KPK Angkut Koper Hitam dari Rumah Dinas Bupati Muara Enim Nonaktif
- account_circle Endri Caniago
- calendar_month Sabtu, 13 Jun 2026
- print Cetak

KPK menggeledah kantor Disdikbud Muara Enim pasca OTT bupati. (Foto: Istimewa)
JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan tindakan hukum berupa penggeledahan di sejumlah lokasi strategis di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan. Langkah ini diambil sebagai bagian dari pengembangan penyidikan kasus dugaan suap yang menjerat Bupati Muara Enim nonaktif, Edison.
Guna kelancaran proses di lapangan, lembaga antirasuah tersebut menerjunkan dua tim terpisah dengan mendapatkan pengawalan ketat dari personel Sabhara Kepolisian Resor (Polres) Muara Enim.
Berdasarkan informasi yang dihimpun pada Jumat (12/6/2026), rangkaian penggeledahan menyasar beberapa titik vital. Lokasi tersebut meliputi ruang kerja kantor Bupati Edison, kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), rumah dinas bupati, hingga kediaman pribadi Sekretaris Disdikbud.
Sebelumnya, pihak KPK juga telah melakukan tindakan preventif berupa penyegelan resmi pada kantor bupati dan kantor dinas tersebut demi mengamankan barang bukti berkas aliran dana senilai miliaran Rupiah.
Dalam pelaksanaannya, tim pertama dari kedeputian penindakan langsung bergerak menyisir ruang kerja Bupati Muara Enim. Usai melakukan penggeledahan intensif selama beberapa jam, para petugas keluar dengan membawa tiga kotak kardus serta sejumlah koper yang diduga kuat berisi dokumen serta berkas penunjang perkara.
Sementara itu, tim kedua diarahkan untuk menggeledah ruang kerja Sekretaris Disdikbud Muara Enim, Abi Nurwadani.
“Iya benar, anggota dari fungsi Sabhara melakukan pengamanan melekat saat tim penindakan KPK melakukan penggeledahan di sejumlah titik tersebut,” konfirmasi Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Polres Muara Enim, AKP RTM Situmorang, saat memberikan keterangan pers.
Pengusutan perkara korupsi ini berlanjut ke rumah dinas bupati. Di lokasi tersebut, penyidik KPK tampak keluar dengan membawa dua kardus berwarna cokelat berukuran sedang serta dua unit koper berwarna hitam.
Seluruh barang bukti dokumen transaksi keuangan tersebut langsung dimasukkan ke dalam kendaraan operasional jenis Toyota Innova. Tidak berhenti di situ, tim penyidik segera melanjutkan pergerakan menuju rumah kediaman Sekretaris Disdikbud untuk melakukan tindakan serupa.
Hingga berita ini diturunkan, KPK masih terus mendalami dan melakukan analisis mendalam terhadap dokumen-dokumen yang disita. Hal ini dilakukan guna memetakan aliran dana takaran Rupiah yang diduga menjadi objek suap, sekaligus menentukan langkah hukum selanjutnya dalam rangka menegakkan supremasi hukum di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Muara Enim.
- Penulis: Endri Caniago
- Editor: Khairil
