BREAKING NEWS
light_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » NASIONAL » Dua Dekade PETI di Sumatera Barat: Kegagalan Negara dan Ancaman Bencana Ekologis yang Kian Nyata

Dua Dekade PETI di Sumatera Barat: Kegagalan Negara dan Ancaman Bencana Ekologis yang Kian Nyata

  • account_circle Endri Caniago
  • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
  • print Cetak

PADANG Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) dilaporkan kian marak dan meluas tanpa penindakan berarti. Upaya penegakan hukum yang dilakukan selama ini dinilai nyaris tanpa hasil. Alih-alih berhenti, bisnis ilegal ini justru terus memakan korban jiwa dan memperparah kerusakan lingkungan di wilayah tersebut.

Berdasarkan data yang dirilis oleh Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumatera Barat, sedikitnya 48 orang dilaporkan meninggal dunia akibat aktivitas PETI sepanjang periode 2012 hingga Mei 2026. Angka tersebut mencakup insiden maut terbaru yang terjadi pada Kamis (14/5/2026) lalu.

“Jumlah ini adalah yang mampu terpantau di media sosial dan pemberitaan. Ada kemungkinan angka sebenarnya di lapangan jauh lebih besar,” ujar Tomi Adam, Direktur Eksekutif Walhi Sumbar.

Tomi menyayangkan pembiaran yang terjadi, mengingat aktivitas tambang ilegal ini dilakukan secara terbuka menggunakan alat-alat berat. Dampaknya tidak hanya merusak kawasan hutan lindung, tetapi juga menghancurkan Daerah Aliran Sungai (DAS) dan mencemari sumber air utama masyarakat. Dari hasil pemantauan Walhi, beberapa sungai besar yang kini dalam kondisi rusak parah meliputi DAS Batang Hari, Batahan, Pasaman, Indragiri, hingga Kampar.

Kritik Tajam atas Lemahnya Penegakan Hukum

Senada dengan Walhi, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Padang menegaskan bahwa runtutan peristiwa maut di area tambang menjadi bukti nyata kegagalan negara dalam melindungi keselamatan rakyat dan kelestarian lingkungan. Pembiaran ini dinilai sebagai bentuk lemahnya komitmen aparat penegak hukum.

Kepala Divisi Advokasi LBH Padang, Adrizal, mengingatkan bahwa tragedi kemanusiaan ini terus berulang. Belum hilang dari ingatan, pada awal September 2024, insiden serupa di Nagari Sungai Abu, Kabupaten Solok, telah menewaskan 15 orang pekerja.

Menurut Adrizal, kegagalan pemberantasan PETI berakar pada pola penegakan hukum yang tebang pilih. Aparat selama ini dinilai hanya menyasar para pekerja kecil di lapangan.

“Insiden serupa akan terus berulang sepanjang upaya penegakan hukum oleh aparat hanya menyasar pelaku di tingkat bawah. Sementara itu, aktor intelektual atau pemodal utamanya tetap bebas melenggang tanpa tersentuh hukum,” tegas Adrizal.

Ancaman Konflik Sosial dan Bencana Ekologis

LBH Padang memperingatkan bahwa dampak dari pembiaran ini jauh lebih besar dari sekadar kerugian materiil. Kerusakan lingkungan masif dari hulu ke hilir berpotensi memicu bencana ekologis yang lebih dahsyat, berkaca pada bencana yang sempat melumpuhkan berbagai titik di Sumatera pada akhir November lalu.

Jika tidak ada tindakan tegas dan menyeluruh untuk menghentikan rantai bisnis ilegal ini, eksploitasi lahan secara liar tidak hanya akan merusak ruang hidup masyarakat, melainkan juga berpotensi memicu konflik sosial yang horizontal di tengah warga setempat.***

  • Penulis: Endri Caniago
  • Editor: Hanny

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jelang Puncak Haji 2026, 120 Ribu Jamaah Indonesia Telah Memadati Kota Makkah

    Jelang Puncak Haji 2026, 120 Ribu Jamaah Indonesia Telah Memadati Kota Makkah

    • calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
    • account_circle Hanny
    • visibility 47
    • 0Komentar

