dalam beberapa tahun terakhir dan jauh di bawah harga yang pernah dinikmati petani pada masa kejayaan komoditas gambir.

“Rp21.000 per kilogram adalah harga yang diterima petani dari pengepul. Dulu harga gambir pernah mencapai sekitar Rp100.000 per kilogram di tingkat petani. Sekarang harganya jauh lebih rendah,” ujarnya.

Menurut Frenki, harga saat ini hanya cukup untuk menutupi biaya produksi, mulai dari biaya perawatan kebun, pengolahan gambir, hingga upah tenaga kerja.

Ia mengaku sebagian besar hasil penjualan habis untuk menutupi biaya operasional sehingga petani nyaris tidak memperoleh keuntungan yang layak.

“Kondisinya hanya impas. Hasil penjualan habis untuk biaya ke kebun dan membayar pekerja. Keuntungan yang tersisa sangat kecil,” katanya.

Ancaman Alih Fungsi Lahan

Frenki juga mengingatkan bahwa rendahnya harga gambir berpotensi memicu alih fungsi lahan ke komoditas lain yang dianggap lebih menjanjikan secara ekonomi, terutama kelapa sawit.

Menurutnya, sejumlah petani mulai mempertimbangkan untuk meninggalkan budidaya gambir apabila kondisi harga tidak mengalami perbaikan dalam waktu dekat.

“Sebenarnya sudah banyak yang mulai mempertimbangkan mengalihkan lahan gambir menjadi kebun kelapa sawit karena harga sawit dinilai lebih menjanjikan,” ujarnya.

Perlunya Langkah Strategis Pemerintah

Melihat kondisi tersebut, Barantin Sumatra Barat berharap pemerintah daerah bersama pemangku kepentingan terkait dapat segera mengambil langkah strategis untuk memperkuat tata niaga, hilirisasi, dan jalur ekspor langsung komoditas gambir dari Sumatra Barat.

Langkah tersebut dinilai penting agar daerah tidak hanya menjadi penghasil bahan baku, tetapi juga memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar dari perdagangan internasional komoditas unggulan tersebut.

Dengan posisi sebagai penghasil gambir terbesar di dunia, Sumatra Barat dinilai memiliki peluang besar untuk meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui optimalisasi rantai perdagangan dan ekspor yang berpihak kepada daerah penghasil.***

  • Penulis: Irfansyah P
  • Editor: Khairil
  • Sumber: Bisnis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Nasib Tragis Pasaman Barat Dijepit Konflik Agraria Dan Gurita Emas Ilegal

    Nasib Tragis Pasaman Barat Dijepit Konflik Agraria Dan Gurita Emas Ilegal

    • calendar_month Minggu, 31 Mei 2026
    • account_circle Endri Caniago
    • visibility 36
    • 0Komentar

    PASAMAN BARAT — Kerusakan ekologis di berbagai daerah sering kali menempatkan dua aktor utama di hadapan hukum: korporasi besar berskala nasional dan aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI). Meski keduanya meninggalkan jejak kerusakan yang nyata terhadap alam, kedua model ini memiliki penetrasi sosial, distribusi ekonomi, dan dampak konflik hilir yang bertolak belakang. Realitas kontras ini […]

  • Ultimatum untuk Kapolda Baru: Hentikan Tragedi Berdarah Tambang Emas Ilegal di Sumbar!

    Ultimatum untuk Kapolda Baru: Hentikan Tragedi Berdarah Tambang Emas Ilegal di Sumbar!

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
    • account_circle Endri Caniago
    • visibility 23
    • 0Komentar

    PADANG – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumatra Barat melayangkan tantangan terbuka kepada Kapolda Sumbar yang baru, Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy. Jenderal bintang dua ini didesak untuk membuktikan integritasnya dengan memberantas tuntas aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang telah bertahun-tahun merenggut nyawa warga di “Ranah Minang”. Desakan keras ini dipicu oleh tragedi kemanusiaan […]

  • Kunjungan Koordinasi PIC Rampung Pemkab Pasbar Siap Eksekusi Program Prioritas

    Kunjungan Koordinasi PIC Rampung Pemkab Pasbar Siap Eksekusi Program Prioritas

    • calendar_month Rabu, 1 Jul 2026
    • account_circle Irfansyah P
    • visibility 9
    • 0Komentar

    PADANG – Bicara soal urusan birokrasi, terkadang urusannya serumit memahami isi hati pasangan yang hobi bilang “terserah”. Sadar bahwa komunikasi jarak jauh via aplikasi pesan singkat sering kali memicu salah paham, Sekda Kabupaten Pasaman Barat, Doddy San Ismail, memilih mengambil langkah nyata. Alih-alih menunggu bola bergulir santai, ia langsung memimpin rombongan elite untuk melakukan kunjungan […]

  • Belanja Triliunan Berujung Pemecatan, Mengapa Liverpool Depak Arne Slot Musim Ini?

    Belanja Triliunan Berujung Pemecatan, Mengapa Liverpool Depak Arne Slot Musim Ini?

    • calendar_month Minggu, 31 Mei 2026
    • account_circle Bangun S
    • visibility 19
    • 0Komentar

    LIVERPOOL — Klub raksasa Merseyside, Liverpool FC, secara resmi mengumumkan pemecatan manajer mereka, Arne Slot, pada Sabtu waktu setempat. Keputusan mengejutkan ini diambil manajemen setelah sang juara bertahan mengalami penurunan performa yang drastis dan hanya mampu finis di posisi kelima klasemen Liga Premier Inggris musim 2025/26. Dari Puncak Kejayaan Menuju Kehancuran Mantan bos Feyenoord tersebut […]

  • Masyarakat Adat Nagari Kapa Ambil Kembali Lahan Irigasi Pemerintah di Padang Lawas

    Masyarakat Adat Nagari Kapa Ambil Kembali Lahan Irigasi Pemerintah di Padang Lawas

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • account_circle Irfansyah P
    • visibility 45
    • 0Komentar

    Pasaman Barat, SUMBARBIZ – Masyarakat adat Luhak Saparampek Kapa, Nagari Kapa, Kecamatan Luhak Nan Duo, Kabupaten Pasaman Barat, Sumbar mengambil kembali lahan irigasi untuk dikembalikan ke tanah ulayat. Lahan irigasi yang terletak di Jorong Padang Lawas ini seluas 1 hektare dan tidak memiliki legalitas resmi selama ditangan pemerintah. Pucuk Adat Luhak Saparampek Kapa, Alman Gampo […]

  • Mantan Anggota DPRD Limapuluh Kota Desak Polisi Percepat Kepastian Hukum Kasusnya

    Mantan Anggota DPRD Limapuluh Kota Desak Polisi Percepat Kepastian Hukum Kasusnya

    • calendar_month Jumat, 10 Jul 2026
    • account_circle Sukrianto
    • visibility 19
    • 0Komentar

    LIMAPULUH KOTA – Jagat penegakan hukum di Kabupaten Limapuluh Kota mendadak riuh setelah kasus pencemaran nama baik melalui media elektronik yang menyeret nama mantan anggota DPRD, Syamsul Mikar, memasuki babak baru. Setelah melewati drama pengumpulan berkas yang panjangnya mengalahkan antrean bansos, kelanjutan kasus ini kini resmi bertumpu pada kesimpulan penyidik untuk segera mengumumkan siapa gerangan […]

expand_less