BREAKING NEWS
light_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » Agung Doyok Residivis Curanmor Kini Jadi Pengedar Sabu

Agung Doyok Residivis Curanmor Kini Jadi Pengedar Sabu

  • account_circle Endri Caniago
  • calendar_month Minggu, 28 Jun 2026
  • print Cetak

SIJUNJUNG — Ada yang bilang, kalau sudah jadi residivis, seharusnya belajar dari kesalahan. Tapi ternyata ada yang memilih upgrade: dari pencuri motor, beralih ke pengedar sabu. Seolah-olah daftar riwayat hidupnya kurang panjang dan perlu ditambah pasal baru.

Beruntung, Polsek Kamang Baru tidak tinggal diam. Dipimpin langsung oleh Kapolsek Kamang Baru AKP Syafrinaldi, jajaran Unit Reskrim dan Unit Intelkam berhasil meringkus tersangka yang diduga kuat sebagai pelaku penyalahgunaan narkotika golongan I jenis sabu — tepat di tengah suasana makan malam yang seharusnya tenang.

Siapa Tersangkanya? App alias Agung Doyok, Wiraswasta Multitalenta

Tersangka diketahui berinisial App alias Agung Doyok (29), seorang wiraswasta asal Jorong Sikayan, Nagari Sungai Lansek, Kecamatan Kamang Baru, Kabupaten Sijunjung. Usia 29 tahun seharusnya adalah masa produktif untuk membangun karier, menikah, atau setidaknya membantu orang tua di sawah.

Tapi Agung memilih jalur yang berbeda yakni menggeluti bisnis gelap yang barangnya tidak bisa diiklankan di media sosial.

Berdasarkan catatan kepolisian, tersangka juga merupakan seorang residivis dalam kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Jadi, bukan cuma satu rekor, tapi dua. Seperti kolektor piala, tapi yang dikoleksi adalah pasal dalam KUHP dan UU Narkotika. Mungkin di benaknya, variasi itu penting. Tapi sayangnya, variasi prestasi kriminal bukanlah jenis prestasi yang dihargai masyarakat.

Lokasi Penangkapan: Rumah Makan Niki Sae, Tempat yang Kurang Romantis

Penangkapan dilakukan di Rumah Makan Niki Sae, Jorong Kiliran Jao, Kenagarian Muaro Takuang, Kecamatan Kamang Baru, pada Jumat (26/6/2026) sekitar pukul 18.30 WIB.

Bayangkan suasana: matahari mulai tenggelam, orang-orang baru pulang kerja mencari nasi goreng atau mie rebus, lalu tiba-tiba ada gerombolan polisi masuk dengan tangan di pinggang.

Bukan adegan yang cocok untuk iklan rumah makan, memang. Tapi setidaknya, pemilik warung kini punya cerita seru untuk diceritakan ke cucu-cucunya: “Dulu, di warung kakek, ada pengedar sabu ditangkap.”

Dari Informan ke Penangkapan: Proses yang Cepat dan Tepat

AKP Syafrinaldi menjelaskan bahwa keberhasilan pengungkapan kasus ini berawal dari informasi yang diberikan oleh informan masyarakat pada sore hari sekitar pukul 17.00 WIB.

Jadi, dalam waktu satu setengah jam saja — dari laporan masuk sampai tersangka diborgol — tim Unit Reskrim dan Intelkam Polsek Kamang Baru sudah bergerak cepat. Bukan kecepatan yang bisa ditandingi layanan pengiriman paket di hari libur, tapi cukup cepat untuk membuat tersangka tidak sempat menghabiskan pesanannya.

“Setelah memastikan keberadaan target, sekira pukul 18.30 WIB anggota bergerak cepat melakukan penangkapan terhadap pelaku. Saat dilakukan penggeledahan yang disaksikan langsung oleh perangkat Nagari Muaro Takuang, kami menemukan sejumlah barang bukti yang diduga kuat sebagai narkotika jenis sabu,” ujar AKP Syafrinaldi.

Barang Bukti: Sabu, Plastik Klip, dan… Nokia 105?

Dari tangan tersangka, petugas berhasil mengamankan sejumlah barang bukti yang cukup “kreatif” dalam hal kemasan dan peralatannya:

Narkotika:

  • 3 buah plastik klip warna bening berisi diduga sabu
  • 1 plastik klip bening berisi diduga sabu yang dibungkus tisu putih di dalam kotak rokok

Jadi, sabu disimpan di plastik klip, lalu dibungkus tisu, lalu dimasukkan ke kotak rokok. Proses pengemasan yang cukup rumit untuk barang ilegal. Seolah-olah tersangka ini pernah bekerja di divisi packaging suatu perusahaan FMCG sebelum beralih ke dunia gelap.