    MAKKAH – Arus kedatangan jamaah calon haji dari seluruh penjuru dunia ke Kota Suci Makkah, Arab Saudi, terus mengalami peningkatan signifikan. Berdasarkan pantauan pada Rabu (13/5/2026) waktu setempat, ribuan jamaah dari berbagai negara mulai memadati Masjidil Haram untuk melaksanakan ibadah Tawaf dan bersiap menjalankan salat Maghrib berjamaah. Suasana khidmat menyelimuti area mataf (tempat tawaf) saat […]

  • “Masak Polres dan Kodim Tidak Tahu?” Mulyadi Buka-bukaan Soal Tambang Ilegal di Sumbar

    “Masak Polres dan Kodim Tidak Tahu?” Mulyadi Buka-bukaan Soal Tambang Ilegal di Sumbar

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • account_circle Endri Caniago
    • visibility 35
    • 0Komentar

    JAKARTA — Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat, Mulyadi, menyoroti maraknya aktivitas tambang emas ilegal di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar). Dalam Rapat Kerja Komisi I DPR RI bersama Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dan Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto pada Selasa (19/5/2026), Mulyadi mendesak jajaran TNI untuk turun tangan menertibkan kegiatan melanggar hukum tersebut. Mulyadi […]

  • Laris Manis! Apple Hadirkan Kembali Hikawa MagSafe Grip yang Sempat Kandas dalam Hitungan Hari

    Laris Manis! Apple Hadirkan Kembali Hikawa MagSafe Grip yang Sempat Kandas dalam Hitungan Hari

    • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
    • account_circle Yelki
    • visibility 19
    • 0Komentar

    TEKNOLOGI – Apple secara resmi menghadirkan kembali salah satu aksesori MagSafe yang paling banyak dicari dan sempat terjual habis hanya dalam beberapa hari setelah peluncuran perdananya. Langkah ini diambil Apple sebagai bagian dari komitmen kuat perusahaan terhadap fitur aksesibilitas, sekaligus menyambut kehadiran sistem operasi terbaru mereka, iOS 27. Aksesori inovatif bernama Hikawa Phone Grip & […]

  • Klarifikasi Ponpes Darul Mursyidin Kapa Terkait Video Heboh Santri Dianiaya di Kebun Sawit

    Klarifikasi Ponpes Darul Mursyidin Kapa Terkait Video Heboh Santri Dianiaya di Kebun Sawit

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle Hanny
    • visibility 117
    • 0Komentar

    SUMBARBIZ – Video aksi perundungan terhadap santri Darul Mursyidin Kapa yang viral sebelumnya di media sosial, ternyata aksi balas dendam yang dilakukan oleh salah seorang pelaku terhadap kakak kelasnya. Aksi perundungan atau penganiayaan terhadap seorang santri di Darul Mursyidin Kapa di Kecamatan Luhak Nan Duo, Kabupaten Pasaman Barat, Sumbar ini terjadi di sebuah area perkebunan […]

  • Stok Pangan Melimpah, Inflasi Pasaman Barat Terendah Se-Sumbar

    Stok Pangan Melimpah, Inflasi Pasaman Barat Terendah Se-Sumbar

    • calendar_month Sabtu, 30 Mei 2026
    • account_circle Endri Caniago
    • visibility 26
    • 0Komentar

    SIMPANG AMPEK — Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pasaman Barat membawa kabar baik bagi perekonomian daerah. Berdasarkan Berita Resmi Statistik No. 05/05/1312/Th. III yang dirilis pada 4 Mei 2026, tingkat kenaikan harga barang di Pasaman Barat tercatat paling landai dan terkendali di seluruh Provinsi Sumatera Barat untuk periode April 2026. Secara tahunan (Year-on-Year), Pasaman Barat […]

  • Resahkan Warga, Dua Pengedar Sabu Ditangkap Tim Tarantula di Sungai Tarab

    Resahkan Warga, Dua Pengedar Sabu Ditangkap Tim Tarantula di Sungai Tarab

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
    • account_circle Endri Caniago
    • visibility 21
    • 0Komentar

    TANAH DATAR — Tim Tarantula Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Kepolisian Resor (Polres) Tanah Datar berhasil meringkus dua orang pria yang diduga kuat terlibat dalam jaringan peredaran gelap narkotika jenis sabu. Kedua pelaku ditangkap petugas saat berada di pinggir Jalan Raya Jorong Sijangek, Nagari Simpuruik, Kecamatan Sungai Tarab, Kabupaten Tanah Datar, pada Senin (8/6/2026) sekitar pukul […]

expand_less