BREAKING NEWS
light_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » Mabuk Tuak Berujung Pidana Penganiayaan Sadis di Wilayah Pasaman Barat

Mabuk Tuak Berujung Pidana Penganiayaan Sadis di Wilayah Pasaman Barat

  • account_circle Endri Caniago
  • calendar_month Minggu, 5 Jul 2026
  • print Cetak

PASAMAN BARAT — Jangan pernah mencampuradukkan alkohol, perjalanan malam, dan senjata tajam di dalam satu kendaraan jika Anda tidak ingin berakhir mengenakan rompi oranye. Pelajaran berharga ini tampaknya gagal dipahami oleh AR (31).

Pria asal Pasaman Barat ini terpaksa berurusan dengan pihak polisi akibat dugaan tindak pidana penganiayaan berat yang dilakukannya terhadap temannya sendiri menggunakan sebilah samurai.

Tim gabungan Unit Reaksi Cepat (URC) Satreskrim Polres Pasaman Barat bersama Unit Reskrim Polsek Lembah Melintang berhasil meringkus AR di kediman keluarganya yang berlokasi di Jorong Sungai Magelang, Nagari Rabi Jonggor, Kecamatan Gunung Tuleh, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat.

Penangkapan yang berlangsung pada Jumat (3/7/2026) sore sekitar pukul 16.00 WIB ini berjalan sangat mulus tanpa perlawanan. Tampaknya, sisa-sisa keberanian pelaku saat mabuk telah menguap bersamaan dengan datangnya para petugas.

Berawal dari Berburu BBM, Berakhir di Tempat Hiburan Malam

Kasat Reskrim Iptu A. Agung Ngurah Santa Subrata membenarkan adanya penangkapan terhadap AR. Kasus penganiayaan sadis ini bermula dari sebuah agenda yang sebenarnya sangat produktif yakni mencari Bahan Bakar Minyak (BBM).

Pelaku bersama korban yang bernama Samsul, serta seorang rekan mereka, berangkat menggunakan mobil Daihatsu Sigra bernomor polisi BK 1339 ABZ menuju SPBU Ujung Gading.

Sayangnya, nasib apes melanda karena BBM yang dicari ternyata kosong. Alih-alih langsung pulang ke rumah demi menghemat energi, rombongan ini justru memutar otak untuk mencari hiburan alternatif.

Mereka memutuskan membeli minuman tradisional jenis tuak dan meluncur ke sebuah tempat hiburan malam di daerah Simpang Tiga Alin. Di sinilah petaka dimulai. Di bawah pengaruh alkohol, sesi karaoke yang seharusnya menyenangkan berubah menjadi ajang adu mulut akibat salah paham yang dipicu oleh kondisi mabuk berat.

Aksi Kejar-kejaran, Pitingan Leher, dan Amukan Sajam

Pertengkaran tidak selesai di tempat karaoke. Saat perjalanan pulang di dalam mobil, tensi ketegangan justru semakin memuncak. Pelaku AR yang tersulut emosi mendadak menghentikan mobil, keluar, lalu menghampiri pintu korban.

Tak tanggung-tanggung, AR mengambil sajam jenis samurai dan langsung mengancam korban. Beruntung, rekan mereka yang bertindak sebagai saksi sigap melerai dan merebut senjata maut tersebut dari tangan pelaku.

Setelah insiden menegangkan itu, korban diturunkan begitu saja di jalan, sementara pelaku dan saksi melanjutkan perjalanan. Namun, drama tidak berhenti sampai di sana.

Merasa kasihan, saksi memutuskan memutar balik mobil di depan Puskesmas Sungai Aur untuk menjemput korban kembali. Alih-alih suasana mendingin, begitu korban masuk kembali ke dalam mobil, obrolan panas kembali berlanjut. AR yang sudah hilang kesabaran langsung memiting leher korban dan menghujani wajah serta kepalanya dengan pukulan mentah.

Belum puas meluapkan amarahnya, AR menghentikan mobil lagi, berlari ke bagasi, dan mengambil kembali samurai miliknya. Tanpa ampun, pelaku menusukkan senjata tajam tersebut ke arah mulut korban.

Akibat tindakan brutal ini, Samsul menderita luka robek serius pada bagian bibir serta lidahnya. Korban yang bersimbah darah segera diselamatkan, sementara pihak keluarga yang tidak terima langsung melaporkan peristiwa berdarah ini ke Polsek Lembah Melintang.

Ancaman Kurungan Penjara Berdasarkan KUHP Baru

Setelah melalui rangkaian proses penyelidikan, mengumpulkan keterangan saksi, dan mengantongi bukti permulaan yang cukup, petugas polisi bergerak taktis.

Tim Opsnal Polsek Lembah Melintang di bawah pimpinan Ipda Febgaseandi yang dibackup penuh oleh tim Unit II URC Satreskrim Polres Pasaman Barat di bawah pimpinan Ipda Algino Ganaro langsung menciduk pelaku di persembunyiannya.

Kini, AR bersama barang bukti berupa satu unit mobil Daihatsu Sigra dan sebilah samurai telah diamankan di Mapolsek Lembah Melintang.

