BREAKING NEWS
light_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » Masyarakat Adat Nagari Kapa Ambil Kembali Lahan Irigasi Pemerintah di Padang Lawas

Masyarakat Adat Nagari Kapa Ambil Kembali Lahan Irigasi Pemerintah di Padang Lawas

  • account_circle Irfansyah P
  • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
  • print Cetak

Pasaman Barat, SUMBARBIZ – Masyarakat adat Luhak Saparampek Kapa, Nagari Kapa, Kecamatan Luhak Nan Duo, Kabupaten Pasaman Barat, Sumbar mengambil kembali lahan irigasi untuk dikembalikan ke tanah ulayat. Lahan irigasi yang terletak di Jorong Padang Lawas ini seluas 1 hektare dan tidak memiliki legalitas resmi selama ditangan pemerintah.

Pucuk Adat Luhak Saparampek Kapa, Alman Gampo Alam mengatakan tanah tersebut selama ini tidak dimanfaatkan sebagaimana mestinya sehingga masyarakat adat berinisiatif mengambil kembali pengelolaannya untuk kepentingan bersama.

“Karena tidak termanfaatkan dengan semestinya, maka tanah ini kita ambil kembali dan kita serahkan ke pemerintahan nagari untuk pengelolaan selanjutnya,” kata Pucuk Adat dilokasi usai bersama tokoh adat lainnya mendirikan plang merek pemberitahuan tanah tersebut milik tanah ulayat adat, Senin (11/5/2026).

Pucuk Adat menjelaskan status tanah tersebut hingga kini masih milik masyarakat dan sepengetahuannya belum pernah dilepaskan atau diserahkan ke pemerintah. Selain itu dia menolak jika tanah tersebut disebut sebagai tanah eks Belanda.

“Kami tidak setuju jika disebut tanah eks Belanda, sebab Belanda tidak membawa tanah ke Indonesia. Ini tanah adat dan setahu kami tidak pernah ada penyerahan dari pemuka adat ke negara,” jelas Pucuk Adat.

Menurut Alman Gampo Alam, masyarakat sepakat agar lahan tersebut dimanfaatkan untuk pembangunan fasilitas yang mendukung ekonomi masyarakat, salah satunya pembangunan gedung Koperasi Merah Putih Nagari Kapa.

“Tanah ini kami serahkan untuk dibangun gedung Koperasi Merah Putih Nagari Kapa ke Pemerintahan Nagari bukan ke Pemerintahan Kabupaten Pasaman Barat atau ke Pemerintahan Provinsi Sumatera Barat,” ujarnya.

Status Hukum Lahan tidak Memiliki Dokumen

Sementara itu, Wali Nagari Kapa Nofrizon mengatakan persoalan aset tersebut telah lama menjadi perhatian masyarakat dan pemerintah nagari. Menurutnya, lahan yang berada di kawasan Padang Lawas itu sebelumnya tercatat sebagai aset PU Pemda Pasaman Barat, namun status hukumnya dinilai belum jelas karena tidak memiliki dokumen kepemilikan yang sah.

“Tentang kepemilikan tanah luasnya sekitar 1 hektare di Padang Lawas ini terjadi tumpang tindih kepemilikan aset, antara Pemda dan Pemprov dan hal itu sudah kita surati,” kata Nofrizon.

Dia menerangkan, meskipun tanah tersebut tercatat sebagai aset pemerintah, hingga kini tidak ditemukan sertifikat resmi ataupun legalitas lain yang menguatkan status kepemilikannya.

“Tanah ini memang tercatat sebagai aset, namun tanpa legalitas resmi. Sertifikatnya tidak ada,” katanya.

Menurut Nofrizon, ketidakjelasan legalitas membuat batas-batas lahan mengalami pergeseran dari waktu ke waktu. Bahkan sebagian area disebut sudah berkurang akibat bergesernya patok batas tanah.

