Krisis Visa Piala Dunia Menimpa Skuad Afrika Selatan Dan Tim Nasional Iran
- account_circle Bangun S
- calendar_month Senin, 1 Jun 2026
- print Cetak

Afrika Selatan akan membuka Piala Dunia dalam pertandingan Grup A melawan tuan rumah bersama Meksiko pada 11 Juni 2026 [File: Themba Hadebe/AP]
JOHANNESBURG – Gelombang antusiasme publik Afrika Selatan mendadak berubah menjadi kekecewaan. Skuad tim nasional sepak bola putra, Bafana Bafana, terpaksa menunda keberangkatan mereka menuju Meksiko untuk melakoni laga pembuka Piala Dunia FIFA yang menyisakan waktu 11 hari lagi.
Asosiasi Sepak Bola Afrika Selatan (SAFA) mengonfirmasi bahwa penundaan ini dipicu oleh kendala administrasi dalam pengurusan visa bagi sejumlah pemain dan ofisial. Sedianya, rombongan dijadwalkan bertolak menggunakan penerbangan sewaan (charter) dari Bandara OR Tambo menuju Mexico City pada Minggu pagi.
“Tim nasional mengalami kendala terkait visa untuk beberapa pemain dan ofisial. Akibatnya, rombongan tidak dapat berangkat ke Amerika Utara pagi ini,” tulis SAFA dalam siaran pers resminya.
Insiden ini langsung memicu reaksi keras dari Menteri Olahraga Afrika Selatan, Gayton McKenzie. Melalui platform media sosial X, McKenzie mengecam keras kelalaian logistik tersebut dan menyebutnya sebagai pukulan telak bagi harga diri bangsa.
“Kita dipermalukan. Ini memalukan dan sangat tidak adil bagi tim,” cetus McKenzie dengan nada gusar.
Kritik Publik dan Persiapan yang Terganggu
Kekacauan ini menuai kritik tajam dari publik di jagat maya. Banyak pihak mempertanyakan urgensi diadakannya parade pelepasan meriah di Johannesburg pada hari Sabtu, jika tim manajemen sebenarnya mengetahui bahwa visa para pemain belum rampung.
Guna meredam situasi, SAFA langsung menggelar pertemuan komite darurat pada hari Minggu. Di sisi lain, pelatih Hugo Broos memastikan anak asuhnya tetap fokus menjaga kebugaran fisik demi menjaga target di turnamen akbar ini.
“Kami tetap berkomitmen memastikan persiapan tim sesuai rencana. Bafana Bafana akan terus berlatih di Johannesburg hingga keberangkatan,” tambah pernyataan resmi SAFA.
Sesuai jadwal, Afrika Selatan akan menantang tuan rumah Meksiko dalam laga pembuka di Estadio Azteca pada 11 Juni mendatang. Sebelum itu, mereka dijadwalkan melakoni laga pemanasan melawan Jamaika pada 5 Juni, disusul laga fase grup melawan Republik Ceko dan Korea Selatan.
Krisis Global Logistik Piala Dunia
Afrika Selatan bukanlah satu-satunya kontestan yang tersandung masalah dokumen perjalanan. Delegasi tim nasional Iran dikabarkan mengalami krisis serupa karena belum mengantongi visa dari pemerintah Amerika Serikat.
Iran dijadwalkan melakoni laga pembuka melawan Selandia Baru di AS pada 15 Juni. Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) kini tengah mendesak FIFA untuk memediasi percepatan penerbitan visa masuk ganda (multiple-entry) karena tim mereka harus berpindah negara selama fase grup berlangsung. Akibat ketidakpastian ini, Iran bahkan telah memindahkan markas latihan mereka dari Arizona ke Meksiko.
- Penulis: Bangun S
- Editor: Hanny
