BREAKING NEWS
light_mode
Trending Tags
Beranda » DAERAH » Satwa Tapir Dibunuh Di Mesuji Pegiat Konservasi Lampung Buka Suara

Satwa Tapir Dibunuh Di Mesuji Pegiat Konservasi Lampung Buka Suara

  • account_circle Yelki
  • calendar_month Sabtu, 4 Jul 2026
  • print Cetak

BANDARLAMPUNG – Sungguh sebuah ironi yang bikin elus dada sekaligus geleng-geleng kepala. Di saat para peneliti dunia mati-matian menjaga kelestarian fauna langka agar tidak punah dari muka bumi, sebagian oknum masyarakat kita justru melihatnya sebagai hidangan makan malam.

Kejadian tragis menimpa seekor satwa dilindungi jenis tapir (Tapirus Indicus) di kawasan Register 45, Kabupaten Mesuji, Provinsi Lampung. Bukannya dilindungi dan dilaporkan ke pihak berwenang, mamalia bercorak unik tersebut malah berakhir mengenaskan di tangan warga yang kurang literasi lingkungan.

Awalnya, hewan malang tersebut terlihat tersesat hingga masuk ke area jalan raya pada Kamis (2/7). Kehadirannya tentu saja langsung menarik perhatian masyarakat sekitar.

Namun sayang seribu sayang, perhatian tersebut berubah menjadi petaka. Alih-alih dihalau kembali ke habitatnya, hewan tersebut justru dibantai dan dipotong-potong menjadi tiga bagian untuk dikonsumsi.

Merespons tindakan barbar tersebut, Tim Reskrim Polres Mesuji bergerak cepat dan langsung mengamankan empat orang pelaku yang bertanggung jawab atas aksi pembunuhan satwa dilindungi tersebut.

Tamparan Keras untuk Edukasi Lingkungan: Refleksi dari Kasat Mata Pegiat Konservasi

Insiden berdarah di jalan raya Mesuji ini sontak memicu reaksi keras dan keprihatinan mendalam dari berbagai kalangan pelestari alam.

Pegiat Konservasi Lampung, Febrilia Ekawati, menyatakan bahwa peristiwa kelam ini menjadi cermin retak yang memperlihatkan bahwa belum semua lapisan masyarakat di Provinsi Lampung memahami arti penting dari melindungi serta melestarikan satwa liar yang terancam punah.

“Refleksi dari kejadian dibunuhnya dan dikonsumsinya daging tapir sebagai satwa yang terancam punah di Kabupaten Mesuji, ini menjadi gambaran nyata,” ujar Febrilia Ekawati yang juga menjabat sebagai Direktur Eksekutif Yayasan Konservasi Way Seputih (YKWS) saat dihubungi di Bandarlampung.

Menurut perempuan yang aktif di garis depan penyelamatan lingkungan ini, jika fondasi pemahaman tentang alam sudah keropos sejak awal, maka satwa liar yang tersesat keluar dari habitatnya akan selalu dipandang sebagai ancaman atau bahkan bahan buruan konsumsi gratis.

Solusi Jangka Panjang: Tanamkan Pendidikan Konservasi Sejak Masa Taman Kanak-Kanak

Mencegah aksi kriminal terhadap fauna langka tidak bisa hanya mengandalkan proses hukum dan jeruji besi setelah kejadian. Oleh karena itu, Febrilia Ekawati mendesak pentingnya menyebarluaskan pendidikan edukasi lingkungan secara berkelanjutan dan ditanamkan sejak usia sedini mungkin.

Target utamanya adalah kelompok masyarakat yang bermukim di daerah-daerah sensitif, terutama yang wilayahnya berbatasan langsung atau berdekatan dengan kawasan hutan lindung, hutan konservasi, cagar alam, ataupun taman nasional.

Langkah strategis yang ditawarkan oleh sang Pegiat Konservasi Lampung ini meliputi beberapa poin krusial:

  • Pendidikan Dini: Memasukkan materi pengenalan satwa langka sejak tingkat Taman Kanak-kanak (TK) agar anak-anak tidak asing dengan kekayaan hayati lokal.
  • Status Kritis: Menyebarluaskan data bahwa berdasarkan International Union for Conservation of Nature (IUCN), tapir masuk dalam kategori endangered atau berisiko kepunahan sangat tinggi.
  • Aspek Hukum: Menegaskan kembali aturan hukum formal sesuai Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem yang menyatakan satwa ini dilindungi penuh oleh negara.

Pendekatan Kontekstual Melalui Jalur Budaya Lokal dan Mimbar Agama

Mengingat Provinsi Lampung dianugerahi banyak sekali spesies satwa langka yang terancam punah, metode sosialisasi yang kaku dan membosankan tentu tidak akan mempan menyentuh hati masyarakat.

Edukasi perlu dikemas secara kreatif menggunakan pendekatan kontekstual yang menyatu dengan urat nadi budaya lokal serta ceramah keagamaan di forum pertemuan tingkat desa.

Jika kesadaran kolektif warga yang tinggal di sekitar taman nasional maupun hutan lindung sudah bertumbuh, potensi konflik atau interaksi negatif antara manusia dengan satwa liar yang keluar dari habitatnya bisa ditekan secara drastis.