“Tanah ini sudah bergeser patok batasnya karena tidak memiliki legalitas yang jelas, sehingga luas tanah berkurang. Karena itu sekarang kita mengamankan lahan yang masih tersisa,” tambahnya.

Dia mengungkapkan, sejauh ini Pemerintah Nagari Kapa telah mendapat persetujuan dari Bupati Pasaman Barat agar lahan tersebut diserahkan kembali menjadi tanah ulayat atau aset pemerintahan nagari untuk dimanfaatkan bagi kepentingan masyarakat.

“Hasil pertemuan kami bersama tokoh adat, bupati telah menyetujui agar tanah ini diserahkan kembali ke tanah ulayat atau pemerintahan nagari untuk dijadikan aset nagari,” ungkapnya.

Nofrizon juga menerangkan, berdasarkan informasi yang dihimpun tanah tersebut awalnya diserahkan Belanda kepada Pertahanan dan Keamanan Republik Indonesia dahulunya (Hankam RI), lalu pada tahun 1992 diteruskan kepada masyarakat. Namun sejak awal penyerahan, status tanah itu tidak pernah dilegalitaskan secara resmi.

“Dasar tanah ini disebut penyerahan dari Belanda ke Hankam, kemudian dari Hankam tahun 1992 diserahkan ke masyarakat. Tetapi setelah diserahkan, tidak pernah dilegalitaskan ataupun disertifikatkan. Jadi hanya tercatat saja sebagai aset Pemda dan Pemprov,” terangnya.

Batas Tanah sudah bergeser

Salah seorang sesepuh dan tokoh masyarakat Padang Lawas, Subianto, juga menambahkan di tengah persoalan tersebut, muncul pula klaim bahwa tanah itu merupakan tanah “pancang merah” yang dahulu diserahkan pemerintah kolonial Belanda kepada Hankam.

Namun kata dia, masyarakat adat telah mempertanyakan dasar klaim tersebut kepada pemerintah. Selain itu dia juga menyebut perubahan batas lahan yang menurutnya sudah mulai bergeser cukup jauh.

“Masyarakat adat telah mempertanyakan dasar kepemilikan tanah itu ke pemerintah. Kemudian, batas tanah sepertinya sudah bergeser dari yang saya ketahui, ada sekitar dua meter dari patok batas sebelumnya,” katanya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum Pasaman Barat, Bambang Sumarsono, menyampaikan bahwa pihaknya masih melakukan penelusuran terkait status lahan tersebut, terutama yang berkaitan dengan aset irigasi.

“Terkait lahan irigasi di Padang Lawas, setelah ditanyakan ke Balai Wilayah Sungai di Padang, lahan itu disebut masuk aset balai. Saat ini bukti dukung terkait pernyataan kepemilikan aset tersebut sedang diminta,” ujarnya.***

  • Penulis: Irfansyah P
  • Editor: Hanny

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mardiono Optimistis PPP Sumatera Barat Solid Menuju Pemilu 2029

    Mardiono Optimistis PPP Sumatera Barat Solid Menuju Pemilu 2029

    • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
    • account_circle Hanny
    • visibility 26
    • 0Komentar

    Padang, SUMBARBIZ – Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Muhamad Mardiono, menyatakan optimisme tinggi terhadap soliditas kader dan roda organisasi partai di Sumatera Barat dalam menyongsong Pemilu 2029. Kehadiran lengkap pengurus dari tingkat cabang hingga kecamatan di seluruh provinsi tersebut menjadi indikator kuat bahwa semangat perjuangan kader masih sangat tinggi. Menyatukan Perjuangan untuk Umat Dalam […]

  • Selamat dari Kecelakaan Maut, Wagub Sumbar Vasco Ruseimy: Ini Kesempatan Kedua

    Selamat dari Kecelakaan Maut, Wagub Sumbar Vasco Ruseimy: Ini Kesempatan Kedua

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
    • account_circle Endri Caniago
    • visibility 24
    • 0Komentar

