BREAKING NEWS
light_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » INTERNASIONAL » PM Benjamin Netanyahu Targetkan Kuasai Tujuh Puluh Persen Wilayah Jalur Gaza

PM Benjamin Netanyahu Targetkan Kuasai Tujuh Puluh Persen Wilayah Jalur Gaza

  • account_circle Said Khairil Ibad
  • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
  • print Cetak

GAZA – Warga Palestina yang bermukim di sekitar wilayah pembatas atau yang dikenal sebagai “garis kuning” di Jalur Gaza kini dicekam kecemasan mendalam. Kekhawatiran ini mencuat setelah Israel mengumumkan rencana untuk memperluas wilayah pendudukannya hingga mencakup 70 persen dari total kawasan kantong Palestina tersebut. Kebijakan ini dinilai bakal membuat ruang yang tersisa bagi warga sipil makin menyempit dan tidak layak huni.

Sebagai informasi, “garis kuning” merupakan batas demarkasi yang memisahkan wilayah Gaza bagian timur—yang berada di bawah kendali penuh militer Israel—dengan area bagian barat yang masih dapat diakses oleh warga Palestina.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dalam pernyataannya pada Kamis pekan lalu, mengakui bahwa militer Israel saat ini telah menguasai sekitar 60 persen wilayah Gaza. Ia menegaskan target berikutnya untuk meningkatkan angka penguasaan tersebut hingga mencapai 70 persen.

Sejarah munculnya garis pembatas ini bermula pada 20 Oktober tahun lalu, saat Israel mulai menempatkan blok-blok beton berwarna kuning. Penempatan pembatas ikonik ini dilakukan pascapenarikan pertama pasukan Israel dari sebagian wilayah Gaza, menyusul perjanjian gencatan senjata yang mulai berlaku pada bulan yang sama.

Bertaruh Nyawa di Sisi Pembatas

Di kawasan timur Khan Younis yang berdekatan dengan garis pembatas, warga mengungkapkan bahwa kehadiran tank, buldoser, dan intensitas tembakan yang terjadi hampir setiap hari telah mengubah rutinitas mereka menjadi perjuangan bertahan hidup yang mencekam.

“Tidak ada lagi tempat untuk pergi. Masyarakat sudah terjebak di wilayah yang sangat sempit,” ujar seorang warga Palestina, Abdullah al-Astal, sebagaimana dikutip dari kantor berita Anadolu, Senin (8/6/2026).

Al-Astal menjelaskan bahwa tank-tank militer Israel secara rutin mengawal buldoser untuk meruntuhkan rumah-rumah penduduk di daerah sekitar. Sementara itu, desing tembakan dari kendaraan taktis maupun pesawat nirawak (drone) nyaris tidak pernah berhenti terdengar.

“Setiap saat kami bisa terkena serangan atau terbunuh,” tambahnya sembari menunjuk deretan rumah tetangga yang penghuninya terluka akibat gelombang tembakan Israel.

Kekhawatiran serupa turut disuarakan oleh Hamdi Malaka, warga lingkungan Zeitoun di Kota Gaza. Kawasan permukimannya kini telah mengalami kerusakan masif akibat perang, dengan puing-puing bangunan yang menggunung di mana-mana.

“Jika mereka ingin menduduki seluruh Gaza, mereka harus mengatakannya secara jelas daripada sekadar berbicara tentang garis kuning dan garis merah. Kami sudah berada sangat dekat dengan garis kuning. Jika garis itu bergerak maju, posisi kami otomatis berada di dalam wilayah pendudukan,” kata Malaka.

Krisis Kemanusiaan yang Kian Akut

Saat ini, ratusan ribu warga sipil dan pengungsi Palestina terpaksa berdesakan di kamp-kamp pengungsian yang padat. Mereka harus bertahan hidup di tengah krisis pangan yang parah, keterbatasan akses air bersih, serta lumpuhnya fasilitas layanan kesehatan.

Penyusutan zona aman bagi warga sipil diprediksi akan memicu gelombang pengungsian baru yang masif. Kondisi ini dipastikan bakal memperparah tekanan terhadap infrastruktur sipil Gaza yang saat ini sudah berada di ambang kehancuran total. Merespons situasi tersebut, kelompok Hamas telah menyerukan kepada Dewan Perdamaian dunia untuk mengambil sikap tegas atas manuver sepihak Israel.

Berdasarkan data otoritas Palestina, rangkaian serangan militer Israel di Gaza sejak Oktober 2023 telah merenggut hampir 73.000 korban jiwa dan melukai lebih dari 173.000 orang, yang mayoritas korbannya adalah perempuan dan anak-anak.

Kendati kesepakatan gencatan senjata telah resmi diberlakukan sejak 10 Oktober 2025, eskalasi di lapangan belum sepenuhnya mereda. Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan, rentetan serangan susulan yang terjadi hampir setiap hari pascagencatan senjata tetap memakan korban, dengan rincian 947 warga Palestina tewas dan 2.935 lainnya mengalami luka-luka.

