Kisah Sukses Pemuda Tunadaksa Agam Raih Peluang Kerja Di Industri Nasional
- account_circle Yelki
- calendar_month Kamis, 18 Jun 2026
- print Cetak

Rori Rafia Dinata penyandang disabilitas Lubuk Basung, Kabupaten Agam (tengah) didampingi staf Sentra Terpadu Inten Soeweno Bogor milik Kementerian Sosial sedang berada di PT Sugity Creatives Cikarang, Rabu (17/6/2026). ANTARA/HO/Dinsos Agam
LUBUK BASUNG — Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatra Barat, menorehkan capaian membanggakan dalam program pemberdayaan kelompok rentan. Dinas Sosial Kabupaten Agam menyatakan seorang penyandang disabilitas asal daerah tersebut, Rori Rafia Dinata, resmi memulai hari pertama kerjanya di PT Sugity Creatives yang berlokasi di Cikarang, Jawa Barat, pada Rabu.
“Rori Rafia Dinata, penyandang tunadaksa asal Kecamatan Lubuk Basung, telah mulai bekerja di PT Sugity Creatives Cikarang, sebuah perusahaan otomotif nasional,” ujar Kepala Dinas Sosial Kabupaten Agam, Villa Erdi, didampingi Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial, Hasneril, di Lubuk Basung, Kamis.
Villa menambahkan bahwa Rori kini menempati posisi di perusahaan manufaktur otomotif yang menjadi bagian dari rantai produksi Toyota Auto Body. Capaian ini menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan fisik bukan penghalang untuk berprestasi dan berdaya saing di dunia kerja industri nasional apabila diberikan kesempatan yang setara.
Komitmen Pemkab Agam Terhadap Pemberdayaan Kelompok Rentan
Keberhasilan Rori menembus dunia kerja industri merupakan buah manis dari keseriusan Pemerintah Kabupaten Agam di bawah kepemimpinan Bupati Benni Warlis. Pemkab Agam berkomitmen penuh untuk mendorong kemandirian dan produktivitas kelompok disabilitas agar mampu hidup mandiri.
“Ini adalah wujud komitmen kita semua dalam membuka akses serta kesempatan kerja yang luas bagi para penyandang disabilitas,” kata Villa Erdi menerangkan.
Sebelum berhasil ditempatkan kerja, Dinas Sosial Kabupaten Agam terlebih dahulu mengirimkan tiga penyandang disabilitas lokal ke Sentra Terpadu Inten Soeweno (STIS) Bogor milik Kementerian Sosial. Di lembaga tersebut, mereka difasilitasi untuk mengikuti program pelatihan intensif, pembinaan mental, dan proyeksi penempatan kerja.
Ketiga pemuda tangguh tersebut adalah:
-
Habbynusa Fernanda Kifli, mengikuti pelatihan contact center dan pelayanan berbasis digital.
-
Rori Rafia Dinata, mengikuti pelatihan komputer hingga berhasil lolos seleksi kerja.
-
Muhammad Rauf, penyandang tunarungu wicara dari Kecamatan Ampek Koto, mengikuti pelatihan desain grafis.
Meskipun durasi pelatihan dirancang selama enam bulan, Rori berhasil menunjukkan kompetensi gemilang sehingga langsung diterima kerja sebelum masa pelatihan usai. Sementara itu, dua rekan lainnya saat ini masih menjalani tahapan seleksi dan tes lanjutan di bawah pengawasan serta pendampingan Dinas Sosial Kabupaten Agam.
Apresiasi dan Rasa Syukur dari Dunia Kerja
Di sisi lain, Rori Rafia Dinata mengaku sangat bersyukur atas pencapaian ini. Mengingat persaingan yang sangat ketat di antara ratusan peserta program, ia berhasil terpilih menjadi salah satu tenaga kerja yang dinyatakan lolos kualifikasi perusahaan.
Dia menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada jajaran instansi Pemkab Agam, khususnya Bupati Benni Warlis, Ketua Baznas Agam Isman Imran, serta jajaran Dinas Sosial Agam yang konsisten mengawal serta mendampingi langkahnya dari awal hingga resmi bekerja.
“Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Bupati yang telah memberikan perhatian nyata kepada penyandang disabilitas, serta Dinas Sosial Agam yang terus mendampingi saya sejak awal hingga berhasil mendapatkan pekerjaan ini,” ucap Rori dengan haru.
- Penulis: Yelki
- Editor: Hanny
- Sumber: Antara