Atas aksi nekatnya yang dipicu oleh tuak ini, pelaku dijerat dengan Pasal 466 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Baru dengan ancaman hukuman pidana yang dipastikan akan membuatnya merenung di dalam sel untuk waktu yang cukup lama.

  • Penulis: Endri Caniago

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ronaldo dan Messi Masuk Daftar Pemain Tertua Piala Dunia 2026

    Ronaldo dan Messi Masuk Daftar Pemain Tertua Piala Dunia 2026

    • calendar_month Kamis, 18 Jun 2026
    • account_circle Adi Putra
    • visibility 41
    • 0Komentar

    JAKARTA – Piala Dunia 2026 tidak hanya menjadi panggung bagi para pemain muda yang tengah meniti karier di level internasional, tetapi juga menjadi ajang pembuktian bagi sejumlah pemain veteran yang masih mampu bersaing di kompetisi sepak bola paling bergengsi di dunia. Sejumlah nama besar seperti Cristiano Ronaldo, Lionel Messi, Luka Modric, Manuel Neuer, hingga Guillermo […]

  • Awas! Karaoke Tengah Malam Kini Bisa Didenda Rp10 Juta, Bukan Lagi “Receh”

    Awas! Karaoke Tengah Malam Kini Bisa Didenda Rp10 Juta, Bukan Lagi “Receh”

    • calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
    • account_circle Endri Caniago
    • visibility 73
    • 0Komentar

    HUKUM – Kabar bagi Anda yang hobi tarik suara hingga larut malam: pastikan volume mikrofon tidak mengganggu tetangga. Mulai awal tahun 2026, pemerintah resmi memperketat aturan mengenai gangguan ketenteraman lingkungan. Tak tanggung-tanggung, sanksi denda bagi pelanggar kini melonjak hingga 50 kali lipat dibanding aturan sebelumnya. Selama ini, banyak warga yang mengeluhkan suara musik atau karaoke […]

  • Kampung Nelayan Modern Siap Dibangun, Wilayah Pasaman Barat Terbanyak di Sumbar

    Kampung Nelayan Modern Siap Dibangun, Wilayah Pasaman Barat Terbanyak di Sumbar

    • calendar_month Sabtu, 4 Jul 2026
    • account_circle Bangun S
    • visibility 61
    • 0Komentar

    PADANG – Ada kabar yang sangat menggembirakan bagi seluruh elemen masyarakat pesisir di Ranah Minang. Jika selama ini kawasan pesisir kerap diidentikkan dengan wilayah yang tertinggal atau minim infrastruktur modern, maka tahun ini pandangan tersebut tampaknya akan segera kedaluwarsa. Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasco Ruseimy, melalui akun media sosial resminya membawa angin segar mengenai turunnya […]

  • Data BPS: Angkatan Kerja Pasaman Barat Tumbuh 2,92 Persen

    Data BPS: Angkatan Kerja Pasaman Barat Tumbuh 2,92 Persen

    • calendar_month Sabtu, 30 Mei 2026
    • account_circle Endri Caniago
    • visibility 33
    • 0Komentar

    PASAMAN BARAT – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pasaman Barat resmi menerbitkan laporan publikasi terbaru mengenai kondisi ketenagakerjaan daerah. Laporan berkala ini secara khusus memotret indikator-indikator penting ketenagakerjaan hingga periode Agustus 2024 dengan tahun rilis 29 Agustus 2025. Data yang dirilis ke publik ini dihimpun secara komprehensif melalui Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas). Melalui instrumen […]

  • Bawa Lensa Leica dan Zoom 120x, Xiaomi 17T Series Dijual Mulai Rp8 Jutaan

    Bawa Lensa Leica dan Zoom 120x, Xiaomi 17T Series Dijual Mulai Rp8 Jutaan

    • calendar_month Sabtu, 13 Jun 2026
    • account_circle Yelki
    • visibility 25
    • 0Komentar

    JAKARTA – Perusahaan vendor perangkat pintar terkemuka asal Tiongkok, Xiaomi, secara resmi memulai penjualan perdana lini ponsel pintar (smartphone) premium terbarunya, Xiaomi 17T Series, di pasar domestik Indonesia pada Sabtu (6/6/2026). Seri yang terdiri atas dua varian, yakni Xiaomi 17T standar dan Xiaomi 17T Pro ini, dipasarkan dengan harga mulai dari kisaran Rp8 jutaan. Langkah […]

  • Hampir Separuh Kendaraan Milik ASN Pasaman Barat Terbukti Nunggak Pajak

    Hampir Separuh Kendaraan Milik ASN Pasaman Barat Terbukti Nunggak Pajak

    • calendar_month Rabu, 8 Jul 2026
    • account_circle Irfansyah P
    • visibility 26
    • 0Komentar

    PASAMAN BARAT — Ibarat pepatah “gajah di pelupuk mata tak tampak, semut di seberang lautan tampak jelas,” tampaknya pepatah ini sedang sangat cocok untuk menggambarkan situasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat. Bagaimana tidak? Sebagai abdi negara yang seharusnya menjadi panutan dan teladan suci bagi masyarakat luas, ratusan oknum ASN Pasaman Barat justru kedapatan kompak […]

expand_less