Lewat Dana Pokir DPRD Sumbar, Tiga Event Besar Siap Gairahkan Wisata Pasaman Barat
- account_circle Hanny
- calendar_month 10 jam yang lalu
- print Cetak

Suasana rapat koordinasi lintas sektor yang dipimpin oleh Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat bersama Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat di Auditorium Kantor Bupati Pasaman Barat, Rabu (20/5). (Foto: Dok. Kominfo Pasaman Barat)
PASAMAN BARAT – Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat (Pemkab Pasbar) bersama Dinas Pariwisata Provinsi Sumatra Barat (Dispar Sumbar) terus mematangkan persiapan rangkaian acara akbar yang dijadwalkan berlangsung pada Juni 2026 mendatang. Tiga agenda besar, yakni Semarak Pasa Ekraf, Rang Mudo Kreatif Festival, dan Festival Padusi Gandang Lasuang, nantinya akan dipusatkan di halaman Kantor Bupati Pasaman Barat.
Kepastian dan kesiapan pelaksanaan kegiatan tersebut dibahas secara mendalam melalui rapat koordinasi (Rakor) lintas sektor yang digelar di Auditorium Kantor Bupati Pasaman Barat, Rabu (20/5). Rapat ini dihadiri oleh jajaran Dispar Sumbar, Dispar Pasbar, Kodim, Polres Pasbar, Dinas Kominfo, Dinas Perhubungan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Satpol PP, unsur pemuda, serta instansi terkait lainnya.
Rangkaian festival ini diprakarsai dan didanai melalui pokok-pokok pikiran (Pokir) Anggota DPRD Provinsi Sumatra Barat asal pemilihan Pasaman Barat, Zulkenedi Said dan Ade Putra. Kolaborasi ini bertujuan untuk mendorong penguatan sektor ekonomi kreatif (ekraf) sekaligus menjaga kelestarian budaya daerah.
Mewakili Bupati Pasaman Barat, Asisten Administrasi Umum Setda Pasbar, Harlina Syahputri, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas inisiatif penyelenggaraan festival ini. Menurutnya, agenda ini menjadi angin segar di tengah keterbatasan anggaran akibat kebijakan efisiensi belanja pemerintah.
“Festival budaya dan ekonomi kreatif seperti ini sangat dinantikan oleh masyarakat. Selain menjadi ruang hiburan dan ajang promosi budaya, kegiatan ini juga memperkuat kebersamaan masyarakat Pasaman Barat yang majemuk,” ujar Harlina dalam sambutannya.
Harlina menambahkan bahwa festival ini merupakan momentum strategis untuk mengenalkan adat dan kebudayaan kepada generasi muda. Terlebih, Pasaman Barat dikenal memiliki keberagaman etnis yang kaya—mulai dari Minangkabau, Mandailing, hingga Jawa—dengan latar belakang agama yang sangat beragam. Guna menyukseskan acara, ia menekankan pentingnya sinergi dan partisipasi aktif dari seluruh sektor.
Di sisi lain, Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Dispar Sumbar, Wahendra, menjelaskan bahwa festival ini dirancang khusus untuk mengangkat potensi kearifan lokal. Ajang ini akan menghadirkan kompetisi seni kreatif serta pertunjukan kontemporer yang berbasis pada budaya tradisional.
“Tujuannya adalah menumbuhkan rasa cinta generasi Z dan milenial terhadap warisan budaya leluhur agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman,” papar Wahendra.
Selain menyuguhkan atraksi budaya, kegiatan ini juga mengintegrasikan Pasa Ekraf (Pasar Ekonomi Kreatif) sebagai wadah promosi nyata bagi para pelaku UMKM dan industri kreatif lokal. Berbagai produk unggulan daerah, mulai dari kerajinan tangan, produk fesyen bernuansa etnik, hingga kuliner tradisional Minangkabau, akan dipamerkan sepanjang acara.
Senada dengan itu, Kepala Dinas Pariwisata Pasaman Barat, Afrizal, meminta seluruh panitia dan pihak terlibat untuk memperkuat koordinasi dan komunikasi intensif demi memastikan acara berjalan lancar, aman, dan tertib. Persiapan yang matang diyakini menjadi kunci utama agar festival ini memberikan dampak ekonomi yang konkret.
“Kami berharap seluruh pihak dapat bekerja sama dengan sebaik mungkin. Festival ini bukan sekadar agenda hiburan, melainkan momentum penting untuk mempromosikan potensi wisata dan budaya Pasaman Barat kepada masyarakat luas,” pungkas Afrizal optimistis.
- Penulis: Hanny