    PADANG – Wakil Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Vasco Ruseimy, dilaporkan mengalami kecelakaan lalu lintas saat menjalani rangkaian perjalanan dinas pada Senin (18/5/2026) dini hari sekitar pukul 01.30 WIB. Insiden nahas tersebut terjadi ketika rombongan dalam perjalanan pulang menuju Kota Padang setelah menyelesaikan agenda kunjungan kerja (kunker) di Kabupaten Solok Selatan. Kunker tersebut bertujuan untuk meninjau […]

  • Zulkenedi Said Inisiasi Sumarak Pasa Ekraf Dorong Ekonomi Pasaman Barat

    Zulkenedi Said Inisiasi Sumarak Pasa Ekraf Dorong Ekonomi Pasaman Barat

    • calendar_month Sabtu, 6 Jun 2026
    • account_circle Sampono
    • visibility 30
    • 0Komentar

    PASAMAN BARAT — Upaya strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan pemberdayaan pelaku usaha lokal kembali digulirkan. Festival budaya dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bertajuk Sumarak Pasa Ekonomi Kreatif (Ekraf) Kabupaten Pasaman Barat 2026 resmi dibuka di halaman Kantor Bupati Pasaman Barat, Jumat (5/6). Ajang perhelatan yang dijadwalkan berlangsung selama tiga hari (5–7 Juni […]

  • Posko Tim Klewang di Tarandam Jadi Pusat Pelaporan Instan, Warga Padang Kini Lebih Cepat Melapor Kriminalitas

    Posko Tim Klewang di Tarandam Jadi Pusat Pelaporan Instan, Warga Padang Kini Lebih Cepat Melapor Kriminalitas

    • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
    • account_circle Hanny
    • visibility 24
    • 0Komentar

    Padang, SUMBARBIZ – Masyarakat Kota Padang kini memiliki akses lebih mudah dan cepat dalam melaporkan berbagai tindak kriminalitas. Keberadaan Posko Tim Klewang yang berlokasi di Jalan Tarandam III, Sawahan (dekat Oz Social Bar), mulai dimanfaatkan warga sebagai pusat pelaporan instan. Kehadiran posko ini menjadi solusi konkrit bagi masyarakat yang membutuhkan penanganan hukum secara cepat tanpa […]

  • BMKG Minta Sumatera Barat Waspada Dampak Hujan Lebat Tiga Hari Ke Depan

    BMKG Minta Sumatera Barat Waspada Dampak Hujan Lebat Tiga Hari Ke Depan

    • calendar_month Sabtu, 20 Jun 2026
    • account_circle Yelki
    • visibility 11
    • 0Komentar

    PADANG — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan pembaruan peringatan dini cuaca ekstrem yang berlaku mulai tanggal 20 hingga 22 Juni 2026. Dalam Prospek Cuaca Tiga Harian tersebut, wilayah Sumatera Barat dan sekitarnya diimbau untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi akibat tingginya curah hujan. ​Berdasarkan data spasial BMKG, wilayah Pulau Sumatera mendominasi peta […]

  • Laris Manis! Apple Hadirkan Kembali Hikawa MagSafe Grip yang Sempat Kandas dalam Hitungan Hari

    Laris Manis! Apple Hadirkan Kembali Hikawa MagSafe Grip yang Sempat Kandas dalam Hitungan Hari

    • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
    • account_circle Yelki
    • visibility 15
    • 0Komentar

    TEKNOLOGI – Apple secara resmi menghadirkan kembali salah satu aksesori MagSafe yang paling banyak dicari dan sempat terjual habis hanya dalam beberapa hari setelah peluncuran perdananya. Langkah ini diambil Apple sebagai bagian dari komitmen kuat perusahaan terhadap fitur aksesibilitas, sekaligus menyambut kehadiran sistem operasi terbaru mereka, iOS 27. Aksesori inovatif bernama Hikawa Phone Grip & […]

expand_less