Desain Mewah Harga Ramah, Xiaomi Watch S5 Siap Tantang Apple dan Samsung
- account_circle Yelki
- calendar_month Minggu, 31 Mei 2026
- print Cetak

Xiaomi Watch S5 46mm. | Gambar oleh Xiaomi
JAKARTA — Xiaomi kembali menggebrak pasar wearable dengan meluncurkan smartwatch terbarunya, Xiaomi Watch S5. Mengusung desain dan material premium yang biasa ditemukan pada jam tangan pintar kelas atas, perangkat ini mengejutkan publik dengan banderol harga yang jauh di bawah para pesaingnya. Namun, ada satu “jebakan” yang harus dihadapi oleh para peminatnya.
Spesifikasi Premium yang Menggoda
Xiaomi Watch S5 hadir dengan peningkatan signifikan dari pendahulunya, Watch S4. Jam tangan pintar ini dibangun dengan bingkai baja tahan karat (stainless steel) yang kokoh dan mewah. Sektor layarnya mengandalkan panel AMOLED berukuran 1,48 inci yang mampu mencapai tingkat kecerahan hingga 2.500 nits—memastikan layar tetap terlihat jelas bahkan di bawah terik matahari.
Daya tarik utama dari Watch S5 terletak pada efisiensi dayanya. Dibekali baterai berkapasitas 815 mAh, Xiaomi mengklaim smartwatch ini mampu bertahan hingga 21 hari untuk penggunaan ringan. Sebuah angka yang fantastis jika dibandingkan dengan kompetitor di kelasnya.
Untuk fitur kesehatan dan kebugaran, Xiaomi menyediakan lebih dari 150 mode olahraga. Sektor pelacakan kesehatan juga ditingkatkan lewat sensor detak jantung baru yang diklaim memiliki tingkat akurasi mencapai 98,4%.
Nuansa Mewah, Harga Kelas Menengah
Sebagian besar smartwatch dengan kualitas material baja tahan karat dan daya tahan baterai berminggu-minggu biasanya dijual dengan harga selangit. Namun, Xiaomi mematok Watch S5 mulai dari €179,99 di pasar Eropa, atau sekitar $210 (kisaran Rp3,2 jutaan jika dikonversi langsung).
Harga tersebut merupakan standar untuk smartwatch kelas menengah, bukan harga yang lumrah untuk jam tangan berbahan stainless steel dengan daya tahan baterai tiga minggu. Sebagai perbandingan, Samsung Galaxy Watch di kelas ini dibanderol lebih mahal dan baterainya perlu diisi ulang setiap satu atau dua hari. Sementara Garmin mematok harga premium yang sangat tinggi untuk daya tahan baterai yang serupa, dan Apple Watch berada di kategori harga yang berbeda sama sekali.
Ketersediaan dan Ekosistem Jadi Pertimbangan
Meski di atas kertas smartwatch ini menawarkan paket yang sangat menggiurkan, ada tantangan tersendiri bagi konsumen global. Xiaomi meluncurkan produk ini untuk pasar Eropa dan belum ada tanda-tanks perilisan resmi untuk wilayah Amerika Serikat atau global secara menyeluruh. Bagi mereka yang berada di luar jangkauan pasar resminya, jalur impor menjadi satu-satunya cara untuk mendapatkan jam tangan ini.
Selain masalah ketersediaan, faktor ekosistem juga menjadi pertimbangan bagi sebagian pengguna. Bagi pengguna yang sudah terikat dengan ekosistem Google dan kenyamanan Wear OS (seperti pada Pixel Watch), beralih ke sistem operasi milik Xiaomi mungkin memerlukan adaptasi ekstra, terlepas dari seberapa menariknya spesifikasi yang ditawarkan.
Kesimpulan Xiaomi Watch S5 adalah pilihan sempurna bagi siapa saja yang mendambakan jam tangan pintar berpenampilan premium dan baterai super awet tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam, serta mereka yang tidak keberatan untuk membelinya lewat jalur impor.
- Penulis: Yelki
- Editor: Hanny