  • Penulis: Said Khairil Ibad
  • Editor: Hanny

Rekomendasi Untuk Anda

  • Esensi Idul Adha: Apakah Semua Umat Muslim Wajib Berkurban?

    Esensi Idul Adha: Apakah Semua Umat Muslim Wajib Berkurban?

    • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
    • account_circle Said Khairil Ibad
    • visibility 43
    • 0Komentar

    KHAZANAH – Perayaan Hari Raya Idul Adha selalu menjadi momentum yang dinantikan oleh umat muslim di seluruh dunia. Di Indonesia, antusiasme ini tercermin dari maraknya berbagai kegiatan budaya dan tradisi daerah, mulai dari pawai obor, takbir keliling, hingga prosesi tahunan Grebeg Besar yang digelar di istana Yogyakarta. Namun di balik kemeriahan budaya tersebut, Idul Adha menyimpan […]

  • Mengenal Trionda, Bola Canggih Piala Dunia 2026 yang Dilengkapi Sensor 500 Hz dan AI

    Mengenal Trionda, Bola Canggih Piala Dunia 2026 yang Dilengkapi Sensor 500 Hz dan AI

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
    • account_circle Yelki
    • visibility 44
    • 0Komentar

    BOLA – Teknologi telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari dunia olahraga modern. Mulai dari penggunaan pelacak Hawk-Eye dalam olahraga kriket hingga snickometer dalam olahraga raket, inovasi digital kini kerap menjadi penentu hasil akhir sebuah pertandingan. Menjelang gelaran Piala Dunia FIFA 2026, sorotan utama tertuju pada sebuah mahakarya teknologi canggih yang akan menggelinding di lapangan […]

  • Cendekiawan Terkemuka Global Dukung Iran Melawan Serangan AS-Israel

    Cendekiawan Terkemuka Global Dukung Iran Melawan Serangan AS-Israel

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • account_circle Hanny
    • visibility 38
    • 0Komentar

    Internasional, SUMBARBIZ – Tiga cendekiawan terkemuka dari universitas-universitas Amerika dan Eropa, menanggapi surat dari direktur “Proyek Mega Sekolah Seni Razavi”, mengecam keras perang AS-Israel melawan Iran sebagai ilegal, kriminal, dan tidak memiliki legitimasi internasional. Di saat sebagian media Barat berupaya mengecilkan realitas seputar perang agresi AS-Israel terhadap Iran, tanda-tanda solidaritas dan kebangkitan di kalangan elit […]

  • Bocoran Galaxy S26 FE Muncul di Situs WPC, Bawa Pengisian Nirkabel Lebih Cepat

    Bocoran Galaxy S26 FE Muncul di Situs WPC, Bawa Pengisian Nirkabel Lebih Cepat

    • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
    • account_circle Bangun S
    • visibility 16
    • 0Komentar

    SEOUL – Varian Fan Experience terbaru dari lini Samsung, Galaxy S26 FE, untuk pertama kalinya menampakkan diri ke publik. Kemunculan perdana calon ponsel pintar anyar ini terdeteksi melalui purwarupa gambar perangkat yang diunggah pada situs web resmi Wireless Power Consortium (WPC). Merujuk pada siklus tahunan Samsung—di mana Galaxy S25 FE meluncur pada awal September tahun […]

  • Baharuddin R: Kritik Bupati Boleh, Kurang Ajar Jangan!

    Baharuddin R: Kritik Bupati Boleh, Kurang Ajar Jangan!

    • calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
    • account_circle Endri Caniago
    • visibility 36
    • 0Komentar

    SIMPANG EMPAT – Bupati Pasaman periode 2000–2005 sekaligus Bupati Pasaman Barat periode 2010–2015, H. Baharuddin R, angkat bicara mengenai merosotnya etika dalam penyampaian aspirasi publik saat ini. Tokoh senior Sumatera Barat ini menyayangkan maraknya penggunaan bahasa kasar dan hujatan yang dialamatkan langsung kepada pemimpin daerah. Soroti Etika Berdemokrasi Baharuddin mengungkapkan keprihatinannya terhadap fenomena kritik di […]

  • Prabowo Kocok Ulang Kabinet, Ini Nama yang Ditunjuk

    Prabowo Kocok Ulang Kabinet, Ini Nama yang Ditunjuk

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • account_circle Hanny
    • visibility 32
    • 0Komentar

    SUMBARBIZ – Presiden Prabowo Subianto melantik sejumlah pejabat setelah resmi melakukan kocok ulang atau reshuffle kabinet. Upacara pelantikan dilakukan di Istana Negara, Jakarta, Senin (27/04). Salah satu di antaranya adalah Jumhur Hidayat, aktivis buruh dan mantan Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia. Dia tiba di sana dengan mengenakan setelan jas hitam dan dasi biru muda. […]

expand_less