Alat Pendukung:

  • 22 lembar plastik klip kosong warna bening
  • 1 buah potongan plastik warna merah
  • 1 buah pipet kecil yang sudah diruncingkan (sebagai sendok takar)

Pipet yang diruncingkan sebagai sendok takar ini menunjukkan tingkat kreativitas yang sayangnya disalurkan ke arah yang salah. Kalau saja kreativitas ini dipakai untuk membuat alat pertanian sederhana atau mainan edukatif anak, mungkin Agung Doyok kini sedang menerima penghargaan inovasi desa, bukan penghargaan residivis.

Alat Komunikasi & Transportasi:

  • 1 unit handphone merk Nokia 105 warna hitam
  • 1 unit sepeda motor Honda Beat warna merah-hitam tanpa nomor polisi (nopol)

Nokia 105. Bukan iPhone, bukan Android, bukan ponsel pintar. Ponsel yang bisa bertahan seminggu tanpa charger, yang biasa dipakai untuk telepon dan SMS saja. Mungkin tersangka sadar bahwa ponsel canggih terlalu mudah dilacak, jadi memilih yang paling sederhana.

Atau mungkin, ini adalah ponsel warisan dari masa kecilnya yang masih setia menemani hingga usia 29 tahun. Sentimental, tapi tetap saja tidak bisa menjadi pembelaan di pengadilan.

Proses Hukum dan Pengembangan Kasus

Saat ini, tersangka beserta seluruh barang bukti telah dibawa ke Mapolsek Kamang Baru guna menjalani pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut.

“Penyidik masih melakukan pemeriksaan secara intensif terhadap tersangka. Kami juga terus melakukan pengembangan untuk mengungkap pelaku lain di wilayah hukum Polsek Kamang Baru serta menelusuri jaringan peredarannya,” tegas Kapolsek.

Jadi, ini bukan penutup, tapi babak baru. Pengembangan jaringan peredaran narkoba Sijunjung 2026 masih berlanjut. Siapa tahu, di balik Agung Doyok yang menggunakan Nokia 105, ada bos besar yang menggunakan ponsel lipat terbaru. Atau mungkin tidak. Tapi yang pasti, polisi tidak akan berhenti di satu tersangka saja.

Jeratan Hukum dan Pesan untuk Masyarakat

Atas perbuatannya, tersangka bakal dijerat dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Pihak kepolisian memastikan proses penyidikan akan berjalan secara profesional, transparan, dan tuntas demi menekan angka peredaran narkoba di Kabupaten Sijunjung.

AKP Syafrinaldi juga menambahkan bahwa pemberantasan narkotika tidak dapat dilakukan oleh aparat penegak hukum sendirian. Butuh sinergi dan dukungan informasi cepat dari seluruh elemen masyarakat.

Jadi, jika Anda melihat tetangga yang tiba-tiba punya banyak plastik klip kosong, pipet yang diruncingkan, dan ponsel Nokia yang tidak pernah diganti selama bertahun-tahun — mungkin itu bukan kolektor barang antik. Mungkin itu tanda untuk segera menghubungi polisi.

Atau, jika Anda melihat seseorang di warung makan yang terlalu sering ke toilet dan terlalu waspada setiap kali ada orang baru masuk — jangan langsung menuduh. Tapi jangan juga langsung mengabaikan.

Karena di balik setiap penangkapan narkoba yang sukses, ada informan masyarakat yang peduli dan polisi yang sigap. Dan di balik setiap pengedar yang tertangkap, ada harapan bahwa satu desa lagi menjadi sedikit lebih aman untuk anak-anaknya tumbuh tanpa ancaman narkoba.***

  • Penulis: Endri Caniago
  • Editor: Khairil

Rekomendasi Untuk Anda

  • Akselerasi Dana TKD Pasaman Barat Fokus Pada Infrastruktur Dan Pelayanan Publik

    Akselerasi Dana TKD Pasaman Barat Fokus Pada Infrastruktur Dan Pelayanan Publik

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
    • account_circle Irfansyah P
    • visibility 35
    • 0Komentar

    SIMPANG AMPEK — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasaman Barat, Sumatra Barat, bergerak cepat mengakselerasi pelaksanaan seluruh program kegiatan yang bersumber dari dana Transfer ke Daerah (TKD) Tahun Anggaran 2026. Langkah strategis ini diambil guna memastikan program prioritas—terutama pemulihan pascabencana dan peningkatan mutu pelayanan publik—dapat terealisasi tepat waktu dan tepat sasaran. Komitmen tersebut ditegaskan dalam Rapat Koordinasi Monitoring […]

  • IMI Pasaman Barat Kecam Tindakan Ketua Caretaker Sumbar: “Organisasi Bukan Perusahaan Pribadi!”