Mari kita jadikan tragedi di Register 45 Mesuji ini sebagai pelajaran berharga terakhir. Semua pihak wajib bahu-membahu menyebarkan pesan damai ini agar ekosistem kita tetap seimbang, dan hewan endemik kita tidak hanya berakhir menjadi cerita dongeng pengantar tidur bagi anak cucu kita kelak!

  • Penulis: Yelki
  • Editor: Khairil

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Pasaman Barat Perjuangkan Revitalisasi 59 Sekolah ke Kemendikdasmen

    Bupati Pasaman Barat Perjuangkan Revitalisasi 59 Sekolah ke Kemendikdasmen

    • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
    • account_circle Hanny
    • visibility 27
    • 0Komentar

    Pasaman Barat, SUMBARBIZ – Bupati Pasaman Barat Yulianto memperjuangkan bantuan dana tambahan revitalisasi serta rencana pengembangan sekolah terintegrasi ke Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah(Kemendikdasmen), Jakarta Pusat. Selain itu, Bupati Yulianto juga memperjuangkan rencana pengembangan sekolah terintegrasi, pada Rabu (6/5). Dalam pertemuan tersebut, Bupati Yulianto didampingi Kepala Dinas Pendidikan Pasaman Barat, Imter Pedri. Audiensi diterima oleh […]

  • AWSB Dan MOI Desak Walikota Payakumbuh Copot Jabatan Kasatpol PP

    AWSB Dan MOI Desak Walikota Payakumbuh Copot Jabatan Kasatpol PP

    • calendar_month Kamis, 30 Jul 2026
    • account_circle Sukrianto
    • visibility 19
    • 0Komentar

    PAYAKUMBUH — Gelombang solidaritas insan pers Sumatera Barat mendadak memuncak. Puluhan jurnalis yang tergabung dalam Aliansi Wartawan Sumatera Barat (AWSB) bersama gabungan organisasi Pers seperti Media Online Indonesia (MOI) menggeruduk Kota Payakumbuh pada Kamis (30/7/2026). Kedatangan para kuli tinta dari Padang, Padang Pariaman, Solok, Bukittinggi, hingga Agam ini dipicu oleh satu hal yakni aksi unjuk […]

  • SumbarBiz

    Sumbar Seriuskan Penertiban PETI, Mahyeldi: PETI Tidak Berdiri Sendiri

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • account_circle Yelki
    • visibility 35
    • 0Komentar

    SUMBARBIZ – Gubernur Sumatra Barat Mahyeldi menyampaikan penertiban Pertambangan Tanpa Izin (PETI) saat ini tengah menjadi perhatian serius pemerintah, sebagai upaya mengantisipasi dampak kerusakan lingkungan. Untuk itu dia meminta kepada seluruh Bupati dan Wali Kota untuk memperkuat sinergitas dalam penertiban dan pencegahan aktivitas PETI di wilayahnya masing-masing. Artinya, penertiban yang telah berjalan bersama Forkopimda, dan […]

  • Prakiraan Cuaca 5 Mei 2026, Hujan Ringan Dominasi Sumbar hingga Riau

    Prakiraan Cuaca 5 Mei 2026, Hujan Ringan Dominasi Sumbar hingga Riau

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • account_circle Hanny
    • visibility 34
    • 0Komentar

    Cuaca, SUMBARBIZ – Pantau prakiraan cuaca hari ini (5/5/2026) di beberapa wilayah Pulau Sumatera, termasuk Sumatera Barat, Kepulauan Bangka Belitung, Kepulauan Riau, dan Riau. Berawan hingga hujan ringan, berikut informasi lengkapnya. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menginformasikan perkembangan cuaca di berbagai wilayah Indonesia setiap harinya. Dengan mengetahui informasi terkait cuaca, masyarakat akan lebih siap […]

  • Kabel Optik Jerat Leher Pelajar di Pasaman Barat, Keluarga Tempuh Jalur Hukum

    Kabel Optik Jerat Leher Pelajar di Pasaman Barat, Keluarga Tempuh Jalur Hukum

    • calendar_month Minggu, 12 Jul 2026
    • account_circle Irfansyah P
    • visibility 36
    • 0Komentar

    PASAMAN BARAT – Kelalaian dalam pemeliharaan infrastruktur kabel utilitas kembali mendatangkan petaka bagi keselamatan publik. Seorang pelajar bernama Jovan Atalah Yulvi (17) dilaporkan hampir kehilangan nyawa setelah lehernya terjerat untaian kabel fiber optik yang kendor dan menjuntai rendah ke arah badan jalan. Insiden tragis ini menambah panjang daftar hitam ancaman kabel semrawut bagi para pengendara […]

  • Jam Tangan Pintar Coros Pace 4 Cloud White Resmi Rilis, Kini Dilengkapi Dukungan ChatGPT dan Claude

    Jam Tangan Pintar Coros Pace 4 Cloud White Resmi Rilis, Kini Dilengkapi Dukungan ChatGPT dan Claude

    • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
    • account_circle Yelki
    • visibility 36
    • 0Komentar

    JAKARTA – Di tengah tren jam tangan pintar (smartwatch) olahraga yang cenderung besar dan berbobot berat, Coros kembali menggebrak pasar dengan menghadirkan inovasi terbaru pada lini andalannya. Produsen perangkat wearable olahraga terkemuka ini resmi meluncurkan Coros Pace 4 varian warna baru, Cloud White, yang mengombinasikan desain minimalis premium dengan peningkatan teknologi kecerdasan buatan (AI). Desain […]

expand_less