Maju Pilwana 2026, Samsuri Bidik Pemerataan Infrastruktur Total di Nagari Bunuik
- account_circle Irfansyah P
- calendar_month Selasa, 16 Jun 2026
- print Cetak

Bakal Calon Wali Nagari Bunuik, Samsuri S.Ag dengan latar Kantor Pemerintahan Nagari (gambar AI)
PASAMAN BARAT – Kontestasi Pemilihan Wali Nagari (Pilwana) serentak di wilayah Kabupaten Pasaman Barat mulai menghangat. Sebanyak 87 nagari di kabupaten tersebut dijadwalkan bakal menggelar pesta demokrasi tingkat desa pada tahun 2026 ini.
Seiring dengan itu, sejumlah figur potensial mulai bermunculan dan menyatakan kesiapan mereka untuk membawa perubahan, salah satunya adalah Samsuri.
Samsuri, yang saat ini masih aktif menjabat sebagai perangkat nagari sekaligus Kepala Jorong Bunuik, secara resmi menyatakan sikap untuk ikut bertarung dalam perebutan tampuk pimpinan tertinggi di Nagari Bunuik.
Meski memiliki agenda kerja yang padat dalam melayani warga sehari-hari, Samsuri menegaskan komitmennya untuk mengabdi secara ikhlas demi kemajuan kampung halamannya.
Menurut Samsuri, Nagari Bunuik saat ini masih sangat membutuhkan sentuhan pembangunan yang merata di setiap kejorongan. Tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, ia juga menyoroti pentingnya peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di wilayah tersebut.
”Pembangunan sebuah nagari tidak boleh membeda-bedakan kelompok masyarakat. Nagari Bunuik ini memiliki masyarakat yang sangat heterogen (beragam), sehingga dibutuhkan kepiawaian khusus dari seorang pemimpin dalam menyikapi setiap dinamika dan persoalan yang muncul,” kata Samsuri, Selasa (16/6) di kediamannnya.
Lebih lanjut, Samsuri memaparkan strategi politiknya untuk memajukan daerah. Ia menilai, roda pemerintahan Nagari Bunuik ke depan akan berjalan optimal jika mampu mengembalikan fungsi Tigo Tungku Sajarangan atau mengintegrasikan tiga pilar kepemimpinan tradisional Minangkabau.
Tiga pilar tersebut meliputi ninik mamak (pemangku adat), cerdik pandai (para ulama/cendekiawan), dan pemerintah nagari. Menurutnya, ketiga unsur ini harus bersinergi secara utuh dalam setiap program pembangunan demi kepentingan masyarakat luas.
Untuk diketahui, mengenai modal sosial dan rekam jejak, Samsuri yang telah mengabdi sebagai perangkat nagari sejak tahun 2001 dan dia optimis bahwa masyarakat sudah mengenal kinerjanya dengan baik.
”Semoga masyarakat tidak lupa dengan apa yang telah saya perbuat dan dedikasikan di tengah-tengah warga selama ini,” ucapnya berseloroh sambil tersenyum tipis.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa seluruh proses pencalonan dan kompetisi politik ini harus berjalan sesuai dengan alur, aturan, serta prosedur hukum yang berlaku, baik secara adat, budaya, maupun hukum tata negara.
”Pada intinya, semua keputusan akhir kita kembalikan kepada hati nurani masyarakat dalam kontestasi Pilwana nanti,” tambahnya.
Usung Slogan “Bunuik Kita Maju!” dan Lima Pilar Utama
Melalui rilis resmi visi dan misinya, Samsuri mengusung slogan perjuangan: “Bersama Kita Bisa, Bunuik Kita Jaga, Bunuik Kita Maju!”.
Langkah politik ini diambil atas dasar komitmen kuat untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan nagari yang lebih inklusif, transparan, dan progresif.
Secara filosofis, Samsuri membawa visi besar, yaitu mewujudkan Nagari Bunuik yang maju, mandiri, sejahtera, berbudaya, serta tetap berlandaskan pada nilai-nilai luhur Minangkabau: Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (Adat bersendikan hukum agama Islam, agama Islam bersendikan Al-Qur’an).
Visi besar tersebut kemudian diuraikan ke dalam lima misi taktis, yaitu:
- Pelayanan Publik: Meningkatkan kualitas pelayanan administrasi agar berjalan lebih cepat, transparan, dan akuntabel.
- Infrastruktur: Mendorong pembangunan sarana dan prasarana nagari secara merata dan berkelanjutan di setiap sektor wilayah.
- Ekonomi: Mengembangkan potensi ekonomi masyarakat lokal yang berbasis pada sektor pertanian, peternakan, serta Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
- Sosial Budaya: Melestarikan nilai-nilai adat, budaya, dan keagamaan sebagai fondasi utama kehidupan bermasyarakat.
- Generasi Muda: Membina dan membangun generasi muda yang berpendidikan, berakhlak mulia, serta memiliki daya saing tinggi.
Sebagai tolok ukur atau indikator keberhasilan program kerjanya kelak, Samsuri menetapkan lima pilar pembangunan utama yang saling terintegrasi:
- Maju: Diwujudkan melalui pemerataan pembangunan sarana fisik di seluruh jorong.
- Mandiri: Ditandai dengan penguatan ekonomi lokal demi mewujudkan masyarakat yang berdaya.
- Sejahtera: Terciptanya tatanan kehidupan masyarakat yang nyaman, aman, dan harmonis.
- Berbudaya: Memastikan hukum adat tetap terjaga dan kelestarian tradisi lokal tetap terawat.
- Berakhlak: Menjamin seluruh sendi kehidupan bermasyarakat berjalan selaras dengan nilai-nilai agama.
Dengan peta jalan (roadmap) pembangunan yang terukur dan berbasis kearifan lokal ini, Samsuri optimis dapat merangkul seluruh elemen masyarakat.
Ia berharap seluruh warga Nagari Bunuik dapat bergerak bersama menuju gerbang perubahan yang lebih baik pada periode mendatang.***
- Penulis: Irfansyah P