    IMI Pasaman Barat Kecam Tindakan Ketua Caretaker Sumbar: “Organisasi Bukan Perusahaan Pribadi!”

    • calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
    • account_circle Hanny
    • visibility 138
    • 0Komentar

    PADANG – Gejolak internal menyelimuti Ikatan Motor Indonesia (IMI) Sumatera Barat. Keputusan kontroversial Ketua Caretaker IMI Sumbar, Ryandi Dwinanto, yang menghentikan seluruh agenda kegiatan otomotif di wilayah tersebut memicu reaksi keras dari tingkat bawah. Ketua IMI Pasaman Barat, Decky H Sahputra, melontarkan kritik pedas dan menuding pihak Caretaker telah bertindak semena-mena serta gagal memahami Tugas […]

  • Lawan Arus Digital, Pemkab Pasaman Barat Perkuat Karakter Anak Lewat Lomba Bertutur

    Lawan Arus Digital, Pemkab Pasaman Barat Perkuat Karakter Anak Lewat Lomba Bertutur

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
    • account_circle Irfansyah P
    • visibility 13
    • 0Komentar

    Pasaman Barat – Dalam upaya memperkuat budaya literasi dan melestarikan kekayaan budaya lokal sejak dini, Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat melalui Dinas Kearsipan dan Perpustakaan sukses menggelar Lomba Bertutur Tingkat SD/MI se-Kabupaten Pasaman Barat 2026. Acara ini berlangsung meriah di Gedung Perpustakaan Pasaman Barat, Padang Tujuh, pada Senin (25/5). Kegiatan strategis ini dibuka secara resmi oleh Bupati […]

  • Lonjakan AI Buat Saham Perangkat Lunak Menurun Tajam, 300 Miliar Dolar Menguap Tiap Hari

    Lonjakan AI Buat Saham Perangkat Lunak Menurun Tajam, 300 Miliar Dolar Menguap Tiap Hari

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • account_circle Endri Caniago
    • visibility 16
    • 0Komentar

    SUMBARBIZ – Peluncuran produk AI otonom memicu penurunan tajam saham perangkat lunak global, dengan sekitar 300 miliar dolar AS nilai pasar menguap dalam satu hari. Kemajuan pesat teknologi kecerdasan buatan (AI) mengguncang pasar global dan memicu kekhawatiran terhadap masa depan perusahaan di sektor perangkat lunak berbasis layanan (software-as-a-service/SaaS), seiring investor bereaksi terhadap gelombang produk otonom […]

  • Meresahkan, Kafe Tempat Hiburan Pekerja Tambang Emas Ilegal di Pasaman Barat Digaruk Massa

    Meresahkan, Kafe Tempat Hiburan Pekerja Tambang Emas Ilegal di Pasaman Barat Digaruk Massa

    • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
    • account_circle Endri Caniago
    • visibility 43
    • 0Komentar

    PASAMAN BARAT – Aksi penggerebekan sebuah tempat hiburan malam di kawasan Padang Tujuh, Nagari Aua Kuniang, Kecamatan Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat, pada Kamis (21/5/2026) malam sempat ricuh. Puluhan warga yang geram nekat menggeruduk kafe tersebut karena kedapatan beroperasi hingga larut malam tanpa mengantongi izin resmi. ​Kafe yang diketahui milik seorang pria bernama Ibul ini sebenarnya […]

  • Kejagung Selidiki Aliran Uang Korupsi Program Makan Bergizi Gratis Milik BGN

    Kejagung Selidiki Aliran Uang Korupsi Program Makan Bergizi Gratis Milik BGN

    • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
    • account_circle Endri Caniago
    • visibility 15
    • 0Komentar

    JAKARTA – Kejaksaan Agung (Kejagung) resmi membongkar skandal dugaan korupsi besar dalam tata kelola program jaminan sosial Makan Bergizi Gratis (MBG). Dalam perkembangan terbaru, tim penyidik menetapkan tiga mantan pimpinan teras Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai tersangka dan langsung melakukan penahanan sejak Rabu (3/6/2026). Ketiga tersangka tersebut adalah mantan Kepala BGN, Dadan Hindayana, serta dua […]

expand_less